Waspadai Gangguan Mental Jangka Panjang, Yuk Kenali Apa Itu Skizofrenia!

Banyak sekali gangguan mental yang bisa dialami oleh semua orang, mulai dari gangguan mental jangka pendek hingga jangka panjang. Salah satu gangguan mental jangka panjang adalah Skizofrenia. Dilansir dari hellosehat, bahwa skizofrenia bisa dialami oleh pria atau wanita berusia 16-30 tahun. Tetapi dari banyaknya kasus, pria lebih sering terkena penyakit mental ini dibandingkan wanita. Yuk kenali lebih dalam tentang skizofrenia!

Pengertian dan Gejala Skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan mental berbahaya yang bisa menyebabkan gangguan pada proses berpikir. Orang yang mengidap skizofrenia tidak bisa membedakan antara kenyataan dan khayalan, jika di Indonesia sering disebut dengan penyakit “gila”. Penderita skizofrenia tidak memiliki kemampuan mengingat, memahami masalah, dan membutuhkan pengobatan jangka panjang karena skizofrenia ini merupakan penyakit jangka panjang.

Gejala orang yang terkena penyakit mental ini adalah ketakutan berada ditempat yang ramai, pola tidur berubah, penarikan diri dari keluarga atau lingkungan sosial, berkurangnya minat pada hobi atau hal lain yang disukai, sangat sensitif dan mudah stres, paranoid, tidak bisa memperlihatkan emosi, tidak respon dengan lingkungan sekitarnya, sulit membuat keputusan, serta berkurangnya motivasi dalam menjalani hidup.

Penyebab dan Tanda tanda Skizofrenia

Para ahli menyebutkan hal-hal yang dapat memicu terjadinya skizofrenia, seperti faktor lingkungan (kekurangan nutrisi saat berada dalam kandungan dan  terinfeksi virus),  kadar dopamine dan seratonin yang tidak seimbang didalam otak, penyalahgunaan narkotika, perbedaan struktur pada otak dan faktor genetika.  Jika didalam keluarga inti ada anggota yang mengidap skizofrenia, maka anggota keluarga yang lain juga beresiko tinggi mengidapnya.

Orang yang terserang penyakit mental ini ditandai dengan terjadinya delusi dan halusinasi. Delusi adalah keyakinan kuat yang salah, seperti berkeyakinan bahwa ada orang yang ingin mencelakainya. Sedangkan halusinasi adalah merasakan, mencium, atau mendengar hal-hal yang tidak ada dalam kenyataan. Gejala lainnya adalah sulit konsentrasi, melakukan gerakan berbeda, diam berjam-jam, serta  ucapan yang membingungkan dan pikiran yang kacau.

Obat antipsikotik berperan penting dalam pengendalian gejala skizofrenia. Obat ini akan mempengaruhi serotonin dan neurotransmitter dalam otak, sehingga meringankan gejala skizofrenia. Obat antipsikotik dibagi menjadi 2, yaitu antipsikotik generasi pertama dan generasi kedua.  Para dokter sering menggunakan obat antpsikotik generasi kedua karena resiko efek samping yang tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan obat generasi pertama. Semoga artikel ini bermanfaat!

Sumber :
hellosehat.com : https://hellosehat.com/kesehatan/penyakit/skizofrenia/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest