Apa Itu Homesick? Bisa Terjadi Saat Enggak Bisa Mudik

Homesick adalah perasaan rindu terhadap kampung halaman karena sudah lama tidak pulang. Bagi Anda yang sedang merantau, pasti akan merindukan kampung halaman. 

Waktu yang tepat untuk pulang adalah saat libur hari besar atau cuti pekerjaan. Namun banyak hal yang bisa menyebabkan rencana pulang kampung batal dilakukan. Misalnya kurangnya finansial, kehabisan tiket atau harus lembur. Apalagi saat suasana pandemi yang mengakibatkan mudik dilarang.

Seorang perantau pasti merasakan perbedaan suasana antara di perantauan dan kampung halaman. Seseorang akan dipaksa mengubah kebiasaan lama untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika tidak siap menghadapinya, bisa berdampak pada psikologi dan emosional. Seseorang bisa merasa tidak betah dan bosan sehingga memiliki keinginan yang besar untuk pulang ke kampung halaman agar bisa berkumpul dengan keluarga. 

Dampak yang sering terjadi biasanya akan mengalami kesulitan tidur, sakit kepala, tidak fokus, sakit perut, tidak nafsu makan, serta tidak bersemangat melakukan aktivitas.

Homesick paling berat dirasakan oleh orang-orang yang jarang dan tidak terbiasa tinggal jauh dari rumah. Apalagi bukan karena keinginan sendiri. Selain itu homesick juga berdampak besar bagi yang memiliki gangguan kecemasan, depresi, dan kurangnya dukungan dari kerabat dekat.

Perasaan homesick wajar dialami. Hal itu karena seseorang dari kecil tinggal di kampung halaman bersama kerabat dekat. Kemudian harus berpisah dan tinggal di tempat baru tanpa orang-orang terdekat. Pikiran akan merasa nyaman dan aman tinggal di rumah. Lalu saat pindah ke tempat baru yang masih asing, pikiran bawah sadar merespon dengan menganggapnya sebagai ancaman hingga membuat stres.

Akan muncul berbagai pikiran negatif terhadap tempat baru tersebut yang bisa membuat kecemasan dan ketakutan. Pikiran Anda akan membandingkan keadaan di tempat baru dengan kampung halaman. Semakin besar perbedaan yang ada, misalnya beda bahasa, makanan, dan budaya, maka Anda bisa merasa semakin terasingkan dan kesepian. 

Cara mengatasi homesick

Mengatasi Homesick
Ilustrasi : Seseorang yang mengalami homesick

Perantau yang merasa rindu dengan sanak saudara di kampung halaman adalah wajar. Tetapi jangan sampai hal itu membuat anda depresi hingga kesehatan mental terganggu.

Pikirkan awal mula tujuan Anda merantau. Misalnya untuk kuliah atau bekerja. Berpikirlah bahwa yang dilakukan tersebut untuk kepentingan dimasa depan. Jika Anda berhasil melalui segala hambatan dan rintangan ditempat perantauan maka anda bisa berbangga diri. Anda akan mendapat pengalaman berharga yang nantinya bisa membuat Anda lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan atau orang baru di tempat lainnya.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusir homesick di tempat baru.

1. Menata kamar tidur

Kamar tidur merupakan tempat paling penting bagi perantau. Disana adalah tempat singgah setelah melakukan kegiatan sepanjang hari. Buat kamar tidur senyaman mungkin. Bila perlu, tata kamar tidur mirip seperti yang ada di kampung halaman agar suasana menjadi tidak terlalu asing.

2. Mengisi waktu dengan banyak kegiatan

Menurut riset dari American Camp Association, cara terbaik untuk mengatasi rindu kampung  halaman ialah dengan menyibukkan diri dengan banyak kegiatan. Anda bisa mengunjungi tempat wisata, pertunjukkan, atau pertandingan olahraga. Anda juga bisa bergabung dengan komunitas. Selain pengalaman bertambah, Anda juga akan mendapat teman baru.

3. Mencari sisi positif dari tempat baru

Pikirkan sisi positif saat Anda berada di tempat baru. Misalnya Anda menjadi lebih bebas bermain dan berkumpul dengan teman. Saat di rumah mungkin ada batasan-batasan yang diterapkan. Atau mungkin banyak tempat yang unik dan indah yang tidak ditemui di kampung halaman. Berpikir dari sudut pandang positif akan membangun mental yang sehat. Anda akan sadar bahwa tempat yang baru atau asing tidak selalu buruk.

4. Bersosialisasi dengan orang baru

Cari teman baru agar Anda tidak merasa kesepian. Jika teman baru juga seorang perantau, Anda bisa berbagi pengalaman yang dirasakan saat berada di tempat baru. Dengan begitu Anda akan merasa tidak sendiri karena banyak orang sekitar yang senasib dengan Anda.

5. Konsultasi kepada ahli

Anda dapat konsultasi kepada psikolog atau psikiater untuk mengatasi homesick. Hal ini perlu dilakukan agar dampaknya tidak semakin parah. Jika tidak segera ditangani, homesick dapat memicu kearah gangguan depresi.

Homesick wajar dialami oleh perantau. Namun jangan sampai perasaan tersebut berlarut-larut hingga mempengaruhi kesehatan mental. Berpikirlah bahwa hal-hal yang berada di perantauan tidak semuanya buruk. Banyak pengalaman dan manfaat yang dipetik saat berada di tempat baru. Nantinya pasti pengalaman tersebut akan berguna dikemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest