Ternyata Sikap Skeptis Juga Punya Manfaat Lho!

Skeptis adalah sikap kurang percaya atau ragu-ragu dalam berbagai hal yang belum terbukti kebenarannya. Lalu terbentuk suatu pemikiran yang dinamakan skeptisisme. Seseorang yang skeptis membutuhkan bukti kongkrit agar bisa mempercayai suatu hal.

Seseorang yang skeptis akan selalu mencerna informasi yang didapatkan secara logis, bukan dengan keyakinan yang tidak berdasar. 

Sikap skeptis juga menimbulkan pemikiran negatif seperti mencari celah kesalahan, melihat segala hal dari sudut pandang terburuk, dan kemungkinan terburuk. 

Dampak negatif bersikap skeptis

  1. Tidak mudah percaya kepada orang lain sehingga memiliki hubungan sosial yang buruk
  2. Membuang banyak kesempatan dan peluang karena terlalu banyak berpikir
  3. Lama dalam mengambil keputusan
  4. Overthinking
  5. Sulit keluar dari zona nyaman sehingga sulit mencapai kesuksesan
  6. Berpikir negatif dengan keberhasilan orang lain
  7. Dapat menyebabkan gangguan kecemasan seperti Anxiety disorder

Sebenarnya sikap skeptis hanya bertujuan untuk menemukan kebenaran melalui bukti yang nyata dan masuk akal sebelum mempercayai suatu hal.

Oleh karena itu sikap skeptis tidak selalu negatif, tetapi juga mempunyai manfaat.

Bentuk sikap skeptis yang bermanfaat

1. Penuh rasa curiga

Dalam buku Don’t Believe Everything You Think yang ditulis Thomas Kida, memberikan pemahaman bahwa begitu mudahnya kita dibodohi dan pentingnya berpikir skeptis.

Berpikir skeptis bisa diterapkan dalam berbagai hal misalnya dalam memilih pemimpin atau mengambil suatu keputusan. Anda harus bisa mencari sebuah fakta kebenaran sebelum memutuskan suatu hal. Misalnya dengan mempertanyakan atas dasar apa mereka berpikir seperti itu?bukti atau penelitian apa yang memperkuat hal tersebut ?bukti atau penelitian apa yang membantah hal tersebut?

2. Tidak mudah terpengaruh

Seseorang yang berpikir skeptis mempercayai sesuatu berdasarkan bukti yang ada. Oleh karena itu pemikir skeptis tidak akan terpengaruh orang lain hanya dengan pendapat pribadi seorang.

4. Tidak mudah percaya

Berita atau iklan yang beredar di media dapat menjadi doktrin dan propaganda. Hal itu dapat mempengaruhi dan mengontrol cara berpikir Anda.

Jangan mudah percaya dengan apa yang diberitakan. Berpikirlah apakah hal tersebut masuk akal dan disertai bukti atau data yang kuat.

5. Berpikir dengan logika dan intuisi

Meragukan dan percaya adalah pikiran dasar manusia saat menanggapi suatu pendapat atau berita. Seseorang menjadi pemikir yang baik saat ia berpikir tentang keraguan dan kepercayaan dengan logika dan intuisi.

6. Jadilah oposisi

Menjadi oposisi yaitu menempatkan diri sebagai pihak yang bertentangan dengan argumen yang ada. Dengan begitu Anda bisa lebih memahami suatu argumen dari sudut pandang berbeda untuk selanjutnya menentukan keputusan.

7. Tidak memihak

Saat ada dua belah pihak yang beradu argumen, sebaiknya Anda tidak memihak siapa pun. Cari fakta dan apa yang mendasari mereka yakin terhadap argumen yang dikatakan.

Ternyata sikap skeptis punya banyak manfaat dibalik pikiran negatif yang ditimbulkan. Tetapi jika berlebihan akan dapat menghalangi Anda menuju kehidupan yang lebih baik. Seperti buruknya hubungan dengan orang lain dan menghambat diri Anda untuk maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest