Kenali Perilaku Ghosting Dan Cara Menghadapinya

Menurut Laman Psychology Today, Ghosting adalah saat Anda yakin bahwa teman atau pasangan peduli kepada Anda, tetapi tiba-tiba menghilang tanpa alasan yang jelas. Ghosting menjadi cara yang sering digunakan saat akan memutuskan sebuah hubungan.

Ghosting bisa menimbulkan dampak buruk bagi korbannya. Korban akan merasakan kecemasan dan rasa percaya diri menurun karena merasa ‘ditolak’ dalam sebuah hubungan. Beberapa penelitian mengungkapkan perasaan ditolak atau tidak diinginkan akan menimbulkan depresi, kesepian, kecemasan, kesedihan, gangguan mood, dan menurunnya self-esteem.

Menjadi korban ghosting memang sangat menyakitkan. Lalu apa alasan seseorang tega melakukannya? Simak penjelasannya berikut ini.

Alasan seseorang melakukan ghosting

ghosting
Ilustrasi : Seseorang menanti kabar dari pasangan

1. Sulit mengungkapkan perasaan

Seseorang melakukan ghosting karena sulit mengungkapkan perasaannya. Pelaku ghosting mungkin ingin mengakhiri hubungan. Namun ia tidak siap atau tidak tega dengan respon pasangan sehingga tidak mampu untuk mengkomunikasikannya. Kemudian ia memilih menghilang karena menganggap hal itu merupakan jalan terbaik dan tidak menyakitkan hati. Padahal perilaku tersebut justru akan membuat pasangan bingung dan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan mentalnya.

2. Sulit berkomitmen

Seseorang yang terbiasa sulit berkomitmen akan memiliki sikap kurang bertanggung jawab sehingga tidak memiliki keseriusan dalam suatu hubungan. Seseorang melakukan ghosting karena menganggap hubungan sebagai permainan saja. Ia tidak peduli dengan perasaan pasangannya. Ketika ia suda puas atau mendapatkan hal yang diinginkan maka ia akan meninggalkan pasangan dengan tiba-tiba. 

3. Menemukan orang yang lebih baik

Seseorang mungkin serius menyukai pasangannya dan berani berkomitmen. Tetapi tiba-tiba bertemu dengan orang lain yang lebih baik. Kemudian ia memilih meninggalkan pasangannya demi orang baru tersebut dengan melakukan ghosting.

4. Merasa hubungan tidak berjalan dengan baik

Seseorang melakukan ghosting karena tidak punya pilihan. Ia merasa hubungan menjadikan pengaruh buruk kepada dirinya. Akhirnya ia melakukan ghosting demi kebaikan masing-masing.

5. Cemas dengan hubungan baru

Trauma disakiti atau ditinggalkan bisa membuat seseorang cemas dan takut dalam menjalani hubungan yang baru. Pada awalnya seseorang berniat memulai hubungan baru untuk melupakan kejadian buruk dimasa lalu. Namun dalam perjalannya ia merasa belum siap dan merasa ragu sehingga tidak melanjutkan pendekatannya.

6. Ada masalah pribadi

Seseorang mungkin mengalami masalah yang tidak bisa diceritakan kepada orang lain. Pelaku bisa saja memiliki cara sendiri dalam menyelesaikannya sehingga ia memilih menghilang tanpa kabar.

Dampak yang ditimbulkan akibat ghosting

Psokolog Jennice Vilhauer mengungkap bahwa ghosting termasuk silent treatment, yaitu suatu taktik didunia psikologi yang termasuk bentuk kekejaman secara emosional. Ghosting membuat korbannya menjadi bingung dan tidak tahu harus berbuat apa karena tidak ada kesempatan untuk bertanya dan mengetahui informasi apapun. Hal ini bisa membuat kesehatan mental terganggu. 

Cara menghadapi perilaku ghosting

1. Mencari tahu tentang pelaku dari keluarga atau sahabatnya.

2. Menyiapkan mental dalam menghadapi hal terburuk.

3. Menetapkan batasan kapan harus menunggu dan kapan harus melepaskan.

4. Memberikan pesan kepada pelaku atau kerabatnya tentang waktu untuk memberikan kejelasan.

5. Tidak menyalahkan diri sendiri serta tetap menghargai diri sendiri karena belum ada kejelasan yang diterima.

Sebenarnya kebiasaan ghosting bisa diubah dengan meningkatkan rasa tanggung jawab dalam diri. Belajar untuk tidak lari dari masalah yang dihadapi. Selain itu juga berlatih dalam mengungkapkan perasaan. Terakhir, berani dalam mengambil keputusan. Seseorang harus berani memutuskan akan mempertahankan atau mengakhiri hubungan. Hal ini karena pelaku ghosting sering tidak sadar meninggalkan sebuah harapan terhadap korbannya karena komunikasi yang tidak jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest