Penyebab & Manfaat Bicara Sendiri, serta Risikonya Bagi Kesehatan Mental

Apakah anda termasuk orang yang sering bicara sendiri ketika sedang berada di kamar? Jika iya, tak perlu khawatir akan gangguan kejiwaan. Bicara sendiri justru merupakan hal yang baik dilakukan demi menjaga kesehatan mental. Bahkan orang yang kerap berbicara sendiri dapat dikatakan cerdas. Untuk selengkapnya simak penyebab dan manfaat berbicara sendiri yang perlu diketahui sebagai berikut.

Penyebab Bicara Sendiri

Bicara sendiri sebenarnya merupakan hal yang wajar dilakukan. Mengingat pada masa kecil, manusia juga melalui tahap perkembangan kognitif berupa kemampuan verbal. Pandangan ini juga disetujui oleh psikolog yang menyatakan bahwa berbicara sendiri merupakan tahap perkembangan anak-anak yang mana menggunakan diri sendiri sebagai model utama. Maka sangatlah wajar bila sedari kecil manusia sudah terbiasa berbicara sendiri.

Berbicara sendiri secara tidak langsung dapat membantu meningkatkan kecerdasan kognitif melalui bahasa. Tak hanya itu, berbicara sendiri juga termasuk ke dalam proses berpikir yang melibatkan kreativitas, penyelesaian masalah, perhitungan, bahkan belajar mengenai citra diri. Aktivitas berpikir manusia inilah yang kemudian melahirkan kebiasaan bicara sendiri.

Beberapa Manfaat Bicara Sendiri yang Perlu Diketahui

1. Penyaluran emosi

Bicara sendiri merupakan cara efektif untuk menyalurkan emosi yang sedang dirasakan. Contohnya ketika seseorang sedang menggerutu akibat menunggu antrian lama, emosi yang dirasakan dapat lebih berkurang dari sebelumnya. Manfaat tersebut dapat dirasakan dengan baik jika dibarengi dengan pengontrolan diri.

2. Memberikan dorongan atau motivasi

Memberikan dorongan atau motivasi pada diri sendiri, seperti berkata “kamu pasti bisa” diketahui dapat meningkatkan motivasi seseorang. Penggunaan kata ‘kamu’ saat bicara sendiri diketahui dapat membuka pikiran terhadap perspektif yang lebih luas. Hal ini seolah-olah menggambarkan ada orang lain yang sedang menyemangati Anda. Pernyataan ini telah dibuktikan oleh peneliti Dr. Sanda Dolcos dari University of Illinois.

3. Meningkatkan fungsi otak

Pernahkan Anda kehilangan kunci motor lalu berbicara sendiri dan mencoba mengingat-ingat di mana letak kunci tersebut? Jika iya, itu merupakan cara otak bekerja agar lebih fokus terhadap apa yang sedang dikerjakan. Ketika berbicara sendiri, orang tersebut akan mengeluarkan kata atau clue verbal yang dapat berguna dalam proses mengingat atau memfokuskan sesuatu. Otak akan lebih mudah untuk fokus serta kapabilitas presepsi juga dapat meningkat.

4. Membantu penggalian memori

Sama halnya dengan peningkatan kinerja otak, bicara sendiri tentu juga dapat memaksimalkan penggalian memori. Hal ini dibuktikan pada sebuah eksperimen ilmiah, di mana peserta ditunjukkan 20 gambar yang berbeda, lalu diminta untuk menunjuk salah satu gambar saja. Gambar tersebut kemudian ditutup, lalu separuh peserta diminta untuk mencari letak gambar dengan bicara atau bersuara, sedangkan separuhnya tidak diperbolehkan.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peserta yang mencari letak gambar dengan berbicara sendiri dapat menemukan gambar lebih cepat sekitar 50 – 10 milidetik. Sedangkan peserta yang tidak diperbolehkan bersuara, dapat menemukan gambar lebih lambat yaitu sekitar 1 – 2 detik. Dari sini maka dapat disimpulkan bahwa berbicara sendiri dapat membantu seseorang dalam penggalian memori atau penyimpanan.

5. Mempersiapkan diri

Jika Anda pernah menjadi pembawa acara atau pemateri dalam sebuah kelas atau acara, persiapan tentu menjadi hal penting untuk dilakukan. Persiapan dapat berupa bicara sendiri di backstage. Hal ini dapat memberikan manfaat, seperti persiapan yang lebih matang serta pengurangan stres, grogi, atau kecemasan lainnya. Semakin sering Anda berlatih bicara sendiri, maka semakin matang pula persiapan Anda.

6. Mengklarifikasi pikiran dengan jelas

Jika Anda termasuk orang yang selalu dikelilingi banyak ide-ide atau pikiran, tak ada salahnya untuk membicarakannya pada diri sendiri. Pikiran-pikiran yang menumpuk justru akan mengakibatkan seseorang berpotensi stres. Bicarakan dengan diri sendiri terkait pikiran yang ada di benak Anda, hal ini akan membantu mengklarifikasi pikiran sehingga tidak menumpuk atau menjadi rumit. Semakin jelas gambaran yang ada di benak Anda tentunya akan memudahkan dalam proses berpikir.

Contohnya ketika sedang mengerjakan tugas lalu di otak Anda terdapat berbagai informasi yang saling bermunculan, maka hal tersebut dapat membuat Anda merasa bingung. Oleh karena itu, coba bicara sendiri dan mulai untuk menata informasi-informasi tersebut agar lebih terkonsep. Proses berpikir seperti ini akan memudahkan Anda dalam merencanakan sesuatu sekaligus dapat lebih terfokus.

Manfaat Bicara Sendiri Untuk Anak – Anak

Kebiasaan berbicara sendiri di waktu kecil juga diketahui memiliki beberapa manfaat, contohnya seperti:

  • Anak akan terbantu dalam memperkuat kosa kata
  • Belajar dalam mengamati, berkenalan, dan membiasakan diri
  • Meningkatkan kreativitas, dikarenakan seringkali memunculkan pertanyaan dan menjawabnya
  • Dapat menunjukkan kebijaksanaan anak

Bicara Sendiri Merupakan Ciri Orang Positif

Sadar atau tidak, setiap hari manusia sering bicara sendiri. Contoh sederhananya adalah ketika kesal akan terlambat sekolah atau kerja, maka akan terucap “Aduh aku akan terlambat”. Sama halnya ketika sedang mengeluh seperti “Aduh kenapa banyak sekali tugasku”, “Aku lapar”, “Aku mengantuk”, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut tentunya terlintas di pikiran terlebih dahulu, yang kemudian diutarakan untuk mengekspresikan apa yang dirasakan.

Berbicara sendiri diketahui dapat menjadi sebuah cara untuk mengembangkan pandangan positif terhadap diri sendiri. Hal ini dibuktikan oleh seorang pekerja psikoterapis dan sosial klinis, Liza Ferentz yang mengungkapkan bahwa “Berbicara pada diri sendiri itu penting, dikarenakan monolog batin dapat menginformasikan secara halus kedalam emosi dan pikiran serta pilihan untuk menentukan sikap selanjutnya.”

Otak manusia diketahui lebih mudah terpengaruh oleh informasi negatif. Inilah yang menjadikan sikap berpikir kritis dan mudah menghakimi seringkali terjadi. Oleh karena itu diperlukan pengembangan sikap positif dalam diri manusia itu sendiri. Dari sebuah penelitian oleh University of Lethbrige, ditemukan bahwa siswa yang terlibat dalam pembicaraan diri sanggup mengubah prespektif, reaksi, dan sikap mereka. Dari sini diketahui bahwa bicara sendiri sangat berperan dalam fungsi perspektif individu.

Ferentz juga pernah menyarankan seseorang agar membisikkan apa yang ada di dalam perasaan atau pikiran ketika sedang dalam kondisi terancam, terintimidasi, atau mengalami kejadian yang luar biasa. Hal ini dikarenakan ketika pembicaraan diri itu dilakukan, maka akan memberi keberanian atau kekuatan dalam menghadapi situasi-situasi yang menantang. Anda dapat mencoba mempraktekkannya kala menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari.

bicara sendiri, manfaat bicara sendiri, kesehatan mental, perilaku, kebiasaan, emosi, ekspresi,

Tanda-tanda Bicara Sendiri yang Justru Dapat Mengarah pada Gangguan Mental

Bicara sendiri memang diketahui dapat berdampak positif pada seseorang. Namun ternyata terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kegiatan tersebut justru mengarah pada abnormalitas. Beberapa ahli menyatakan jika berbicara sendiri disertai dengan keinginan buruk seperti menyakiti diri sendiri, hal ini patut diwaspadai.

Selain itu masalah mental lain dapat terjadi jika seseoarang membicarakan hal yang berulang-ulang pada diri sendiri. Contohnya adalah ketika meracau mantra dan kata-kata destruktif yang susah dihentikan. Hal ini dapat menjadi tanda bahwa individu sedang mengalami masalah emosi.

Itulah dia beberapa informasi terkait bicara sendiri. Seperti yang telah dijelaskan, berbicara sendiri tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Hal tersebut normal terjadi, bahkan tak jarang pula itu menjadi indikasi bahwa Anda termasuk orang yang cerdas dan kreatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest