3 Tips Psikologi Mengatasi Anak Pilih-Pilih Makanan (Picky Eater)

Anak yang cenderung suka pilih-pilih makanan sering disebut dengan picky eater. Perlu diketahui bahwa anak yang beperilaku picky eater kebanyakan akan mengalami kekurangan gizi. Hal ini karena tubuh kekurangan berbagai nutrisi penting seperti karbohidrat, protein, dan vitamin.

Dampak selanjutnya anak bisa mengalami stunting. Stunting adalah kondisi dimana perkembangan anak terganggu karena kurangnya asupan nutrisi dalam jangka waktu lama.

Kabar baiknya, anak yang mempunyai kemampuan dalam memilih makanan dan bisa merasakan manis, asam, pahit, dan sebagainya merupakan pertanda baik dalam perkembangannya.

“Jadi sebenarnya, jika anak bisa menyampaikan apa yang ia suka dan tidak, berarti ia sudah bisa memutuskan”, kata Psikolog Anak, Anna Surti Ariani S.PSi Msi, dikutip dari kompas. Ia melanjutkan bahwa kemampuan dan keberanian dalam mengambil keputusan sangat diperlukan semua orang. Sedangkan untuk anak, kemampuan ini baik untuk perkembangannya. Namun disisi lain ia juga paham bahwa hal ini bisa membuat orang tua menjadi kesal, cemas dan gelisah.

Oleh karena itu dibawah ini akan dijelaskan penyebab serta tips mengatasi anak yang pilih-pilih makanan.

Penyebab anak pilih-pilih makanan

dok: pbs.org

1. Memaksa anak makan

Perilaku memaksa makan makanan yang tidak disukai akan memunculkan ingatan buruk pada otak anak. Hal ini membuat anak akan selalu menghindari makanan tersebut. Saat anak tidak mau makan, bersikaplah tenang dan lebih baik berkata, “Kalau tidak mau makan ya sudah, nanti saja tidak apa-apa”. Beberapa saat kemudian Anda bisa menawarkan kembali anak untuk makan.

2. Memberi cemilan atau minuman sebelum makan

Memberikan cemilan atau minuman akan membuat perutnya terisi sehingga rasa lapar menghilang. Cobalah untuk tidak memberinya apapun dua jam sebelum makan. Dengan begitu nafsu makan anak akan meningkat saat waktu makan tiba.

3. Porsi makanan terlalu banyak

Orang tua menginginkan anaknya cepat tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu orang tua sering memberikan porsi yang banyak. Hal ini justru membuat anak malas untuk memakannya.  Berilah makanan kepada anak sesuai dengan kapasitas perutnya. Anak juga lebih suka makanan yang dapat dipegangnya sendiri.

4. Orang tua tidak memberi contoh

Orang tua perlu memberi contoh kepada anak dengan memakan makanan sehat. Dengan begitu anak akan mengikuti apa yang orang tua makan.

5. Makanan kurang menarik

Orang tua harus pintar dalam mengolah dan menyajikan makanan. Anak bisa saja tidak berselera makan karena bentuk makanan tidak menarik atau olahan makanan kurang bervariasi.

Tips mengatasi anak picky eater

dok: independent.co.uk

1. Perkenalkan makanan dengan cara kreatif

Beberapa anak memiliki sensitivitas terhadap rasa, bau dan tekstur makanan. Namun bukan berarti Anda harus menuruti semua makanan yang diinginkan. Cara terbaik adalah dengan melakukan variasi dari bentuk dan rasa makanan. Selain itu Anda juga bisa memperkenalkan makanan kepada anak dengan cara mendongeng. Dengan begitu anak menjadi tertarik dengan makanan tersebut.

2. Membuat kesepakatan dengan anak

Saat anak tidak mau makan, Anda dapat menuruti keinginannya. Namun Anda harus membuat kesepakatan bersama anak bahwa saat makan berikutnya, anak harus makan makanan yang sudah tersedia. Apabila anak tidak menepati kesepakatan yang dibuat tadi , Anda harus mengatakan bahwa anak tidak bisa memilih untuk tidak makan. Pilihannya mungkin hanya bisa mengubah dari piring kecil ke piring yang lebih besar.

3. Memberikan pujian

Setelah anak selesai menghabiskan makanannya, jangan lupa untuk memberikan pujian. Hal itu membuat anak akan merasa dihargai dan membentuk kebiasaan untuk tidak pilih-pilih makanan.

Beberapa anak memang picky eater atau pilih-pilih makanan. Tetapi sebagai orang tua jangan menyerah dalam memberikan anak makanan yang bergizi. Orang tua harus kreatif dan variatif dalam mengolah makanan tersebut. Selain itu diperlukan sikap tekun, konsisiten, dan tenang dalam mengasuh anak yang picky eater agar mereka tumbuh dan berkembang dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest