Hubungan Makin Langgeng Lewat Komunikasi Bahasa Tubuh

Komunikasi tak cuma bisa dilakukan secara verbal. Ketika sepasang kekasih saling bertemu, akan ada juga bentuk komunikasi melalui bahasa tubuh. Berbeda dengan perkataan atau ucapan, bahasa tubuh seseorang cenderung sulit dimanipulasi. Sehingga dapat mengindikasikan maksud yang sebenarnya dari pasangan.

Beberapa Macam Bahasa Tubuh

Terkadang pasangan berbicara, tetapi ternyata apa yang dia maksud tidak sesuai dengan perkataannya. Kemudian Anda merasa bingung karena dinilai tidak paham atau kurang pengertian. Komunikasi kurang baik macam ini dapat memicu konflik. Oleh karena itu, salah satu solusinya Anda perlu mengetahui isyarat-isyarat dari bahasa tubuh pasangan. Berikut beberapa bentuknya yang paling umum.

1. Tatapan Mata

Bahasa mata penting untuk diketahui. Sebagaimana ungkapan umum bahwa mata manusia akan cenderung sulit berbohong. Melalui tatapan mata, seseorang dapat mengetahui intensitas ketertarikan terhadap lawan bicara.

Jika tatapan mata berlangsung kurang dari 1,5 detik, maka bisa dikatakan bahwa orang tersebut tidak tertarik dengan topik pembicaraan atau bahkan lawan bicara, dan sebaliknya. Tatapan mata fokus dan penuh perhatian adalah indikasi bahwa pasangan benar-benar tertarik sekaligus menghargai Anda. Jika fokusnya pandangannya senantiasa berubah atau terlalu sering mengalihkan perhatian ke arah lain, bisa jadi orang tersebut malah bosan.

2. Menyilangkan Kaki

Bagian tubuh lain yang dapat memperlihatkan intensitas ketertarikan adalah kaki. Apabila kaki seseorang mengarah langsung atau condong ke lawan bicara, maka dapat diartikan ia tertarik dengan pembicaraan. Demikian pula jika posisinya menyilang dan ujung kaki menghadap ke lawan bicara. Bukan hanya tertarik dengan topik pembicaraan, tetapi itu mungkin juga berarti dia merasa nyaman berada di dekat Anda.

Namun berbeda jika kaki condong ke arah selain lawan bicara. Selain kurang nyaman dan tidak tertarik, orang yang berposisi seperti ini cenderung tertutup dan ragu-ragu dengan lawan bicara.

3. Arah & Posisi Tubuh

Ingat-ingatlah sewaktu Anda duduk berhadapan dengan pasangan di sebuah restoran atau kafe. Ke arah manakah dia mencondongkan tubuhnya ketika mengobrol? Jika mengarah ke  posisi Anda, kemungkinan besar dia benar-benar memperhatikan Anda sekaligus menikmati obrolan.

Percakapan dengan pasangan sebaiknya berjalan dua arah. Bukan hanya satu orang yang terkesan sedang berkhotbah atau monolog. Maka jika posisi tubuh pasangan Anda cenderung tegak atau condong ke arah lain, sepertinya Anda perlu mengganti topik pembicaraan atau menanyakan kabarnya lebih lanjut. Bisa jadi dia bosan, atau Anda terlalu menyebalkan.

4. Ketika Berjalan

Kalau Anda pernah nonton film Before Sunrise dan Before Sunset, karakter sepasang pria wanita di dalamnya banyak menghabiskan waktu berjalan-jalan berdua. Memang, jalan-jalan begitu identik dengan aktivitas pasangan. Kegiatan ini dapat menjadi sarana menjalin komunikasi yang baik.

Anda bisa mengetahui suasana hati pasangan ketika jalan-jalan bersamanya. Perhatikan apakah kalian berdua saling menyesuaikan irama langkah kaki atau cenderung saling mendahului. Jika berdampingan dan saling menyesuaikan, artinya Anda dan pasangan merasa nyaman. Jika juga bergandengan tangan, berarti Anda saling percaya satu sama lain.

Tapi berbeda apabila tampaknya salah satu dari kalian berjalan terlalu cepat dan cenderung mengacaukan irama langkah kaki. Ada kemungkinan bahwa satu di antara kalian sedang ingin menjaga jarak. Bahkan kalau pasangan selalu ingin mendahului meski Anda terus mencoba menyusulnya, bisa jadi memang sedang terjadi masalah yang belum Anda sadari.  

5. Berpaling

Pasangan yang seringkali memalingkan tubuhnya saat berbicara dapat mengindikasikan bahwa ia sedang tidak merasa nyaman bersama dengan anda. Terutama jika anda mengajaknya berbicara dan ia merespon secara singkat ataupun dengan nada suara yang tidak terdengar jelas sambil menundukkan kepala, itu merupakan salah satu bentuk ketidaknyamanan dan ketertutupan. Anda mungkin dapat memberi waktu untuk kemudian membicarakan permasalahan yang mungkin terjadi.

6. Pria Menyandarkan Tangan ke Dinding

Pria menyandarkan tangan ke dinding ketika berbicara dengan wanita. Ini bisa berarti bahwa dia ingin terlihat kuat di hadapan wanita tersebut. Gestur tersebut juga memperlihatkan ketertarikan si pria terhadap si wanita. Sehingga si pria cenderung menampakkan pesona, salah satunya dalam hal kekuatan.

Selain itu, perilaku menyandarkan tangan ke dinding juga mengindikasikan bahwa pria bersikap terbuka. Dengan harapan wanita tersebut dapat memasuki ruang pribadinya, atau mengenalnya lebih jauh.

Nah, setelah menyimak sejumlah gestur bahasa tubuh di atas. Kini Anda punya lebih banyak modal agar lebih memahami perasaan pasangan. Dengan begitu, hubungan dan komunikasi Anda berdua diharapkan dapat berjalan harmonis, karena tercipta saling pengertian antara satu sama lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest