Serupa Tapi Tak Sama, Simak Perbedaan Depresi Dan Stres

Masih banyak orang yang berprasangka, jika stres dan depresi merupakan hal yang sama. Padahal kedua hal ini sangat berbeda, mulai dari sisi kesehatan maupun dari sisi penanganannya. Menurut para ahli, banyak penduduk dunia yang terkena gangguan tekanan mental seperti depresi atau stres tanpa mereka sadari. Kondisi tersebut memang tidak tampak secara fisik, namun berdampak besar dalam kehidupannya. Untuk mengenalnya lebih dalam, yuk ketahui perbedaan keduanya.

1. Depresi

Gangguan psikologis satu ini tidak bisa dianggap remeh, sebab penderita terlihat sehat secara fisik namun tidak dengan kondisi mentalnya. Ketika individu sedang mengalami gangguan mental, akan berdampak pada keseluruhan hidupnya. Perasaan bersalah dan merasa tidak berharga, membuat penderitanya tidak ingin melakukan aktifitas apapun. Bahkan untuk melakukan hobi yang disukai pun, penderita tidak merasakan kesenangan.

Kesedihan yang berlarut, menjadikan penderita memiliki hati yang hampa, kosong dan merasa hidupnya tidak berarti. Gangguan ini bisa muncul kapan saja tanpa adanya pemicu yang menyertainya. Gangguan ini membuat penderitanya merasa hidupnya kelam dalam waktu berkepanjangan. Semakin terlarut dalam pikirannya, penderita semakin diselubungi rasa kegagalan dalam hidupnya. Merasa gagal, membuatnya menyalahkan diri sendiri dan mematikan pecaya diri.

Karena terlalu banyak yang dipirkan, penderita akan kekurangan jam tidur atau sebaliknya. Di beberapa waktu kemudian, penderita akan sulit bangun dari tempat tidurnya. Sebab tidak ada gelora dalam diri untuk memandang masa depan. Tidak jarang pula, dirinya akan merasa pusing tanpa penyebab pasti. Cukup banyak penderita gangguan psikologis depresi yang akhirnya memutuskan untuk menyakiti dirinya sendiri ataupun mengakhiri hidupnya.

2. Stres

Dilihat dari ciri penderita stres, gejala yang ditimbulkan tidak sama dengan penderita depresi. Ketika seseorang mengalami stres, penderita akan merasa pusing berkala, tangan dan bibirnya bergetar, mulut terasa gersang dan sakit untuk menelan. Ketika terjadi suatu masalah, penderita stres akan mudah panik dan memiliki kekhawatiran berlebih. Menghadapi masalah yang ada, membuatnya susah bernafas dan seringkali memiliki nafas berat.

Perbedaan dari gangguan psikologis diatas, terlihat dari perbedaan masalah yang dihadapi dan panjang durasinya. Jika mengalami depresi, persoalan hidupnya memiliki bobot lebih besar daripada stres biasa. Penderita depresi akan mengalami gangguan walaupun tidak ada pemicunya. Ketika seseorang mengalami depresi cukup parah, keinginan bunuh diri pun semakin tinggi.

Sumber:
hellosehat.com: Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest