Polusi Udara Pengaruhi Kesehatan Mental

Saat ini di kota – kota besar tingkat polusi udara semakin tinggi. Apalagi beberapa waktu lalu terjadi kebakaran hutan yang menyebabkan semakin buruknya kualitas udara. Udara yang telah tercemar berbagai macam polutan dapat menggangu kesehatan jantung, paru – paru, otak, dan janin. Penyakit yang umum ditemukan seperti iritasi mata dan gangguan pernapasan beresiko menjangkit masyarakat sekitar. Tingkat polutan yang tinggi menyebabkan penyakit yang yang akut bahkan hingga kronis. Selain itu menurut penelitian polusi udara juga bisa membahayakan kesehatan mental serta dapat merusak perkembangan saraf dan fungsi kognitif.

Dikutip dari jurnal Lippincott Portfolio oleh Wolters Kluwer, kesehatan mental remaja lebih rentan mengalami kerusakan diakibatkan oleh partikel – partikel udara, dipublikasikan oleh Times of India.

Menurut penelitian dari Cincinnati Children’s Hospital, Ohio, Amerika Serikat menunjukkan bahwa anak – anak yang sering menghirup polusi udara rentan mengalami stres, kecemasan, bahkan bunuh diri.

Hasil penelitian tersebut publikasikan oleh Environmental Health Perspectives yang kemudian melakukan dua analisa. Pertama paparan asap dari kendaraan yang menyebabkan kecemasan pada anak. Kedua, paparan polusi yang tinggi dapat meningkatkan gejala depresi dan kecemasan pada anak umur 12 tahun.

Salah satu peneliti, Dr. Cole Brokamp mengatakan bahwa studi ini yang pertama menunjukkan hubungan antara tingkat polusi udara dengan peningkatan gangguan kejiwaan contohnya seperti kecemasan dan bunuh diri pada anak – anak.

Adapula penelitian lain tentang dampak polusi yang dilakukan kepada tikus laboratorium. Hasilnya polusi itu masuk melalui hidung, paru – paru, hingga otak.

Dr. Andrey Rzhetsky yang memimpin penelitian ini berhipotesis bahwa polutan dapat meracuni otak melalui neuroinflamasi yang menyebabkan tanda seperti depresi.

Beberapa penyakit mental kronis yang bisa menyerang adalah skizofrenia, alzheimer, gangguan kepribadian, bipolar, dan depresi. Polusi udara memang bukan satu satunya faktor yang mengakibatkan penyakit tersebut. Tetapi banyak ahli meyakini bahwa suasana lingkungan tempat tinggal terutama kualitas udara berperan dalam meningkatkan keparahan penyakit – penyakit itu.

Oleh karena itu untuk mengurangi polusi udara kita bisa melakukan beberapa hal. Seperti mengurangi merokok dan penggunaan kendaraan pribadi. Selain itu disarankan untuk melakukan aktivitas di tempat yang sedikit polusi. Jangan lupa menggunakan masker jika merasa udara di lingkungan sekitar tingkat polusinya tinggi.

Sumber :
www.dream.co.id : Waduh, Paparan Polusi Udara Bisa Bikin Depresi
detik.com : Polusi Udara Juga Berdampak pada Risiko Depresi
grid.id : Penelitian Membuktikan Bahwa Polusi Udara Sebabkan Depresi Bagi Orang yang Menghirupnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest