Pengertian FOMO & Pengaruhnya Bagi Kesehatan Mental

Media sosial saat ini menjadi kebutuhan penting bagi sebagian orang. Namun jika Anda menggunakan media sosial hingga timbul rasa cemas atau takut saat melewatkannya sebentar saja, bisa jadi Anda menderita FOMO. Apa sebenarnya FOMO itu? Bagaimana efeknya bagi kesehatan mental?

Pengertian FOMO

FOMO Merupakan singkatan dari fear of missing out. Dengan kata lain FOMO adalah ketika seseorang merasa takut ketinggalan informasi atau tren terbaru. Mereka takut dianggap kurang update atau tidak gaul. Selain itu mereka juga merasa kehidupan orang lain lebih baik dari kehidupannya. 

Media sosial sering menjadi penyebab utama terjadinya FOMO. Media sosial menjadi tempat untuk menunjukkan jika seseorang paling mengetahui tren terbaru. Selain itu juga untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki kehidupan yang menyenangkan. Padahal unggahan di media sosial belum tentu sama dengan kenyataannya. 

Berbagai unggahan di media sosial bisa menimbulkan perasaan iri terhadap orang lain. Akibatnya dapat membuat seseorang merasa minder, tidak percaya diri, stres, serta menganggap kehidupannya tak lagi bahagia.

Jangan Lewatkan:  5 Negara dengan Penderita Gangguan Jiwa Terbanyak di Dunia

Seseorang yang mengalami FOMO sangat menginginkan pengakuan serta eksistensi dari orang lain. Mereka pun tak segan mengunggah konten yang bertolak belakang dengan kehidupan dan identitas diri sesungguhnya.

Dampak yang ditimbulkan FOMO

Berdasarkan penelitian, FOMO dapat merusak hubungan dengan orang lain. Selain itu mereka merasa tidak puas dengan kehidupan sendiri. Mereka merasa orang lain lebih sukses dan bahagia sedangkan kehidupan sendiri begitu menyedihkan. Hal tersebut dapat mengubah pola pikir mereka tentang standar kehidupan yang ideal. Akibatnya akan menimbulkan kecemasan hingga stres akut. Anda pun akan mengalami masalah kesehatan seperti berkurangnya nafsu makan, gangguan tidur, dan suasana hati yang buruk. Hubungan dengan orang lain juga bisa terganggu karena merasa kehidupannya tidak sebanding dengan orang lain.

Kiat mencegah FOMO

Jika FOMO Sudah menjadi kebiasaan, hal itu dapat membahayakan kesehatan mental. Oleh karena itu, Anda dapat mengikuti kiat-kiat berikut ini untuk mencegah perasaan FOMO.

Jangan Lewatkan:  Teknik Sandwich, Cara Menyampaikan Kritik Tanpa Menyakiti

1. Mengurangi membuka media sosial

Untuk mencegah FOMO Anda harus membatasi membuka media sosial dengan cara detoks media sosial. Misalnya Anda membuka media sosial setiap hari hanya selama 1 jam yang dibagi dalam beberapa waktu. Selain itu Anda juga dapat mematikan notifikasi ponsel agar tidak terlalu sering memeriksa media sosial.

2. Memilih konten media sosial

Anda bisa memilah-milah berbagai konten di media sosial. Pilih akun yang menampilkan konten-konten yang positif atau sesuai minat Anda. Lalu singkirkan konten yang menjadi penyebab timbulnya FOMO. Seperti konten yang pamer kekayaan atau kesenangan. Caranya dengan berhenti mengikuti atau memfollow orang tersebut.

3. Tidak semua konten media sosial sesuai dengan kenyataan

Percayalah bahwa tidak semua konten di media sosial sesuai dengan kenyataannya. Seseorang tentu hanya akan menunjukkan kesenangan dan kesuksesannya. Apabila Anda merasa kehidupan seseorang begitu sempurna, itu tidaklah benar. Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit dan keterpurukan dalam kehidupannya.

4. Bersyukur dan menghargai diri

FOMO membuat Anda membandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain. Hal itu bisa menumbuhkan kecemasan dan rasa iri. Cobalah untuk mensyukuri kehidupan Anda saat ini. Dengan bersyukur Anda akan lebih bahagia dan menikmati hidup. Pikirkanlah bahwa Anda masih bisa memperoleh pendapatan, makan, berlibur, atau istirahat cukup. Hal itu karena di luar sana, masih banyak orang yang kehidupannya kurang beruntung dibandingkan kehidupan Anda.

Jangan Lewatkan:  Viral Video Panas Mirip Gisel, Ini Dampak Sering Nonton Film Porno Bagi Kesehatan Mental

5. Melakukan meditasi

Lakukan meditasi setiap hari. Meditasi dapat menumbuhkan ketenangan jiwa serta mengurangi perasaan cemas akibat FOMO.

FOMO memang menjadi masalah kaum remaja dan dewasa hingga saat ini. Apalagi di era media sosial. Meskipun FOMO tidak selamanya buruk, tetapi jika psikologis sudah terganggu maka perlu penanganan yang tepat. Jika perasaan FOMO belum bisa teratasi dengan cara diatas, segera pergi ke ahli seperti psikolog atau psikiater.

 

Sumber :

https://hellosehat.com/mental/gangguan-kecemasan/fomo-adalah-ketinggalan-berita/
https://www.alodokter.com/mengenal-fomo-dan-dampak-negatifnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest