Gangguan Perilaku, Permasalahan Psikologis Serius Pada Anak

Pada masa perkembangan anak, masalah atau gangguan psikologis mungkin dapat terjadi. Salah satu contohnya  adalah adanya gangguan perilaku. Gangguan perilaku itu sendiri secara umum dapat digambarkan sebagai kondisi dimana individu menunjukkan tingkah laku yang tidak wajar, serta diikuti dengan keadaan emosional yang tidak stabil. Untuk selengkapnya anda dapat menyimak beberapa fakta berikut terkait gangguan perilaku:

Ketahui Fakta-Fakta Terkait Gangguan Perilaku Pada Anak

1. Pengertian

Gangguan perilaku pada anak merupakan suatu kondisi dimana anak memiliki tingkah laku yang cenderung menyimpang, sehingga dapat merugikan orang lain maupun dirinya sendiri. Mereka seringkali disebut sebagai anak yang agresif dan nakal. Hal ini yang dapat membuat orang lain merasa terganggu olehnya. Perilaku ini ditunjukkan secara berulang-ulang dan menetap. Umumnya terjadi selama lebih dari 6 bulan.

Anak yang memiliki gangguan perilaku cenderung tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan teman sebaya atau keluarganya. Akibat dari kecenderungannya untuk melakukan kekerasan, ia tidak begitu disukai oleh orang-orang disekitarnya. Tak hanya itu, pelanggaran terhadap norma masyarakat juga seringkali ditunjukkan.

2. Penyebab

Terdapat beberapa faktor penyebab gangguan perilaku pada anak, contohnya adalah kondisi medis, kehamilan, masalah mental, genetik, pola asuh, dan pengalaman buruk. Berikut penjelasan lebih lanjut:

  • Kondisi medis

Kondisi medis yang dimaksud contohnya dapat berupa masalah yang mungkin terjadi pada sistem saraf di otak. Seperti yang diketahui, otak memiliki peran yang sangat penting dalam mengontrol perilaku manusia. Oleh karena itu apabila terdapat masalah pada kinerja otak, maka dapat dimungkinkan anak memiliki gangguan perilaku.

  • Riwayat kehamilan

Kondisi kehamilan memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam pertumbuhan atau perkembangan anak. Jika saat kehamilan ibu mengonsumsi alkohol, obat-obatan, dan merokok, maka kondisi kesehatan anak dalam kandungan dapat terpengaruh sehingga menjadikan kemungkinan untuk memiliki gangguan perilaku. Selain itu, kelahiran prematur juga diketahui dapat berpeluang menjadikan anak memiliki gangguan perilaku.

  • Masalah mental pada anak

Kondisi mental pada anak merupakan hal yang memerlukan perhatian. Karena apabila anak mengalami kondisi mental yang buruk atau adanya gangguan psikologis seperti bipolar, skizofrenia, depresi, serta gangguan kepribadian lainnya, dimungkinkan juga dapat memiliki kecenderungan perilaku yang menyimpang. Perlu adanya peran orang-orang terdekat untuk selalu menjaga kesehatan mental anak tetap terkontrol.

  • Keturunan atau genetik

Penyebab gangguan perilaku lainnya adalah faktor genetik atau keturunan. Jika pada sebuah keluarga terdapat riwayat anggota yang memiliki gangguan perilaku, maka dimungkinkan anak pada keluarga tersebut juga berpeluang memiliki gangguan perilaku. Hal ini berkaitan dengan munculnya kecenderungan berperilaku menyimpang pada gen-gen tertentu.

  • Pola asuh

Tidak dapat dipungkiri, pola asuh merupakan hal penting yang sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak baik fisik maupun mental. Keluarga adalah tempat dimana anak dibesarkan. Jika dalam keluarga tersebut terdapat pola asuh yang buruk, maka anak juga memiliki kecenderungan untuk berperilaku buruk atau menyimpang. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan contoh yang menyebabkan gangguan perilaku.

  • Pengalaman buruk

Pengalaman buruk yang dialami anak seperti pelecehan seksual dan kekerasan di lingkungan atau orang-orang sekitar dapat menjadi salah satu penyebab gangguan perilaku. Pengalaman ini tentu akan membekas dan dapat memberikan efek psikologis pada anak sehingga dimungkinkan muncul perilaku menyimpang, agresif, dan melanggar norma.

3. Gejala

Gejala pada anak yang memiliki gangguan perilaku biasanya muncul di masa-masa sekolah. Ia akan menunjukkan perilaku yang menyimpang pada teman-teman sebayanya. Seperti sering bertengkar, suka berkata kasar, melanggar etika, dan lain sebagainya. Meskipun banyak kasus ditemukan pada masa sekolah, ternyata gangguan perilaku juga dapat muncul saat anak-anak masih pada tahap balita. Berikut penjelasan lebih lengkap terkait gejalanya:

  • Sulit menahan dorongan untuk melakukan sesuatu

Mereka cenderung berperilaku impulsif dan kesulitan menahan keinginan untuk melakukan sesuatu. Apa yang ingin dilakukan akan segera dilakukan tanpa berpikir panjang terkait resiko yang mungkin ditimbulkan. Hal ini yang juga dapat menjadikan anak terlihat hiperaktif.

  • Seringkali melakukan kekerasan

Seperti yang diutarakan sebelumnya, mereka akan cenderung bertindak agresif pada orang-orang disekitarnya. Tak hanya melalui tindakan, mereka juga dapat menyerang secara verbal. Kekerasan terhadap hewan juga dapat dimungkinkan terjadi.

  • Gemar membanting barang saat marah

Emosi yang tidak terkendali seperti marah pada pengidap gangguan perilaku dapat berbahaya. Dikarenakan mereka suka membanting, melempar, atau merusak barang di sekitar untuk meluapkan kemarahannya.

  • Sering melakukan perbuatan tak baik

Perbuatan seperti seringkali berbohong, membentak, mencuri, dan bertindak semaunya termasuk kedalam gejala-gejala gangguan perilaku.

  • Sulit mengendalikan emosi

Tak hanya kesulitan dalam menahan dorongan melakukan sesuatu, mereka juga sulit mengendalikan emosinya. 

  • Pembuat onar

Mereka dikenal sebagai orang yang senang melanggar aturan dan pembuat onar. Contohnya dengan berkelahi, minum-minuman alkohol, bullying, merokok, dan bolos sekolah. Bahkan dalam kasus yang serius mereka juga dapat dimungkinkan melakukan tindakan kriminal seperti pelecehan seksual dan mencuri.

4. Penanganan

Anak yang memiliki gangguan perilaku perlu perhatian khusus. Dibutuhkan perlakuan yang tepat agar perilaku yang dimunculkan tidak semakin parah atau berkurang. Dengan melakukan konsultasi pada ahli seperti tenaga pendidik di sekolahnya atau psikolog anak dapat menjadi pilihan yang baik. Selain itu anda juga perlu mengetahui penyebab agar penanganan dapat dilakukan secara efektif.

Itulah dia fakta-fakta terkait gangguan perilaku secara umum. Gangguan psikologis ini seringkali terjadi pada anak-anak namun orang tua tidak begitu menyadarinya karena sulit membedakan antara apakah perilaku termasuk gangguan atau memang wajar dilakukan saat masa kanak-kanak. Oleh karena itu semoga informasi ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda.

Sumber :

https://www.alodokter.com/gangguan-perilaku-pada-anak-yang-tidak-boleh-diabaikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest