Psikologi Warna: Pengaruh Warna Terhadap Manusia

Warna merupakan komponen yang dapat mempengaruhi manusia secara psikologis. Bahkan seorang psikolog ternama Carl Gustav Jung juga menyebutkan bahwa warna dapat menjadi alat psikoterapis. Ini karena setiap warna memiliki maknanya masing-masing, bukan sekedar hasil alamiah. Studi terkait pengaruh warna terhadap manusia pun telah banyak dilakukan. Berikut beberapa fakta psikologi warna yang perlu diketahui.

Pengaruh Warna Bagi Psikologi Manusia

1. Memengaruhi suasana hati

Setiap warna memiliki panjang gelombangnya masing-masing. Tanpa disadari, hal tersebut ternyata dapat mempengaruhi suasana hati seseorang karena ia mampu memaknainya sendiri. Misalnya warna merah, yang dapat dimaknai sebagai kemarahan dan bahaya. Selain itu warna merah juga dapat memberikan energi dan semangat.

2. Sebagai alat komunikasi non verbal

Pemberian warna pada suatu objek juga dapat menjadi alat bantu komunikasi non verbal. Sebagai contoh, tentu banyak ditemukan rambu-rambu lalu lintas dengan warna-warna tertentu, seperti kuning, merah, dan biru. Pemilihan warna tersebut tidak secara asal, tetapi berdasarkan pemaknaan yang dapat mudah dipahami oleh banyak orang. Ini membuat warna dapat menjadi alat komunikasi non verbal yang efektif.

3. Memicu daya tarik

Fakta psikologi warna selanjutnya adalah, warna dapat memberikan daya tarik tersendiri. Seperti diketahui, setiap warna memiliki maknanya masing-masing. Contohnya biru yang dimaknai sebagai ketenangan, merah muda menggambarkan romantisme, kuning menyiratkan keceriaan, dan lain sebagainya. Maka dari itu permainan warna sangat dianggap penting untuk memberikan kesan bagi penikmatnya.

4. Memiliki energi

Setiap warna memiliki energinya masing-masing. Energi inilah yang kemudian dapat memberikan perubahan suasana hati pada seseorang. Warna merah yang mencuatkan energi tinggi penuh semangat akan cocok ditempatkan pada suatu acara seperti perlombaan. Warna oranye juga diketahui dapat memberikan energi ketertarikan. Tak jarang sebuah brand memakai warna oranye guna menarik hati konsumen.

5. Warna hangat memberikan kegembiraan

Psikologi warna juga membahas terkait kategori warna, yaitu warna hangat dan warna dingin. Warna hangat diketahui dapat memberikan rangsangan pada seseorang untuk bahagia, juga menimbulkan kesan optimis. Namun sebaliknya, warna hangat pun bisa saja berdampak negatif. Mampu memicu seseorang untuk bertindak agresif, mudah marah, serta reaksi emosional berlebihan. Contoh warna-warna hangat meliputi merah dan oranye.

6. Warna dingin menghasilkan ketenangan

Berbeda dengan warna hangat, psikologi warna dingin dapat memberikan rangsangan pada seseorang untuk menjadi lebih tenang. Warna dingin, seperti hijau dan biru akan sesuai dipergunakan pada tempat-tempat yang membutuhkan kesan kesejukan. Sisi negatif dari warna dingin sendiri adalah dapat melambangkan ekspresi kesedihan.

7. Kombinasi hangat dan dingin mengekspresikan kreativitas

Warna ungu, yang merupakan perpaduan antara warna hangat dan dingin, yaitu merah dan biru merupakan ekspresi kreativitas. Ungu juga digambarkan sebagai warna yang lekat dengan kesan elegan dan kecantikan. Penempatan warna ungu pada sebuah brand juga dapat memberikan kesan perusahaan yang aman dan sehat.

Itulah pembahasan singkat mengenai psikologi warna yang berpengaruh pada manusia. Penting bagi setiap orang, apalagi yang berkecimpung dalam dunia kreatif dan selalu bergumul dengan pemilihan warna, untuk memperhatikan penggunaannya. Karena pilihan warna pada suatu objek berarti memberikan identitas sekaligus pemaknaan terhadapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest