Kepribadian Ganda, Fenomena Psikologis Menakjubkan yang Perlu Anda Tahu

Dissosiative Identity Disorder (DID) atau yang lebih akrab dikenal sebagai kepribadian ganda ini merupakan sebuah fenomena psikologis yang unik. Kepribadian ganda merupakan kondisi di mana seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Kepribadian berbeda ini seringkali disebut dengan alter-ego, ia sewaktu-waktu dapat menguasai tubuh seorang individu untuk melakukan hal-hal di luar kebiasaan. Untuk mengetahui lebih jauh tentang fenomena ini, simak penjelasan berikut.

Ketahui Fakta-Fakta Anak Berkepribadian Ganda

1. Penyebab

Anak dengan kepribadian ganda biasanya disebabkan oleh peristiwa traumatis yang dialaminya terutama pada masa kecil. Pengalaman traumatis, seperti pelecehan seksual, kekerasan, atau kecelakaan terus-menerus terjadi dalam kehidupan masa kecil, mengakibatkan memburuknya kondisi psikis. Sehingga pada saat tumbuh dewasa gangguan kepribadian ganda dapat berkembang dalam dirinya.

2. Gejala

Anak berkepribadian ganda memiliki gejala yang terbilang unik. Apabila penderita terpicu dengan ingatan pengalaman traumatis yang dialami, kemungkinan alter-ego dapat muncul dan menguasai tubuhnya. Alter ego bukan hanya sekedar memiliki kepribadian yang berbeda, melainkan juga dapat memunculkan kesadaraan akan identitas baru, mulai dari nama, jenis kelamin, hingga usia. Seorang penderita akan tiba-tiba menampakkan perilaku berbeda dari aslinya, dan hal tersebut bersifat tidak disadari.

Penderita kepribadian ganda seringkali terbangun dan tidak mengingat apa yang telah dilakukan sebelumnya oleh alter-ego. Kesulitan semacam inilah yang seringkali menjadikan penderita mengalami gangguan kecemasan, gangguan tidur, depersonalisasi, derealisasi, depresi, halusinasi, suasana hati yang berubah-ubah, bahkan keinginan untuk bunuh diri.

3. Diagnosis

Gangguan kepribadian ganda dapat didiagnosis melalui kriteria yang tercantum pada DSM-5 (The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th edition). Selain itu penderita juga akan mendapatkan perawatan medis terlebih dahulu seperti dilakukannya CT scan, MRI, dan tes darah untuk mengetahui apakah gejala diakibatkan oleh penyakit pada otak atau efek samping obat-obatan. Kemudian peran psikiater juga dilibatkan guna memeriksa kondisi psikis penderita.

4. Penanganan

Penanganan terhadap gangguan DID tentunya memerlukan proses yang sangat panjang. Dapat dilakukan contohnya dengan psikoterapi dan hipnoterapi untuk membantu penderita menyadari dan mengatasi permasalahan kepribadian yang dimiliki. Selain itu penggunaan obat antidepresan, antipsikotik, dan penenang juga diberikan untuk mengurangi gejala.

5. Contoh kasus kepribadian ganda

Salah satu contoh kasus kepribadian ganda yang fenomenal yaitu kasus Shirley Mason pada 1965. Ia memiliki gangguan kepribadian ganda karena mengalami tindakan kekerasan dan penganiayaan oleh ibunya sejak kecil. Ia kemudian mendapatkan pengobatan dari Dr. Cornelia Wilbur, dan berhasil menyatukan kepribadian-kepribadian yang terpecah dalam dirinya. Kisah ini sangat terkenal hingga dibukukan serta difilmkan dengan judul Sybil.

Itulah dia beberapa fakta dan informasi seputar kepribadian ganda. Fenomena psikologis ini tentu sangat menarik untuk dipelajari lebih dalam, dan semoga informasi ini dapat menambah wawasan Anda mengenai Dissosiative Identity Disorder (DID).

Sumber:
https://www.alodokter.com/kepribadian-ganda
https://www.halodoc.com/kesehatan/kepribadian-ganda
https://www.halodoc.com/artikel/4-kasus-kepribadian-ganda-yang-fenomenal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest