Kenali Gejala, Penyebab, dan Pengobatan ADHD

Apa itu ADHD? ADHD adalah singkatan dari Attention-deficit hyperactivity disorder yang merupakan gangguan jangka panjang pada anak-anak. Ditandai dengan ciri khas seperti munculnya perilaku hiperaktif, impulsif, dan kurangnya perhatian.  ADHD umumnya menyerang anak-anak, namun gejalanya dapat menetap hingga usia remaja bahkan dewasa. Berikut informasi lanjut terkait ADHD:

Subtipe ADHD

1. Dominan inatentif

Pada tipe dominan inatentif, penderita akan mengalami kesulitan dalam memfokuskan perhatian. 

2. Dominan hiperaktif-impulsif

Pada subtipe ini, penderita memiliki gejala seperti munculnya perilaku hiperaktif yang disertai impulsif.

3. Kombinasi keduanya

Penderita ADHD juga terdapat tipe kombinasi antara inatentif dan hiperaktif-impulsif. 

Gejala-Gejala ADHD

Gejala munculnya ADHD pada individu mudah untuk dikenali terutama pada masa anak-anak atau remaja. Sedangkan pengidap di usia dewasa akan lebih sulit untuk dikenali. Namun pengidap usia dewasa umumnya berawal dari gejala yang muncul pada masa anak-anak. Untuk selengkapnya, berikut gejala-gejala ADHD:

1. Impulsif

Perilaku impulsif adalah perilaku beresiko yang dilakukan tanpa memikirkan konsekuensinya. Biasanya penderita akan melakukan tindakan atas kemauannya tanpa memikirkan lingkungan atau orang-orang sekitar. Oleh karena itu perilaku ini dapat beresiko baik pada diri pengidap ataupun orang lain.

2. Tidak memperhatikan

Sesuai dengan namanya, pengidap Attention-deficit hyperactivity disorder memiliki kemampuan memusatkan perhatian yang rendah. Mereka akan cenderung tidak memperhatikan lawan bicara, susah berkonsentrasi, mudah terdistraksi, kehilangan fokus, tidak mampu menuntaskan tugas, tidak teratur, tidak mengikuti petunjuk, dan menghindari tugas yang membutuhkan perhatian lama. 

3. Hiperaktif

Anak yang memiliki gangguan ADHD akan berperilaku hiperaktif. Dicirikan dengan susahnya untuk diajak duduk atau diam, berbicara berlebihan, terlalu bersemangat, gelisah, suka berlarian atau melakukan hal yang tidak sesuai situasi, suka mengganggu orang lain, tidak tenang, ataupun menggerakkan tangan atau kaki terlalu sering. 

3 jenis gejala tersebut adalah yang paling sering muncul pada pengidap ADHD. Seperti yang telah diuraikan pada subtipe, gejala-gejala tersebut dapat diklasifikasikan berdasarkan gejala yang paling sering muncul atau dominan.

Penyebab Munculnya ADHD

Munculnya ADHD sampai saat ini sebenarnya belum dapat diketahui secara pasti. Namun faktor biologis seperti ketidakseimbangan neurotransmiter atau senyawa kimia di dalam otak dapat menjadi salah satu penyebab munculnya gejala ADHD.

Faktor-Faktor ADHD

Kemungkinan pengidap gangguan ADHD memiliki faktor-faktor tertentu seperti:

1. Kelahiran prematur

Kelahiran prematur adalah usia kehamilan yang kurang dari 37 minggu, atau bayi yang memiliki berat badan yang rendah. Faktor ini dapat menjadi pemicu munculnya ADHD.

2. Faktor genetik.

Jika anggota keluarga memiliki riwayat terkena gangguan mental atau sama-sama memiliki riwayat ADHD, maka kemungkinan untuk diwariskan dapat terjadi.

3. Kondisi kehamilan.

Seperti yang diketahui, kondisi kehamilan seorang ibu sangat berpengaruh terhadap janin yang dikandung. Apabila mengonsumsi obat-obatan, rokok, atau alkohol maka gangguan pada janin dapat terjadi.

4. Kerusakan otak yang mungkin terjadi saat usia dini ataupun kehamilan.

5. Ketidakseimbangan senyawa kimia di otak

6. Faktor lingkungan.

Lingkungan sangat berpengaruh pada perkembangan anak. Apabila kondisinya buruk maka gangguan ADHD dapat terjadi.

Pengobatan

Pengobatan yang dilakukan untuk menangani ADHD dapat melalui beberapa cara. Contohnya melalui obat-obatan, terapi psikologi, CBT (Cognitive Behavioral Therapy), ataupun pelatihan interaksi sosial untuk belajar memahami perilaku yang diterima di masyarakat.

Itulah dia beberapa informasi terkait ADHD atau Attention-deficit Hyperactive Disorder yang perlu untuk diketahui. Gangguan ini tentunya membutuhkan perhatian khusus agar pengidap memiliki perkembangan yang lebih baik dari segi kognitif, sosial, dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest