Terobsesi Makanan Sehat? Mungkin Anda Terkena Orthoreksia

Makan makanan sehat memang sangat dianjurkan. Tetapi jika terlalu terobsesi dan tidak mau makanan lain, justru akan mengakibatkan gangguan makan orthoreksia. Orthoreksia adalah obsesi seseorang yang hanya mengkonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah serta menghindari makanan yang dianggap tidak sehat. Orthoreksia termasuk gangguan obsesif kompulsif seperti anoreksia. Bedanya penderita anoreksia tidak makan karena takut kelebihan berat badan.

Pengidap orthoreksia akan menjauhi makanan yang memiliki kandungan lemak jenuh dan kadar gula yang tinggi serta berbagai makanan olahan. Mereka juga akan menghindari pengawet, pewarna, pemanis, serta perasa buatan pada makanan. Penderita akan berpikir lebih baik kelaparan dibandingkan mengkonsumsi makanan yang menurutnya tidak sehat.  Biasanya penderita penampilannya akan terlihat kurus dan lebih tua dari umurnya. Penderita akan sulit bersosialisasi karena khawatir akan dipaksa mengkonsumsi makanan tidak sehat oleh teman – temannnya.

Menurut studi dari University College London 2017 menemukan bahwa 49 persen pengguna instagram memiliki gejala orthoreksia, dikutip dari Daily Mail.

Para ahli juga mengatakan bahwa orthoreksia merupakan gangguan mental. Gangguan ini ditularkan secara masif melalui media sosial salah satunya instagram. Dr. Hanganu Bresch, Profesor dari University of the Sciences, Philadelphia mengatakan bahwa gangguan ini muncul karena konten ‘viral’ di media sosial. Ia menjelaskan penyebabnya adalah gambar makanan sehat, tubuh atletis, dan iklan produk nutrisi untuk tubuh yang menyebar melalui media sosial Twitter, Facebook, dan Instagram. Banyak orang merasa tertekan dan terobsesi untuk mengikutinya. Gangguan ini lebih banyak diderita oleh perempuan dibandingkan laki – laki.

Seseorang yang mengalami gangguan ini sangat mudah terkena stres dan depresi. gangguan ini bukan hanya menyerang mental seseorang tetapi juga berpengaruh pada nutrisi dan kesehatan tubuhnya.

Penderita gangguan orthoreksia harus mendapatkan penanganan yang tepat, salah satunya yaitu dengan terapi perilaku kognitif, yaitu dengan cara melatih untuk mengubah pikiran obsesif mengenai makanan yang sehat. Anda bisa mengajak untuk memahami bahwa pentingnya pola makan sehat dengan biaya yang tidak harus mahal. Selain itu juga kurangi penggunaan media sosial yang dapat mempengaruhi pikiran seseorang.

Sumber :
detik.com : https://health.detik.com/hidup-sehat-detikhealth/d-1298765/takut-makanan-tidak-sehat-eee-malah-kena-orthoreksia
job-like.com : https://magazine.job-like.com/waspadai-gejala-orthoreksia
www.cnnindonesia.com : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190819132205-255-422659/orthoreksia-penyakit-akibat-terobsesi-makanan-sehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest