Mengenal Love Bombing, Ungkapan Cinta Yang Manipulatif

Di Awal hubungan cinta, pasangan pasti akan memberikan pujian, perhatian, serta kasih sayang. Tentu anda akan merasa istimewa, berharga, dan dicintai.

Mungkin Anda akan menganggap telah menemukan orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidup. Namun Anda harus berhati-hati karena bisa saja hal tersebut adalah love bombing. Seiring berjalannya waktu love bombing dengan tujuan yang negatif bisa berdampak buruk bagi kehidupan Anda. Lalu apa sebenarnya love bombing itu?

Apa itu love bombing?

Love bombing adalah perilaku manipulatif dengan cara memberikan kasih sayang, perhatian, atau pujian berlebih yang bertujuan mendapatkan kontrol diri seseorang. Biasanya hal itu dilakukan seseorang kepada pasangannya. Pasangan akan sulit memutuskan hubungan karena pengaruh emosi love bombing yang dilakukan di awal.

Pada awal hubungan mungkin akan terlihat romantis dan sempurna. Korban akan merasa menjadi prioritas karena segala keinginan dan kebutuhannya terpenuhi. Namun seiring berjalannya waktu, perilaku tersebut bisa berubah sebaliknya. Misalnya seperti berbuat kasar, manipulatif, posesif, dan menyudutkan pasangan. Saat itu korban barulah merasa hubungannya menjadi tidak sehat karena merasa dikontrol, tertekan, maupun terkekang.

Ciri-ciri love bombing

Pelaku love bombing yang manipulatif akan memberikan kasih sayang seperti orang kebanyakan. Bedanya pelaku akan mengharapkan balasan yang cepat atas apa yang diberikan pada pasangan. Pelaku akan membuat peraturan dan komitmen di awal hubungan hingga Anda akan merasa bergantung padanya. 

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa tanda love bombing yang tidak sehat.

Jangan Lewatkan:  Sering Mengalami Lupa? Mungkin Akibat Trauma

1. Kepribadian narsistik

Pelaku love bombing cenderung mempunyai kepribadian narsistik. Kepribadian narsistik butuh pengakuan karena menganggap dirinya penting dan patut dikagumi. Ia akan selalu berperan untuk hadir di kehidupan pasangan.

Pelaku melakukan love bombing dengan harapan mendapat perlakuan yang sama bahkan lebih dari pasangan. Seperti mendapatkan perilaku kasih sayang dan perhatian lebih dari pasangan. Pada akhirnya ia akan mementingkan dirinya sendiri. 

2. Posesif

Pelaku love bombing akan bersikap posesif terhadap pasangan. Ia menganggap pasangan adalah miliknya. Ia akan selalu mengontrol atau mengawasi pasangan kapanpun dan dimanapun.

Jika hal yang diinginkan tidak terwujud, pelaku akan merasa kecewa dan marah terhadap pasangan. Bahkan bisa saja melakukan kekerasan. Ia menganggap pasangan tidak menghargai usaha yang selama ini diberikan. Pada akhirnya pasangan akan dibuat merasa bersalah, meskipun ia juga merasa tidak nyaman akibat perlakuan pelaku love bombing.

3. Sering menyalahkan pasangan

Daripada memberikan solusi dan berdiskusi, pelaku love bombing lebih memilih menyalahkan kebiasaan buruk pasangan. Pelaku berpikiran pasangan harus bertanggung jawab atas perilaku buruk dan kesalahannya. 

Jangan Lewatkan:  Aseksual dan Biseksual, Apa dan Bagaimana Ciri-cirinya?

Sebenarnya hal itu tidak tepat karena hubungan yang sehat adalah seseorang bisa menjadi wadah untuk saling memahami, mendukung, dan memperbaiki sifat, perilaku, atau kebiasaan buruk pasangan. Dengan begitu akan terwujud hubungan yang sehat.

4. Manipulatif

Pelaku love bombing akan bertindak manipulatif terhadap pasangan. Ia akan sering berbohong dan memutar balikan fakta. Jika hal itu dibiarkan dalam jangka waktu lama, seseorang bisa terjebak dalam toxic relationship.

5. Memberi sanjungan berlebihan

Setiap orang akan merasa senang saat mendapat pujian. Apalagi pujian datang dari orang yang disukai. Namun pelaku love bombing memberikan pujian berlebihan kepada pasangan dengan harapan mendapat balasan yang lebih dari itu. Setelah korban terlena dengan pujian tersebut, pelaku love bombing akan mudah mengontrol dan memanipulasi pasangan.

Apakah love bombing berbahaya?

Memang sangat sulit membedakan antara seseorang yang tulus dengan pelaku love bombing. Pelaku love bombing akan membuat Anda merasa berhutang budi. Misalnya ketika Anda mendapat perhatian dan sanjungan berlebihan, maka Anda akan merasa harus membalas perilaku tersebut bahkan mungkin lebih dari itu. Anda kan merasa mempunyai tanggung jawab untuk membahagiakannya. Seharusnya ketulusan cinta merupakan kerelaan Antara Anda dan pasangan.

Pelaku love bombing akan memiliki kendali terhadap pikiran dan hati korbannya. Pelaku bisa melakukan apapun yang diinginkan tanpa memikirkan perasaan pasangan. Jika tidak sesuai harapannya ia bisa menghina atau merendahkan pasangan.

Jangan Lewatkan:  Cari Tahu Isi Otak Para Teroris Dilihat dari Sisi Psikologi Radikalisme

Love bombing merupakan suatu bentuk pelecehan emosional. Hal ini tentu sangat berdampak buruk bagi kesehatan mental seseorang. Oleh karena itu Anda harus berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalam perangkapnya. 

Bagaimana keluar dari situasi love bombing?

Pelaku love bombing akan bertindak manipulatif untuk mengendalikan pasangan. Oleh karena itu, jika hubungan terasa menjadi tidak sehat, Anda patut waspada dan menjaga jarak dengan pasangan sebelum yakin bahwa ia tulus mencintai. 

Anda perlu membicarakan dengan pasangan mengenai hal tersebut. Utarakan perilaku yang membuat Anda merasa tidak nyaman dan tertekan. Jika ia tidak mendengarkan dan mengindahkan, Anda harus bisa mengendalikan diri untuk membatasi berkomunikasi dengannya.

Hal terakhir yang bisa dilakukan ialah mengakhiri hubungan dengan pelaku love bombing. Anda bisa mendapatkan dukungan diluar dari hubungan yang tidak sehat tersebut. Seperti dukungan dari keluarga atau teman dekat.

Untuk mencegah masuk kedalam hubungan love bombing, Anda harus menanamkan prinsip untuk mencintai diri sendiri terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain.

 

Sumber :

https://satupersen.net/blog/love-bombing

https://www.popbela.com/relationship/dating/fitria-risnadinar-cika/apa-itu-love-bombing-tanda-dan-kenapa-berbahaya/4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest