The Reason

oleh: Kakaarie

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang pasti punya hoby yang berbeda-beda dan mendengarkan musik adalah salah satunya. Setiap orang pasti senang mendengarkan musik sesuai dengan genre yang disukai, dan ada salah satu lagu yang jadi favoritnya. Percaya atau tidak, setiap orang pasti punya alasan mengapa menjadikan salah satu lagu sebagai favoritnya. Alasannya pun bermacam macam, mulai dari yang logic, unlogic, sampai yang terkesan dramatis. Saya akan berikan contoh supaya penjelasannya semakin mudah dimengerti. Tapi, sepertinya tidak etis kalau saya menjadikan nama orang lain sebagai bahan percontohan (khawatir pemilik nama tidak terima hehe). Jadi, saya akan pakai diri sendiri untuk jadi contoh sebagai bahan penjelasan, terlepas jadi contoh yang baik atau contoh yang buruk, Anda punya hak untuk menilai.

Saya senang mendengarkan lagu dari band pop asal Amerika yakni Hoobastank. Lagu Hoobastank yang jadi favorit saya adalah The Reason. Lirik, nada, dan komposisi musiknya sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis lagu kepada pendengarnya. Jika diartikan, lagu ini punya makna ganda atau multi translate. Dan, saya mengartikan lagu tersebut sebagai pesan bagi diri sendiri untuk memaafkakn kesalahan yang pernah dilakukan. Saat mendengarkan lagu The Reason dari Hoobastank ini, saya seperti sedang berbicara pada diri sendiri mengenai kesalahan yang telah saya buat.

Banyak orang yang jadi minder, malu, dan merasa rendah diri karena pernah melakukan kesalahan yang dianggap fatal dalam hidupnya. Banyak pula orang yang belum memaafkan dirinya atas semua kesalahan yang pernah dilakukannya. Hal ini menyebabkan mereka merasa dirinya lebih rendah dari pada orang lain hanya karena kesalahan yang pernah mereka lakukan.

Parahnya, beberapa dari mereka sampai ada yang enggan bersosialisasi dengan orang lain. Mungkin karena takut diejek atau direndahkan (padahal orang lain belum tentu berbuat itu). Kalau sudah sampai enggan bersosialisasi dengan orang lain, maka lamakelamaan dampak parahnya akan muncul. Orang yang enggan bersosialisasi dengan orang lain, relasinya akan sedikit.

Bayangkan betapa sedihnya jika kita hanya memiliki keluarga kandung atau sanak saudara sebagai relasi. Ya, kalau akur sih it’s okay or no problem. Tapi bagaimana kalau dengan saudara kandung atau sanak saudara sendiri tidak akur? Sakit tidak ada yang jenguk. Susah tidak ada yang membantu. Dagang tidak ada yang beli. Ingin bercerita mengenai susah senang dalam kehidupan, tidak ada yang mendengarkan.

Lalu bagaimana jika Anda misalnya sudah kadung seperti itu? Ya, solusinya adalah memafkan diri sendiri atas kesalahan yang pernah dilakukan DAN JANGAN ULANGI LAGI. Contoh, misalnya Anda adalah seorang pegawai yang sering telat datang ke kantor dan membuat teman-teman kantor merasa direpotkan. Anda jadi merasa tidak enak dan malu karena wajah teman-teman kantor yang membuat Anda merasa bersalah. Segeralah minta maaf pada teman-teman kantor Anda dan minta maaf pula pada diri sendiri atas kelalaian tersebut. Biarkan teman-teman Anda memaafkan atau tidak, yang penting Anda memafkan diri sendiri terlebih dahulu. Lalu tahu dari mana kita bahwa diri sendiri sudah memafkan kita? Ya, itu akan terasa ketika Anda tidak lagi melakukan kesalahan serupa kecuali ada alasan yang dapat dimaklumi. Percayalah, ketika Anda tidak lagi melakukan kesalahan yang serupa, Anda akan berdamai dengan diri sendiri. Merasa tenang dan tentram serta jauh dari perasaan rendah diri.

Contoh lain adalah ketika Anda merasa gagal menjadi anggota keluarga yang baik karena pernah melakukan kesalahan yang mencoreng nama baik keluarga. Anda mulai merasa bersalah, rendah diri dan selalu teringat akan kesalahan tersebut sampai membuat Anda stress. Anda mulai berpikir bahwa keluarga dan lingkungan tidak lagi mau menerima diri Anda sebagaimana mestinya (padahal belum tentu begitu). Akhirnya Anda mengurung diri, menjadi tertutup dan sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain (mungkin dengan orang yang senasib bisa jadi teman curhat). Akhirnya hubungan dengan keluarga dan lingkungan jadi kurang baik dan relasi Anda jadi sedikit. Padahal agama menyarankan untuk memperpanjang tali silaturahmi. Kalau sudah begini, Anda akan terkena 2 kerugian yakni kerugian dunia dan kerugian akhirat. Kerugian dunianya berupa sedikitnya relasi dan kerugian akhiratnya Anda terkena dosa karena tidak menjalankan perintah agama. Maka dari itu, mari kita memaafkan diri sendiri atas kesalahan yang perna kita lakukan dan berjanji untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi.

I’m not a perfect person
There’s many things I wish I didn’t do
But I continue learning
I never meant to do those things to you
And so, I have to say before I go

That I just want you to know, I’ve found out a reason for me
To change who I used to be
A reason to start over new And the reason is you

Anda bisa dengarkan musik dan lihat videoklip-nya lewat Youtube supaya pesan-pesannya lebih mudah untuk diterima.

Sumber: Buku Kelas Bunglon

One thought on “The Reason

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest