Mengupas Tes Psikologi Rorschach Dan Kontroversinya

Mengupas tentang tes psikologi Rorschach dan kontroversinya – Dalam bidang psikologis, kondisi kejiwaan dan membaca pikiran seseorang dapat diketahui dengan melakukan tes psikologi. Selain itu dengan melakukan tes psikologi, bisa juga menganalisa tingkat kecerdasan dan kepribadian yang dominan dalam diri seseorang baik yang memiliki sifat terbuka maupun yang memiliki sifat tertutup.

Dalam tes psikologi, ada berbagai macam jenis tes yang biasanya digunakan untuk mengetahui kepribadian, salah satunya yang paling terkenal adalah tes Rorschach. Tes Rorschach merupakan metode tes psikologi dengan menggunakan media penguji berupa bercak tinta pada kertas untuk mengetahui kepribadian seseorang. Sebagai tes yang paling terkenal, tes Rorschach pun memiliki sejarah awal kemunculannya yang akan dibahas sebagai berikut.

Sejarah terciptanya tes Rorschach

Semula tes Rorschach terinspirasi dari seorang Justinus Kerner yang melihat berbagai respon yang berbeda dari seseorang saat menghadapi sebuah berkas tinta. Kemudian dikembangkan oleh Herman Rorschach dan para ilmuwan dengan melakukan penelitian menggunakan bercak tinta. Kumpulan hasil dari penelitian dan gagasan para ilmuwan mengenai metode bercak tinta diterbitkan menjadi Buku Rorschach pada tahun 1921.

Herman Rorschach adalah seorang psikolog yang berasal dari Negara Swiss, tepatnya dari Zurich. Setelah beberapa bulan diterbitkannya Buku Rorschach, Herman Rorschach meninggal dunia di usia 37 tahun. Untuk mengembangkan metode ini Herman biasanya mengerjakan pola respon yang rumit. Sepeninggalan Herman Rorschach, tes Rorschach berangsur mulai dikenal dan memiliki tempat dalam tes kepribadian. Tidak hanya itu tes ini pernah menjadi pilihan utama pada tahun 1940-1950 dalam psikologis klinis.

Tahapan dalam tes Rorschach

Tes Rorschach
Tes Rorschach

1. Performance Proper (PP)

Tahap awal melakukan metode ini adalah dengan menunjukkan 10 kartu bercak tinta yang terstandarisasi kepada pasien dengan berurutan dan posisi tegak. Pasien diberikan kebebasan menjawab dengan spontan dan tanpa tekanan. Kemudian tester mencatat seluruh jawaban. Selain itu tester juga mencatat reaksi pasien seperti ekspresi wajah dan perilakunya.

2. Inquiry

Mengajukan pertanyaan yang umumnya bersifat klarifikasi dan netral kepada pasien. Tujuannya untuk memberikan skor yang tepat atas jawaban yang diberikan. Tester harus mencatat semua jawaban dengan teliti.

Pada tahap pertama adalah inquiry untuk lokasi. Tester menanyakan lokasi, yaitu bagian bercak yang menjadi dasar pasien memberikan jawaban. Tester bisa meminta pasien untuk melingkari atau menggambar bagian tersebut.

Tahap kedua adalah inquiry determinan, yaitu bagaimana pasien melihat bercak sehingga bisa memberikan jawaban. Mungkin ia melihat bercak dari bentuk, warna, shading, atau ia melihat bercak tersebut sesuatu yang bergerak.

Terakhir inquiry untuk isi, namun sebenarnya inquiry ini tidak diperlukan jika tester sudah cukup jelas dengan konsep jawaban pasien. Jika tester masih ragu, hal ini bisa digunakan. Misalnya bertanya tentang definisi dari makhluk. Pertanyaan ini untuk memahami bahwa makhluk tersebut berbentuk manusia atau hewan.

3. Analogy

Tahap opsional atau disebut juga follow up inquiry. Dalam tahap ini hanya melihat respon yang diberikan oleh pasien tanpa memberi skor. Dan hanya dicatat secara kualitatif diinterpretasi yang dikemukakan dalam hasil observasi.

4. Testing the limit

Tahap terakhir dalam tes Rorschach pada umumnya menggunakan 3 teknik untuk mencapai hasil analisa akhir. Seperti melakukan prosedur asosiasi bebas, teknik pembentukan konsep, dan juga prosedur suka tidak suka.

Meskipun tes Rorschach sudah terkenal, metode ini tidak luput dari kontroversi yang mengiri perkembangannya. Berikut kontroversi yang pernah dialami :

Kontroversi tes Rorschach

1. Sebagai karya yang tidak diakui

Kala itu sang penerbit buku pernah mempertanyakan mengenai ilustrasi Rorschach, dan juga para rekan kerja Herman tidak menganggap metode ini bermakna atau bernilai. Bahkan biaya produksi kartu ilustrasi dibayar oleh Herman sendiri.

2. Terinspirasi dari permainan anak-anak

Penggunaan bercak tinta pada kertas sebagai media penguji, menyerupai permainan seni gambar anak dengan noda tinta pada akhir abad ke 19.

3. Bercak tinta tidak pernah berubah

Dari awal kemunculannya hingga sekarang bercak tinta sebagai ilustrasi tidak pernah berubah ataupun dimodifikasi.

4. Hasil tidak valid

Hasil dari tes ini belum bisa dipastikan akurat karena bisa saja 2 psikolog mengambil kesimpulan yang berbeda padahal pasien memberikan reaksi yang sama.

5. Metode pemberian skor

Pada tahun 1950 sampai 1960-an tes Rorschach dikritik karena tidak memiliki standar dalam pemberian skor kepada pasien.

Setelah mengupas tentang tes Rorschach dan kontroversinya, sekarang kita tahu bahwa popularitas metode ini beriringan dengan berbagai kontroversi yang menghalangi perkembangannya. Tetapi kontroversi tersebut semakin lama semakin tenggelam dan tes Rorschach masih dipergunakan dalam tes kepribadian terutama kepribadian yang tersembunyi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest