Anak Idolakan dan Meniru Artis, Bagaimana Menyikapinya?

Saat anda sedang menonton televisi atau melihat video diinternet seperti youtube, anak sering ikut menonton. Tidak jarang anak mulai mengikuti perilaku yang dilihatnya dan mungkin ada yang diidolakan baik selebritis atau youtuber. Sebenarnya wajar jika anak memiliki idola atau panutan dalam proses tumbuh kembang. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan kemandirian emosional dan psikologis.

Dampak Positif

Menurut psikolog Shira Gabriel, anak yang mempunyai idola memilki kepercayaan diri dan self-esteem lebih tinggi dibanding yang tidak memiliki idola. Self-esteem ialah bagaimana anda memandang dan menghargai diri sendiri. Self-esteem yang positif memberikan keyakinan bahwa anda berhak memperoleh kebahagiaan dan kesuksesan serta bangga atas kemampuan yang dimiliki.

Seseorang yang mempunyai self-esteem tinggi mengerti tentang apa yang terbaik untuknya dan cara mencapainya namun tetap tahu kekurangan yang dimiliki. Ini baik untuk perkembangan anak dimasa depan.

Dampak Negatif

Jika anak terlalu terobsesi dengan idola maka bisa mengganggu kehidupan sosialnya. Dilansir dari Hellosehat, Dr. Lynn McCutcheon menjelaskan anak bisa terkena Celebrity Worship Syndrome. Sindrom ini membuat anak mengalami kecemasan, stres, dan depresi jika tidak mendapat kabar terbaru dari idolanya.

Orang tua perlu mencari tau siapa selebritis yang dikagumi agar mengetahui batasan anak dalam mengidolakan publik figur tersebut. Jika tidak, Anak bisa mengisolasi diri, malas sekolah, serta meniru penampilan dan perilaku sang idola.

Jika perilaku idola tersebut positif, itu akan baik untuk memotivasi anak. Misalnya artis yang menjadi idolanya meraih prestasi dan penghargaan dalam suatu kompetisi.

Namun jika perilaku yang ditunjukkan negatif, orang tua perlu memberikan pengertian bahwa tingkah laku tersebut tidak boleh ditiru. Saat menjelaskannya, orang tua harus melakukan dengan cara yang baik tanpa menghakimi sang anak.

Orang tua perlu memberi penjelasan kepada anak untuk tidak berlebihan dalam mengagumi dan meniru idolanya karena setiap orang memiliki kehidupan sendiri. Apalagi jika sosok yang menjadi idola lebih dewasa. Beri penjelasan bahwa perbedaan umur juga membedakan perilaku dan cara berbicara agar anak bisa tumbuh sesuai dengan usianya.

Sumber :
hellosehat.com : https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/anak-ngefans-mengidolakan-artis/
smischool.sch.id : https://smischool.sch.id/anak-mengidolakan-artis-perlukah-orangtua-khawatir/
www.fimela.com : https://www.fimela.com/parenting/read/3717340/tips-agar-anak-tak-mudah-meniru-artis-idola

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest