Sindrom Erotomania, Gangguan Delusi Karena Cinta

Setiap orang yang jatuh cinta pasti merasakan kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Apalagi jika orang yang dicintai memberikan sinyal bahwa ia juga mencintai Anda. Namun apakah hal itu nyata atau hanya ada dibenak Anda semata? Jika hal itu tidak nyata, bisa jadi Anda terkena sindrom erotomania.

Apa itu sindrom erotomania?

Sindrom erotomania adalah gangguan psikologi langka dimana seseorang merasa yakin dicintai orang yang disukai, meskipun sebenarnya hal itu bertolak belakang dengan kenyataannya. Gangguan mental itu juga disebut dengan De Clerambault Syndrome. Diambil dari nama psikiater asal Prancis yang bernama Gaetan Henri Alfred Edouard Leon Marie Gatian De Clerambault.

Penderita gangguan ini kebanyakan dialami wanita yang merasa kurang menarik, suka menyendiri dan jarang menghadapi kontak seksual. Namun orang yang disukai memiliki status sosial yang tinggi, terkenal, dan kaya raya. Jika pria yang mengalami sindrom ini, biasanya akan memiliki perilaku lebih agresif hingga yang lebih parah bisa melakukan tindak kekerasan. 

Penderita erotomania akan mengalami delusi dan lebih bersemangat secara fisik dan mental sehingga terkadang berperilaku tidak rasional.

sindrom erotomania
Seseorang mengalami sindrom erotomania

Ciri – ciri penderita sindrom erotomania

Sebenarnya berpikir bahwa seseorang mencintai Anda, tidak serta merta membuat Anda divonis menderita sindrom erotomania. Berikut ini adalah beberapa parameter seseorang terindikasi menderita gangguan erotomania.

1. Seseorang merasa orang yang dicintai jatuh cinta terlebih dahulu kepada dirinya.

2. Seseorang merasa orang yang dicintai mendekati dirinya lebih dahulu.

3. Membicarakan orang yang disukai terus-menerus.

4. Orang yang dicintai memiliki kasta lebih tinggi seperti artis, kakak kelas, atasan di tempat kerja, atau orang yang populer.

5. Berpikir bahwa perilaku dan perhatian orang yang disukai sebagai rasa cinta, padahal menurut orang lain, hal itu biasa.

6. Memiliki banyak alasan sebagai pembenaran bahwa seseorang mencintai dirinya.

7. Mencari informasi mengenai orang yang dicintai melalui internet, mengirim surat atau hadiah sehingga melupakan kegiatan penting lainnya.

8. Biasanya kondisi ini berlangsung lama, tetapi juga bisa dalam waktu singkat dengan perilaku yang melewati batas, seperti menguntit, melakukan manipulasi, kebohongan, dan tindak kekerasan.

Tanda-tanda secara fisik mirip seperti gangguan depresi, skizofrenia, bipolar, skizoafektif yaitu :

1. mengalami gangguan tidur.

2. bersemangat pada waktu tertentu.

3. beraktivitas berlebihan.

4. berbicara banyak hal dalam waktu yang singkat.

Biasanya gejala ini berlangsung mendadak dan dalam waktu singkat.

Pengobatan penderita erotomania

Penderita erotomania sering melakukan tindakan diluar batas untuk mencapai obsesi memiliki orang yang dicintai. Tak jarang ia melakukan kekerasan, pelecehan, dan menguntit terhadap targetnya. Jika dibiarkan bisa merugikan dan membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

Perlu penanganan yang tepat oleh psikolog atau psikiater sesuai gejala yang dialami. Biasanya pengobatan akan fokus pada gejala delusi dan psikosis.

Obat yang sering diresepkan adalah antipsikotik klasik seperti pimozide. Bisa juga diganti dengan obat lain yang lebih efektif mengatasinya. Disamping itu juga dikombinasikan dengan psikoterapi seperti terapi perilaku kognitif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest