Pengendara Moge Arogan Saat Konvoi? Ini Alasannya

Penggemar otomotif pasti tidak asing dengan Moge alias motor gede. Seiring berjalannya waktu semakin banyak bermunculan komunitas pengendara moge di Indonesia. Mengikuti komunitas moge adalah hal yang memiliki banyak dampak positif. namun Saat konvoi di jalan pengendara moge Tidak seharusnya mengganggu Pengguna jalan lainnya. 

Sering terjadi konvoi moge yang menerobos lampu merah bahkan menguasai jalan sehingga menghalangi pengendara lain dibelakangnya. Banyak dijumpai kasus pengendara moge yang konflik dengan pengguna jalan lainnya. Tak jarang pula terjadi tindak kekerasan saat konflik dengan komunitas moge.

Pengguna moge saat konvoi sering bertindak arogan. Ada beberapa faktor psikologis yang menimbulkan sikap itu muncul. simak beberapa ulasannya di bawah ini.

Faktor-Faktor Pendorong Arogansi Pengendara Moge

Ilustrasi : Konvoi Pengendara Moge

1. Faktor individu

Dilansir dari detik.com, Veronica adesla,  seorang Psikolog Klinis dari Personal Growth Mengatakan bahwa sifat Arogan seseorang bisa mencul saat ia bergabung di suatu kelompok contohnya komunitas moge. Hal itu akan membuat ia merasa memiliki kekuatan dan kuasa. Apalagi di dalam komunitas tersebut mempunyai jiwa persaudaraan yang tinggi antar sesama anggota. Selain itu faktor lain yang juga memicu tindakan arogan ialah adanya sifat agresif, reaktif, impulsif dan pemarah dalam diri seseorang.

2. Faktor kelompok

Psikolog klinis dari pro help Center, Nuzulia Rahma mengatakan bahwa ikatan psikologis yang kuat antar anggota kelompok dapat menciptakan perilaku massa. Misalnya jika beberapa orang dalam kelompok terpancing emosinya maka dapat menular kepada anggota lainnya sehingga mengakibatkan timbulnya perilaku massa. Apabila emosi yang muncul baik maka tindakan yang dilakukan menjadi baik. Namun jika emosinya buruk, maka tindakan yang dilakukan juga buruk dan semena-mena. Hal ini terjadi karena mereka merasa mendapatkan dukungan dari anggota lainnya.

3. Faktor keadaan

Dalam psikologi sosial, keadaan lingkungan bisa menjadi faktor munculnya sifat arogan. Misalnya saat anggota moge konvoi kemudian ada keadaan yang menyulut emosi mereka. Mereka akan menyalahkan orang lain dan tidak menganggap konflik yang ada berasal dari dirinya.

Apa yang harus dilakukan apabila bertemu dengan konvoi Pengendara Moge dijalan?

Tidak hanya moge, berlaku juga pada kendaraan lain jika melakukan konvoi dijalan akan terbentuk sikap arogansi. Lalu bagaimana sebaiknya menyikapinya?

Dilansir dari detik.com, Menurut Andry, Praktisi safety/defensive driving, dalam Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 134, ada tujuh pengguna jalan yang menjadi prioritas saat berada di jalan diantaranya ambulan dan pemadam kebakaran. Sedangkan konvoi kendaraan seperti moge tidak termasuk didalamnya.

Meskipun tidak ada dalam peraturan, menurut Andry, saat ada konvoi kendaraan seperti moge lebih baik mengalah saja untuk menghindari tindakan arogansi. Pastikan menepi ke jalur kiri untuk membuka jalan.

Terkadang ada pengguna jalan yang emosi melihat arogansi konvoi moge. Namun apabila mengikuti emosi yang dirasakan justru akan menimbulkan konflik dan masalah baru. Jadi dari sisi defensive/safetynya yang harus dilakukan ialah mengalah sehingga tidak terjadi gesekan antar pengguna jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest