Mengenal Jenis-Jenis Temperamen Anak & Cara Menyikapinya

Banyak masyarakat mengartikan kata temperamen sebagai orang yang mudah marah atau tersulut emosinya. Padahal dalam psikologi, temperamen tidak berarti seperti itu. Definisi temperamen adalah perbedaan emosi dan perilaku seseorang dalam merespon sesuatu. Temperamen sudah ada sejak seseorang terlahir di dunia.

Dilansir dari pijarpsikologi.org, Seorang ahli psikologi, Alexander Thomas mengatakan bahwa ada sembilan karakteristik anak temperamen yaitu :

  1. Tingkat aktivitas fisik.
  2. Keteraturan seperti jadwal makan, waktu tidur, buang air besar.
  3. Kemampuan beradaptasi terhadap keadaan yang baru.
  4. Tingkat sensitivitas terhadap lingkungan.
  5. Intensitas respon emosional atau bagaimana bereaksi terhadap sesuatu.
  6. Distractibility atau mudah tidaknya terpengaruh dari stimulus yang tidak terduga.
  7. Suasana hati baik atau buruk.
  8. Perhatian terhadap suatu aktivitas yang dilakukan.
  9. Respon Anak bagaimana menghadapi kesulitan.

Jenis-jenis temperamen pada anak

Jenis-Jenis Temperamen Anak
Ilustrasi : Anak sedang bermain

1. Easy Temperament

Anak yang memiliki Easy temperament merupakan anak yang mudah beradaptasi dengan lingkungan dan keadaan. Anak dengan temperamen jenis ini biasanya mudah didekati dan memiliki suasana hati ceria. Selain itu juga memiliki rutinitas seperti makan dan istirahat secara teratur.

Orang tua akan mudah dalam mengatur batasan-batasan kepada anak. Misalnya apa yang boleh dilakukan kepada orang lain dan sebaliknya. Anak dengan jenis ini juga lebih mudah diasuh oleh babysitter atau anggota keluarga selain orang tua.

2. Difficult Temperament

Anak jenis temperamen ini memiliki sifat agresif, mudah menangis dan lambat dalam beradaptasi. Berbeda dengan easy temperamen, anak difficult temperamen memiliki jadwal rutinitas yang tidak teratur karena jadwal makan dan tidur siang yang berbeda-beda dari hari kehari serta mudah terjaga saat malam hari.

Saat suasana hatinya sedang buruk, ia akan mengekspresikan emosinya dengan meledak-ledak. Para orang tua selalu menganggap anak jenis ini susah diatur. Terkadang pengasuh dibuat cukup kesal dengan tingkah polah anak ini.

3. Slow to warm up Temperament

Anak jenis temperamen ini mempunyai tingkat aktivitas yang rendah dan cenderung dianggap sosok pemalu. Selain itu juga tidak nyaman pada suasana yang baru dan lambat beradaptasi. 

Anak jenis ini akan berlindung kepada orang tuanya saat berada di lingkungan yang baru. Oleh karena itu dibutuhkan waktu dan kesabaran untuk mengajarkan anak agar beradaptasi sendiri dengan suasana baru yang dihadapi. Jangan memaksa anak bergabung dengan teman-teman yang baru dikenalmya karena nantinya justru akan melawan serta membuatnya semakin malu dan takut untuk mencoba berbaur.

Cara menyikapi temperamen pada anak

1. Identifikasi temperamen anak

Amati perilaku anak saat berada di lingkungan baru. Apakah anak langsung senang dengan suasana dan orang baru atau membutuhkan beberapa waktu untuk beradaptasi. Dengan demikian orang tua bisa mengetahui jenis temperamen anak. 

2. Memahami temperamen anak

Jangan membandingkan anak dengan orang lain. Setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Orang tua harus bisa memahami temperamen anak dengan berpikir dari sudut pandang yang berbeda. Maka hal itu akan memudahkan orang tua dalam mendidik anak sesuai temperamennya.

3. Jangan memaksa anak

Jangan memaksa anak bergabung dengan teman-temannya ketika belum merasa nyaman. Hal itu tidak akan berhasil dan justru membuat anak merasa tertekan dan tidak nyaman pula dengan Anda.

4. Berilah motivasi dan dukungan

Jangan putus asa memotivasi anak untuk sesuatu yang baik dan benar. Misalnya berkenalan dengan orang baru. Cobalah dengan tenang dan sabar mengarahkannya secara perlahan-lahan. Beri motivasi dan dukungan agar anak semakin percaya diri.

Temperamen anak tidak hanya dipengaruhi faktor biologis, tetapi juga pola asuh orang tua dan lingkungan sosial. Oleh karena itu temperamen anak bisa berubah ketika dewasa tergantung pola asuh orang tua dan lingkungan sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest