Mengenal Pseudobulbar Affect, Kondisi yang Menyebabkan Seseorang Tertawa Sambil Menangis

Pernahkah Anda mengalami atau menjumpai seseorang yang tertawa sambil menangis? Ternyata, kondisi ini disebabkan oleh gangguan saraf atau dikenal dengan pseudobulbar affect. Lantas bagaimana hal ini bisa terjadi dan apa saja faktor yang menyebabkan seseorang menangis sambil tertawa?

Apa itu Pseudobulbar Affect?

Secara sederhana, pseudobulbar affect adalah masalah di otak yang menyebabkan Anda tertawa atau menangis tanpa alasan.

Dilansir Simental dari laman Mayoclinic, pseudobulbar affect adalah suatu kondisi yang ditandai dengan episode ‘tiba-tiba’ yang tak terkendali. Pseudobulbar affect sering dialami pada orang dengan keadaan neurologis tertentu, yang bisa memengaruhi cara otak dalam mengatur emosi.

Jika Anda memiliki pseudobulbar affect, Anda akan merasakan emosi dengan normal, tetapi terkadang Anda akan mencurahkan emosi dengan cara yang berlebihan atau tidak pantas, termasuk tertawa sambil menangis. Dampaknya, keadaan tersebut bisa memalukan dan mengganggu Anda dalam kehidupan.

Jangan Lewatkan:  Kenali Perilaku Ghosting Dan Cara Menghadapinya

Ketika Anda mengalami kondisi ini, mungkin Anda akan secara tiba-tiba mengeluarkan air mata atau tawa yang bisa datang entah dari mana. Perilaku ini biasanya tidak ada hubungannya dengan apa yang Anda lakukan atau rasakan atau menjadi sesuatu yang tidak bisa Anda kendalikan.

Gejala Pseudobulbar Affect

Dikutip dari University of Michigan Health, gejala yang dirasakan oleh penyintas pseudobulbar affect, termasuk:

– Tiba-tiba menangis atau tertawa tanpa alasan. Ketika perilaku Anda tidak sinkron dengan orang-orang di sekitar Anda, itu bisa memalukan atau menjengkelkan. Hal tersebut juga akan membuat stres ketika perilaku Anda mengganggu orang lain.

– Mengalami kesulitan mengendalikan durasi atau intensitas Anda saat tertawa atau menangis.

Jangan Lewatkan:  Jangan Anggap Remeh! Inilah Efek Psikologis Bullying di Media Sosial

– Merasa tidak ada kelegaan yang biasa dirasakan setelah menangis atau tertawa.

Gejala pseudobulbar affect yang serius dapat mengakibatkan rasa malu, antisosial, kecemasan dan depresi. Keadaan ini tentu saja dapat mengganggu Anda untuk bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari.

Terapi dan Obat Untuk Pseudobulbar Affect

Pseudobulbar affect sering tidak terdeteksi atau dianggap sebagai gangguan mood. Namun, setelah didiagnosis oleh profesional, pseudobulbar affect dapat dikelola dengan obat-obatan, sehingga penyintas akan merasakan perubahan yang lebih baik jika diterapi dengan tepat.

Beberapa jenis obat-obatan yang mungkin akan diresepkan oleh dokter atau psikiater adalah obat antidepresan, biasanya dalam dosis yang lebih rendah daripada untuk pengobatan depresi, serta dekstrometorfan dan quinidine (Nuedexta). Selain pengobatan,  dukungan dari orang sekitar juga sangat membantu.

Pseudobulbar affect biasanya terjadi pada orang dengan kondisi atau cedera neurologis, termasuk:

Jangan Lewatkan:  Anak Idolakan dan Meniru Artis, Bagaimana Menyikapinya?

– Stroke

– Cedera otak traumatis

Penyakit alzheimer

Penyakit Parkinson

Pada penelitian lebih lanjut, pseudobulbar affect dipercaya melibatkan cedera pada jalur neurologis yang mengontrol emosi dan ekspresi.

Kapan Harus Pergi ke Ahli?

Jika Anda merasa menderita  pseudobulbar affect, segera konsultasikan keadaan Anda sebenar-benarnya kepada ahli. Beberapa ahli yang dapat membantu menangani gangguan ini yaitu neuropsikolog, ahli saraf, dan psikiater.

Kuat dugaan banyak kasus pseudobulbar affect yang kurang mendapat perhatian dan tidak terdiagnosis. Hal itu karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang kondisi tersebut. Padahal, jika tidak diterapi dengan tepat, kondisi tertawa sambil menangis ini tentu mengganggu kelangsungan hidup sehari-hari.

 

Sumber: 

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pseudobulbar-affect/symptoms-causes/syc-20353737

https://www.uofmhealth.org/health-library/abr9139

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest