Mengenal Tokoh Psikologi Carl Jung

Selain Sigmund Fraud, tokoh psikologi yang terkenal adalah Carl Gustav Jung atau yang akrab disapa Carl Jung. Carl Jung ini merupakan seorang psikolog yang berasal dari Swiss. Dimana sebagai pelopor yang mempelajari tentang kehidupan batin seseorang yang berguna untuk memahami perilaku. Jika anda mengenal introvert dan ekstrovert, maka hal itu merupakan hasil pemikiran dari psikolog satu ini. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya berikut.

Siapakah Tokoh Psikolog, Carl Jung ?

Carl Jung lahir dari pasangan orang tua yang bernma Paul dan Emilie Jung. Beliau lahir di Keswill, Swiss pada tanggal 26 Juli 1875 yang merupakan anak satu-satunya dari pasangan tersebut. Carl Jung sendiri dikenal sebagai seorang anak yang memiliki karakter penyendiri. Ditambah lagi nasibnya yang tragis saat Jung masih menginjak usia kanak-kanak, hal ini dikarenakan ibunya harus menderita gangguan mental.

Saat menginjak usia dewasa, Jung pun lebih menunjukkan minatnya pada dunia yang berhubungan dengan filsuf. Hal ini terlihat pada proses perkembangannya, dimana Jung cenderung mempelajari dunia filsafat daripada menjadi pendeta seperti ayahnya. Pada tahun 1900, Carl Jung lulus dari University of Basel dan kemudian melanjutkan pendidikan ke University of Zurich untuk mendapatkan gelar M.D dan Ph.D.

Jika anda sering mengatakan bahwa diri anda memiliki kepribadian introvert dan ekstrovert, maka anda juga harus mengenali siapa pencetus dari istilah psikologi tersebut. Hal ini pertama kali dicetuskan oleh Carl Jung dalam bukunya yang berjudul Psychologische Typen. Pengelompokan tersebut didasarkan oleh Jung berdasarkan pada bagaimana manusia memperoleh gairahnya.

Kepribadian introvert pada umumnya merujuk pada kepribadian seseorang yang suka menyendiri, pendiam dan suka merenung. Sedangkan untuk ekstrovert sendiri merupakan kebalikan dari introvert, dimana kepribadian ini lebih terbuka, suka dengan keramaian dan senang bergaul.

Tokoh psikolog yang memiliki kata-kata terkenal seperti, “Kata kebahagiaan akan kehilangan makna jika tidak diimbangi oleh kesedihan” ini menjadi salah seorang yang memiliki ketertarikan terhadap pikiran manusia yang menyebabkan krisis pada kepribadiannya sendiri. Jung bahkan sering berhalusinasi dengan mendengar dan melihat hal-hal yang aneh.

Sumber:
www.idntimes.com: 7 Fakta Kehidupan Carl Jung, Sang Pencetus Psikologi Analitis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest