Pengertian Gaya Hidup Hedonisme & Efeknya Untuk Keuangan

“Gaya hidup hedonisme memang terasa menyenangkan. Namun ada dampak buruk yang ditimbulkan. Terutama pada kesehatan keuangan di masa depan.”

Banyak orang menghabiskan uang untuk kesenangan dan foya-foya saat muda, sehingga akan mengalami kesulitan di masa tua. Anda pasti tidak ingin mengalaminya bukan? Oleh karena itu perhatikan ulasan di bawah ini agar bisa lebih memahami hedonisme dan mengetahui kiat untuk mengatasinya.

Apa itu hedonisme?

Hedonisme berasal dari bahasa Yunani yaitu hedone yang artinya kesenangan. Hedonisme artinya gaya hidup untuk mencapai kesenangan dan kepuasan yang tidak terbatas.

Sifat hedonisme membuat seseorang akan mencari kesenangan sebanyak mungkin dan bagaimanapun caranya harus menjauhkan diri dari perasaan sakit. Hedonisme merupakan paham atau kepercayaan yang diikuti seseorang bahwa mencari kesenangan hidup adalah hal yang paling penting. Ia menggunakan kesenangan tersebut untuk menghindari beban atau perasaan sakit dalam hidup.

Ciri-ciri gaya hidup hedonisme

1. Sombong

Hedonisme akan mengarahkan kepada sifat sombong. Seseorang hanya akan melihat orang lain dari kekayaan dan penampilannya. Gaya hidup glamor dan kesenangan lebih diutamakan dibandingkan membantu orang lain yang membutuhkan.

2. Egois

Seseorang yang hedonisme akan memikirkan kebahagiaannya sendiri dan tidak peduli dengan orang lain. Malahan ia bisa mengorbankan orang lain demi kesenangan dirinya.

3. Konsumtif

Hedonisme memicu perilaku konsumtif yang berlebihan demi sebuah kebahagiaan. Hal ini bisa menimbulkan dampak buruk bagi kondisi finansial karena pengeluaran lebih besar daripada pendapatan.

4. Boros

Seperti yang disebutkan di atas, sifat hedonisme adalah pemborosan. Ia akan membeli bukan apa yang dibutuhkan, tetapi mengikuti hasrat membeli apa yang diinginkan. Apalagi barang yang dibeli bukan prioritas utama.

Jangan Lewatkan:  Kenali Kleptomania, Gangguan Perilaku Mencuri Barang

5. Menjadi pemalas

Hedonisme menjadikan seseorang pemalas karena ia banyak membuang waktu dan uang demi kesenangan sesaat. Hal itu membuatnya menjadi tidak produktif.

6. Selalu merasa tidak puas

Meskipun ia telah mendapat berbagai kesenangan yang diinginkan, pelaku hedonisme selalu merasa kurang dan tidak puas. Hal itu karena tidak pernah merasa puas merupakan sifat dasar manusia.

7. Korupsi

Hedonisme menimbulkan sikap korupsi. Hal itu terjadi saat pendapatan yang ia hasilkan tidak cukup untuk memenuhi keinginannya, sehingga seseorang akan menggunakan cara apapun demi keinginan itu termasuk melakukan korupsi.  

Penyebab gaya hidup hedonisme

1. Faktor individu

Setiap manusia pasti memiliki keinginan untuk hidup dengan kemewahan dan kesenangan. Manusia memiliki sifat selalu merasa tidak puas. Jika seseorang tidak bisa mengendalikan dirinya, maka bisa masuk dalam gaya hidup hedonisme.

2. Faktor keluarga

Apabila seseorang lahir dari keluarga menengah keatas, maka akan berpotensi memiliki gaya hidup hedonisme. Hal itu karena mereka terbiasa hidup dengan berbagai sarana kemudahan dan kemewahan.

3. Faktor lingkungan eksternal

Lingkungan pergaulan juga menjadi salah satu faktor penyebab hedonisme. Jika seseorang terbiasa berteman dalam lingkungan pergaulan dengan gaya hidup hedonisme, tentu ia akan mudah terpengaruh dengan gaya hidup yang identik dengan berfoya-foya.

Efek gaya hidup hedonisme

Gaya hidup hedonisme sebenarnya memiliki dampak baik bagi kesehatan mental. Hal ini karena pikiran akan selalu merasa bahagia, melupakan semua kesedihan, dan terhindar dari stres. Selain itu, emosi yang positif membuat fisik dan mental menjadi sehat serta memperpanjang umur. Namun jika dilakukan secara berlebihan, hal itu dapat berdampak buruk, bukan hanya bagi kesehatan mental tetapi juga finansial. Berikut ini beberapa dampak buruk hedonisme.

1. Keuangan menjadi tidak sehat

Gaya hidup hedonisme membuat keuangan tidak sehat. Hedonisme membuat anda mengeluarkan uang untuk sesuatu yang kurang bermanfaat sehingga membuat pengeluaran lebih besar dari pendapatan. Seseorang akan mengeluarkan uang tanpa memperhitungkan faktor kebutuhan dan prioritas.

Jangan Lewatkan:  Apa Itu Psikosomatis? Cari Tahu Gejalanya Disini!

2. Tidak memiliki dana cadangan dan investasi

Seseorang akan tidak memiliki dana cadangan dan investasi karena mereka menggunakan kelebihan uang untuk kesenangan semata. Padahal dana tersebut sangat dibutuhkan ketika situasi mendesak.

3. Tidak memiliki rencana keuangan jangka panjang

Gaya hidup hedonisme membuat seseorang hanya memikirkan kesenangan untuk saat ini saja. Akibatnya ia tidak memiliki cadangan finansial untuk jangka panjang. Ia tidak memikirkan keuangannya yang mungkin lebih berguna di masa depan. 

4. Mendatangkan hutang 

Gaya hidup hedonisme membuat seseorang tidak akan merasa cukup atau puas. Ia akan mencari berbagai cara memenuhi keinginan dan kesenangan. Salah satunya dengan cara berhutang. Tentu keuangan menjadi tidak sehat karena hutang digunakan untuk hal yang bersifat konsumtif.

Kiat Mengatasi gaya hidup hedonisme

1. Bersyukur

Bersyukur adalah langkah awal untuk menghindari gaya hidup hedonisme. Anda perlu bersyukur dari berbagai keadaan yang dialami. Anda harus sadar bahwa kebahagian tidak hanya berasal dari materi atau uang yang dimiliki tetapi bisa juga berupa kesehatan atau keluarga yang harmonis. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan apa yang Anda miliki saat ini, misalnya rumah, kendaraan, dan keluarga atau sahabat yang setia menemani Anda dalam keadaan senang atau susah.

2. Hidup sederhana

Bagi seseorang yang hedonisme, hidup sederhana mungkin sulit dilakukan. Namun dengan berlatih sedikit demi sedikit menerapkan gaya hidup sederhana, ini akan bisa menghemat pengeluaran yang tidak perlu.

3. Mengubah pola pikir konsumtif menjadi produktif

Ubahlah pemikiran konsumtif menjadi produktif. Pikirkanlah keuntungan yang didapatkan di masa depan dibandingkan hanya untuk kesenangan saat ini.

Jangan Lewatkan:  Ketahui Hal Berikut Sebelum Pilih Kuliah Jurusan Psikologi

4. Hidup tidak selalu menyenangkan

Sebagai manusia Anda harus menyadari bahwa kehidupan ini berputar. Terkadang Anda pasti mendapatkan masalah, merasa kecewa, sedih, atau kesulitan. Namun di lain waktu, Anda juga akan mendapatkan kesenangan.

5. Rencanakan keuangan untuk masa depan

Untuk mengatasi hedonisme, Anda bisa mulai merencanakan keuangan untuk masa depan. Ketika Anda memiliki rencana atau target keuangan dimasa depan, maka Anda akan bisa mengontrol keuangan dengan lebih baik

6. Mendahulukan prioritas

Tetapkan prioritas saat menggunakan uang. Tentukan apa saja kebutuhan yang didahulukan dan kebutuhan yang bisa ditunda. 

7. Menghindari hutang

Kurangi atau hindari berhutang dengan orang lain, karena jika kesulitan dalam mengembalikan hutang maka bisa menjadi masalah keuangan di masa depan. Selain itu juga kurangi penggunaan kartu kredit. Kartu kredit tidak mengeluarkan uang tunai, tetapi Anda akan berhutang secara digital. Oleh karena itu pengeluaran akan sulit dikontrol. Akibatnya tanpa Anda sadari tiba-tiba tagihan membengkak.

8. Membatasi pengeluaran tidak perlu

Catatnya setiap transaksi yang Anda lakukan. Baik itu pemasukan maupun pengeluaran. Dengan begitu Anda akan mudah dalam mengatur keuangan.

9. Memilih lingkungan pergaulan 

Lingkungan sangat berpengaruh pada gaya hidup Anda. Anda harus lebih selektif dalam memilih pergaulan. Jauhi pergaulan yang mengarahkan Anda pada gaya hidup hedonisme.

Itulah tadi beberapa dampak dan kiat mengatasi gaya hidup hedonisme. Meskipun memiliki efek positif, tetapi efek buruknya lebih banyak. Oleh karena itu hedonisme lebih baik dihindari demi kesehatan mental dan keuangan Anda.


Sumber :

Gaya Hidup Hedonisme: Pengertian, Contoh, Ciri-Ciri dan Dampaknya


https://www.ocbcnisp.com/id/article/2021/08/24/hedonisme-adalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest