Hoarding Disorder, Rasa Cemas Ketika Membuang Barang

Kebiasaan mengumpulkan dan menimbun barang yang sudah tidak dipergunakan lagi sering dilakukan. Apalagi jika merasa sayang jika barang tersebut dibuang. Mungkin saja suatu saat akan berguna. Namun jika perilaku ini dilakukan berlebihan sehingga hanya menghasilkan tumpukan barang yang berserakan, tidak berguna dan mengganggu kehidupan maka dapat dianggap sebagai gangguan mental.

Hoarding disorder adalah gangguan mental menimbun barang yang sudah tidak berguna. Kebiasaan ini muncul karena kecemasan dan ketakutan akan terjadi hal yang tidak diinginkan jika barang tersebut dibuang atau diberikan orang lain.

Hoarding disorder berbeda dengan kolektor. Seorang kolektor mengoleksi barang tertentu karena memang menyukainya. Selain itu kolektor merawat dan menyimpan koleksinya dengan rapi.

Ada pula yang disebut digital hoarding, yaitu seseorang yang suka menimbun barang yang berupa file dalam perangkat gadget. Penderita suka menyimpan banyak file foto atau file lainnya dan merasa cemas saat akan menghapusnya. Namun jika kebiasaan itu tidak mengganggu seseorang maka tidak dikategorikan sebagai gangguan mental.

Penyebab Hoarding
1. Memiliki kejadian traumatis

Hoarding dapat terjadi karena merasa tertekan akibat pengalaman masa lalu seperti kehilangan harta benda atau orang yang dicintai. Seseorang tersebut akan menyimpan barang yang tidak berguna karena merasa takut kehilangan seperti kejadian masa lalu.

2. Memiliki kenangan pada barang tersebut

Dikutip dari Anxiety And Depression Association of America, barang yang disimpan biasanya mempunyai kenangan yang tak tergantikan. Apabila membuang barang tersebut maka sama saja menghilangkan kenangan yang ada.

3. Merasa barang tersebut bisa berguna dikemudian hari

Seseorang menganggap jika barang elektronik yang sudah rusak dapat diperbaiki kembali. Namun pengidap hoarding disorder tidak segera memperbaikinya karena tidak ada waktu atau barang sudah rusak parah sehingga barang hanya menjadi tumpukan dan berserakan tanpa ada kejelasan.

4. Kesehatan mental terganggu

Suka menimbun barang sering dijumpai pada penderita gangguan mental seperti stres, depresi, kecemasan dan OCD. Penderita merasa jika memiliki banyak barang akan merasa lebih aman dan bahagia. Pada penderita yang mengalami kecemasan akan merasa khawatir, tertekan dan sulit mengambil keputusan. Apakah barang tersebut akan disimpan atau dibuang sehingga barang tetap dibiarkan tersimpan.

Mengatasi Hoarding Disorder

Seseorang yang mengalami hoarding disorder bisa melakukan konsultasi dengan psikolog atau psikiater. Nanti akan dilakukan penilaian skoring The Activities of Daily Living in Hoarding (ADL-H). Hasilnya untuk mengetahui dampak hoarding disorder terhadap kualitas hidupnya.

Pengobatan yang dilakukan biasanya menggunakan metode terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioural Therapy (CBT). Terapi ini bertujuan untuk mengubah pola pikir orang yang nengalami hoarding disorder sehingga perilakunya juga berubah. Selain itu psikolog akan melakukan pengobatan sesuai dengan asal usul yang mendasari gangguan mental tersebut.

Sumber :
kumparan.com : https://kumparan.com/karjaid/mengenali-ciri-hoarder-orang-yang-gemar-menimbun-barang-1saCBxUeelE
hellosehat.com : https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/penyebab-hoarding/
detik.com : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3083430/pantang-hapus-file-digital-termasuk-gangguan-mental-digital-hoarding

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest