Apa saja Tanda-Tanda Abussive Relationship?

Abbusive relationship merupakan hubungan tidak sehat yang melibatkan kekerasan baik dalam bentuk mental maupun fisik. Pasangan yang memiliki hubungan semacam ini tentu akan sangat merugikan. Penderita dapat mengalami gangguan mental seperti depresi, tidak bahagia, ataupun bentuk kekerasan fisik yang sangat menyakitkan. Oleh karena itu perlu untuk mengetahui tanda-tanda abussive relationship agar dapat mengantisipasinya sebelum terjadi.

Berikut Tanda Abusive Relationship yang Perlu Diketahui

1. Selalu terjadi pertengkaran

Sebuah pertengkaran memang wajar terjadi pada sebuah hubungan. Namun apabila Anda bersama pasangan memiliki frekuensi pertengkaran yang cukup sering, maka hal tersebut dapat menjadi salah satu tanda abussive relationship. Dalam pertengkaran, akan terdapat satu pihak yang mendominasi, sehingga akan mengintimidasi pasangannya. Hal ini didasari oleh keinginan untuk menang dalam suatu pertengkaran, bukannya mencari titik tengah.

Pelaku seringkali akan memaksakan pendapatnya pada pasangannya. Sehingga konflik pendapat antara keduanya pun terjadi. Pelaku biasanya akan melakukan segala cara agar pasangannya patuh. Hal inilah yang menyebabkan potensi terjadinya kekerasan baik secara verbal maupun fisik.

2. Pasangan yang posesif

Pernahkah anda memiliki pasangan posesif yang selalu ingin tahu tentang keberadaan Anda? Jika iya, hati-hati, karena hal tersebut dapat memicu adanya abbusive relationship. Menurut profesor Lori Ahn Post, “Psychological abuse dapat membuat pasangan menjadi posesif secara berlebihan”. 

Psikolog Gail Saltz juga menambahkan “Pasangan yang membuat Anda menciptakan jarak dalam persahabatan, hubungan keluarga, dan lainnya dengan mengungkapkan kecemburuan dan perasaan tidak suka ketika Anda bersama orang-orang tersebut juga merupakan tanda hubungan yang tidak sehat”.

3. Pasangan yang berubah dengan cepat

Pasangan yang dapat berubah dengan cepat contohnya adalah ketika di suatu waktu ia menjelek-jelekkan cara berpakaian Anda, penampilan, dan perilaku yang tentunya akan membuat rasa percaya diri menurun. Namun di suatu waktu ketika ia merasa kehilangan, ia akan berubah dari sebelumya, seperti memperlakukan Anda dengan lebih halus. Hal ini dapat terjadi karena ia ingin melakukan kontrol terhadap pasangannya.

Jika hal ini selalu berlangsung dalam sebuah hubungan, maka dapat mengakibatkan abussive relationship. Contohnya terkait perkataan yang diucapkan untuk merendahkan Anda seperti “Pakaianmu jelek, tidak pantas” atau sebagainya, jika terjadi secara terus menerus akan mengakibatkan pasangan mengalami masalah mental contohnya hilangnya kepercayaan diri.

4. Takut berbicara dengan pasangan

Apabila pasangan Anda posesif dan seringkali tidak menghormati kehidupan pribadi Anda contohnya lingkup pertemanan atau keluarga, ada baiknya untuk dibicarakan. Utarakan pendapat bahwa tindakan yang dilakukannya tersebut menyebabkan Anda merasa tidak nyaman. Jika Anda masih merasa nyaman berbicara atau mengungkapkan pendapat kepadanya, maka hal tersebut tidak mengapa.

Namun berbeda halnya apabila Anda tidak berani berbicara pada pasangan karena suatu hal tertentu. Jika timbul rasa tidak nyaman, atau takut ketika akan berbicara pada pasangan terkait suatu masalah. Hal tersebut dapat mengindikasikan tanda-tanda munculnya abussive relationship. Karena pada pasangan yang sehat, mereka akan merasa nyaman satu sama lain walaupun ketika sedang membahas suatu masalah yang terjadi.

Itulah dia empat tanda abussive relationship. Terdapat beberapa pasangan yang justru tidak menyadari bahwa ia sedang menjalani hubungan yang tidak sehat. Hal tersebut biasanya terjadi karena beberapa alasan contohnya penyangkalan, rasa takut, dan ketergantungan antara satu sama lain. Untuk lebih mudah mengetahui apakah sebuah hubungan sehat atau tidak, Anda dapat menanyakannya kepada kerabat atau sahabat terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest