Kenali Kleptomania, Gangguan Perilaku Mencuri Barang

Apa Anda pernah mendengar kata kleptomania? Ya, menurut sebagian besar orang, kleptomania digambarkan sebagai gangguan yang menjadikan penderitanya suka mencuri. Hal tersebut dapat dibenarkan, namun Anda juga perlu untuk mengetahui secara lebih lanjut mengenai gangguan satu ini. Berikut beberapa informasi mengenai kleptomania.

Apa itu kleptomania? Simak Informasi Berikut

1. Pengertian

Pengertian kleptomania adalah gangguan kendali impuls yang menjadikan penderita tidak dapat menahan diri untuk mencuri atau mengutil. Gangguan ini seringkali ditemukan pada usia remaja ataupun dewasa. Penderita kleptomania diketahui mengalami gangguan secara emosional. Hal ini dapat menjadikannya malu untuk membicarakannya dengan orang lain, begitupula dalam mencari pengobatan.

2. Penyebab

Penyebab kleptomania sendiri sebenarnya belum dipahami secara pasti. Namun beberapa studi menyatakan bahwa kleptomania dapat disebabkan oleh perubahan kimia didalam otak seperti menurunnya kadar serotonin. Kadar serotonin yang menurun inilah yang menjadikan emosi sulit untuk diatur. Selain itu ketidakseimbangan dari sistem oploid diduga menjadikan keinginan untuk mencuri. 

Penderita kleptomania biasanya akan memperoleh kepuasan atau kesenangan setelah melakukan perbuatannya. Inilah yang menjadikannya ketagihan. Hal tersebut dapat dikaitkan oleh pelepasan hormon dopamin saat menjalankan perbuatannya. 

3. Gejala – gejala

Perlu diketahui bahwa kleptomania berbeda halnya dengan tindakan yang didasari motif kriminal. Beberapa gejalanya yang dapat diamati adalah sebagai berikut:

  • Penderita akan merasa cemas dan ketakutan saat ingin melaksanakan perbuatannya. Namun setelah selesai akan timbul rasa senang, dan beberapa saat kemudian merasa bersalah dan menyesal. Walaupun begitu, penderita tidak dapat menahan keinginannya untuk mengutil atau mencuri.
  • Biasanya mencuri barang tidak berharga dan tidak dibutuhkan olehnya. Inilah yang membedakannya dengan motif kriminal yang dilandasi rasa ingin memiliki barang berharga dan sebagainya.
  • Pencurian tidak dilakukan atas dasar halusinasi atau delusi. Begitupula dengan rasa dendam, kemarahan, kebecian, dan sebagainya.
  • Dilakukan secara sendiri dan spontan. Tidak melibatkan banyak orang dan rencana-rencana. Barang yang dicuri tersebut juga biasanya akan dibuang atau diberikan kepada orang lain.

4. Diagnosis 

Diagnosis kleptomania dapat dilakukan dengan proses tanya jawab antar ahli dan penderita. Tanya jawab ini digunakan untuk mengetahui kondisi emosional pasien saat sebelum, sedang, dan usai melakukan perbuatan. Selain itu ahli dapat mencari tahu situasi apa yang menjadikan penderita melakukan tindakan. Pemeriksaan medis juga dilakukan guna mengetahui apakah gejala muncul akibat penyakit atau faktor lain.

5. Penanganan

Penanganan yang dilakukan dapat berupa penggunaan obat-obatan dan psikoterapi. Obat-obatan digunakan untuk mengontrol zat kimia dalam pasien. Sedangkan psikoterapi seperti terapi perilaku kognitif juga diketahui dapat mengurangi intensitas timbulnya perbuatan.

Itulah dia beberapa informasi terkait kleptomania. Sebuah gangguan kendali impuls yang ternyata memiliki gejala-gejala tertentu yang membedakannya dengan perbuatan dengan motif kriminal. Oleh karena itu diperlukan kesadaran bahwa penderita memerlukan penanganan yang tepat daripada menghukumnya secara tidak pantas. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan Anda.

Sumber :
https://www.alodokter.com/kleptomania

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest