Tragedi Sriwijaya Air, Netizen Tolong Jaga Empati!

Kabar buruk bagi dunia penerbangan Indonesia. Sekali lagi terjadi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang menghilangkan nyawa puluhan penumpangnya. Beberapa pihak masih melakukan pencarian terhadap para korban dan puing-puing pesawat. Penyebab kecelakaan masih belum pasti. Saat ini pihak terkait masih belum mengetahui penyebab kecelakaan pesawat tersebut. Peristiwa ini tentu menimbulkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga korban.

Kejadian tersebut menjadi perbincangan di media sosial. Ada yang mengungkapkan belasungkawa, bahkan ada yang menjadikan bahan candaan. Jika ada yang memposting lelucon terkait peristiwa itu, berarti masih ada rasa kurang empati dari pengguna media sosial atas musibah yang terjadi. Ada batasan yang harus diperhatikan dalam momen seperti itu. Pengguna media sosial harus memikirkan dulu sebelum memposting sesuatu. 

Dikutip dari Psychology Today, empati adalah sikap memahami pikiran, perasaan, dan kondisi orang lain dari sudut pandang mereka, bukan dari diri sendiri. Hal ini penting untuk kehidupan sosial, dapat menanggapi situasi dengan tepat, dan mempengaruhi perilaku saat mengambil keputusan. Saat berempati berarti anda menempatkan diri pada posisi orang lain sehingga dapat memahami apa yang mereka rasakan. Sikap empati terbentuk secara alami tanpa ada unsur paksaan. 

Mengapa masih banyak orang yang kurang empati? Selain faktor genetik, kemungkinan orang kurang empati karena sejak kecil hingga dewasa berada dalam keluarga yang menghindari pengalaman emosional. Selain itu juga tidak memiliki hubungan dekat dengan anggota keluarga.

Ilustrasi : Orang yang sedang sedih

Dilansir dari detikcom, Nuzulia Rahma Tristinarum, Psikolog sekaligus trainer serta konselor parenting Yayasan Kita dan Buah Hati, mengatakan bahwa hanya perkataan baik dan empati yang boleh diposting pada saat musibah sedang terjadi. Jangan dijadikan candaan apalagi mengenai korban dan keluarganya.

Pikirkan dahulu isi postingan saat akan mengunggah ke media sosial. Baik berupa tulisan atau foto korban dan keluarganya. Jika mengenal korban atau keluarganya, cukup posting tentang kebaikan-kebaikan mereka. Hal ini karena postingan yang tidak baik akan menyalurkan energi negatif sehingga bisa menurunkan imunitas.

Jangan sembarangan mengupload foto atau video keluarga korban yang sedang berduka karena mereka dalam keadaan tidak begitu sadar, dikhawatirkan ada gerakan atau posisi yang tidak pantas dilihat banyak orang. Selain itu jika mendapat foto-foto korban, cukup dilihat dan didoakan, jangan disebarkan karena dapat menimbulkan kecemasan, kesedihan dan ketakutan bagi yang melihatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest