Hati-Hati! Post Power Syndrome Sering Dialami Pensiunan

Post power syndrome sering dialami oleh seseorang yang sudah mulai memasuki masa pensiun. Pada umumnya post power syndrome dialami oleh seseorang yang memiliki kekuasaan atau jabatan tinggi saat bekerja. Kehilangan ‘power’ inilah yang membuat mereka mengalami sindrom tersebut.

Apa itu post power syndrome?

Post power syndrome sering juga disebut sindrom pasca kekuasaan adalah seseorang yang tidak atau belum bisa menerima kenyataan bahwa ia kehilangan kekuasaan yang dimilikinya. Misalnya saat bekerja ia memiliki jabatan. Sindrom ini bisa dialami oleh semua orang. Namun paling sering dialami seseorang yang telah memasuki masa pensiun.

Seseorang yang mengalami Post power syndrome dahulu saat bekerja sangat aktif dan memiliki peran sangat penting dalam perusahaan. Pergantian dari bekerja menjadi tidak bekerja inilah membuatnya menjadi tidak siap menerima perubahan. Selain itu faktor lain saat pensiun sehingga mempengaruhi penderita adalah hilangnya harta dan interaksi sosial.

Jangan Lewatkan:  Hari Ibu Internasional, Pahami Sindrom Baby Blues dan Depresi Pasca Melahirkan

Penyebab post power syndrome

Semua orang bisa mengalami sindrom ini. Namun para lansia yang paling rawan mengalaminya. Apalagi jika pensiunan tersebut dulunya aktif, gila kerja dan kekuasaan, ingin dihormati dan diakui, memaksakan kehendak, dan suka mengontrol.

Berikut ini beberapa penyebab pensiunan terkena post power syndrome

  • Pensiunan hanya memiliki keterampilan satu bidang saja sehingga ia merasa bingung setelah tidak bekerja.
  • Berpikir jika pencapaian yang diraih selama ini hilang percuma. 
  • Khawatir jika orang-orang yang pernah bekerja kepadanya akan berbuat jahat padanya. 
  • Merasa diremehkan orang-orang. 
  • Cemas tidak bisa membiayai kehidupan setelah tidak memiliki pendapatan.

Gejala post power syndrome

Permasalahan utama post power syndrome adalah tidak siap menerima perubahan yang terjadi. Penderita akan mengalami beberapa gejala seperti berikut ini.

  • Mudah marah
  • Mudah tersinggung
  • Depresi
  • Sering mengkritik orang lain
  • Ingin selalu menang saat berdebat
  • Tidak suka dibantah orang lain
  • Menghindari bertemu orang
  • Menceritakan keberhasilannya dan pencapaiannya di masa kejayaannya
Jangan Lewatkan:  Sindrom Erotomania, Gangguan Delusi Karena Cinta

Ada beberapa gangguan yang bisa dialami penderita post power syndrome diantaranya:

Gangguan fisik

Tidak bergairah menjalani kehidupan dan sering sakit-sakitan.

Gangguan emosional

Menjadi mudah marah, tersinggung, dan tidak suka dikritik orang lain.

Gangguan perilaku

Menjadi lebih pendiam atau justru banyak membicarakan tentang pencapaiannya yang dulu.

orang-orang terdekat di sekitarnya pasti bisa merasakan perubahan drastis perilaku penderita post power syndrome. Tak jarang hal ini membuat kesal atau tersinggung. Memang wajar jika perilaku post power syndrome membuat orang disekitar merasa kesal. Namun ingatlah jika perbuatan itu bisa membuat masalah semakin besar.

Menghadapi seseorang dengan post power syndrome

Bagi Anda yang memiliki kedekatan dengan orang yang mengalami post power syndrome jangan meninggalkannya sendirian. Ia belum terbiasa dengan posisinya saat ini karena ia kehilangan semua keistimewaan yang dimilikinya dulu.

Lakukan hal berikut ini untuk menangani seseorang dengan sindrom pasca kekuasaan.

  • Memahami perubahan sikapnya.
  • Sering berkomunikasi dan berinteraksi.
  • Mengajak melakukan aktivitas positif seperti bergabung dengan komunitas baru, berolahraga, atau mengikuti kegiatan keagamaan.
  • Menjadi pendengar yang baik untuk mendengarkan cerita atau masalah yang dihadapi penderita.
  • Meminta saran kepada orang-orang yang dirasa lebih mengerti dengan keadaan tersebut asalkan sesuai dengan persetujuan penderita.
Jangan Lewatkan:  Kenali Penyebab Anak Menjadi Pendiam, Orang Tua Wajib Tahu!

Pendekatan yang dilakukan kepada setiap orang pasti berbeda-beda. Tentunya keluarga atau sahabat mungkin lebih bisa merangkul karena lebih memiliki kedekatan.

Jangan biarkan seseorang atau pensiunan sendirian karena bagaimanapun ia tetap berjasa dan mempunyai pengaruh dalam hidup Anda atau orang-orang disekitarnya.

 

Sumber :

https://www.sehatq.com/artikel/orang-terdekat-anda-alami-post-power-syndrome-rangkul-dengan-cara-ini
https://www.alodokter.com/post-power-syndrome-atau-sindrom-pascakekuasaan-ini-cara-mendampingi-penderitanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest