Fenomena Pandemic Fatigue, Apakah Anda juga Mengalami?

Pandemic fatigue adalah kondisi seseorang ketika merasa lelah secara fisik dan mental terhadap ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir. Pada fase ini seseorang mulai tidak peduli dengan protokol kesehatan.

Pada awal pandemi Covid-19, ekonomi mengalami krisis. PHK terjadi dimana-mana, mencari pekerjaan juga sulit, membuat nasib penghidupan banyak orang tidak jelas juntrungannya.

Pemerintah mengimbau untuk selalu berada di rumah. Seseorang menjadi sulit bertemu dengan kerabat dekat, apalagi untuk mencari hiburan di luar rumah. Banyak hal yang sudah direncanakan tempo hari batal dilakukan.

Pandemi juga membuat seseorang sulit pergi kemana pun. Pemerintah di berbagai daerah memberlakukan berbagai persyaratan yang cukup rumit bagi siapa saja yang akan bepergian ke luar kota atau luar negeri.

Semua kejadian tersebut terjadi begitu lama hingga seseorang menjadi bosan dan lelah terhadap keadaan yang ada.

Gelombang Besar Pasca-New Normal

Pada awal Pandemi Covid-19, sebagian besar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan. Orang mau tak mau harus membiasakan diri memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak fisik, juga banyak berdiam diri di rumah.

Namun setelah beberapa bulan saat pandemi belum berakhir, masyarakat mulai acuh dengan tidak mematuhi protokol kesehatan. Banyak orang mulai jenuh karena terlalu lama berada di rumah. Mereka mulai berani untuk berkumpul, makan di luar, nongkrong, bahkan liburan ke luar kota.

Sebenarnya rasa bosan dan lelah yang muncul wajar dialami seseorang setelah terkurung lama di rumah. Akan tetapi, bukan berarti mengabaikan protokol kesehatan dan mulai hidup normal seperti sebelum terjadinya pandemi. Hal ini berkaitan dengan pola pikir seseorang yang menganggap selama ini dirinya baik-baik saja di tengah pandemi Covid-19. Hal inilah yang membuat lengah dan kecolongan sehingga kasus Covid-19  terus melonjak tanpa disadari.

covid 19, coronavirus, covid, sel, pandemic, corona virus, seragam, kacamata, pekerja kantoran, rambut hitam, duduk, Gambar In PxHere, pandemic fatigue

Gejala Pandemic Fatigue

Seseorang yang mengalami pandemic fatigue akan merasakan beberapa tanda. Secara fisik merasa lelah dan lesu, serta tidak bersemangat melakukan aktivitas sehari-hari. Kemudian secara mental akan muncul rasa cemas dan gelisah. Mood berubah-ubah, sulit mengontrol emosi, dan mudah marah.

Pandemic fatigue juga dapat memengaruhi perubahan pada pola makan dan siklus tidur. Bisa jadi berkurang atau mungkin semakin bertambah. Anda juga akan ikut mengabaikan protokol kesehatan karena melihat orang lain melakukan hal yang sama.

Cara mengatasi Pandemic Fatigue

Pandemic fatigue menjadi salah satu penyebab  Covid-19 tidak mereda, bahkan semakin mengancam. Perlu adanya kiat-kiat untuk mencegah pandemic fatigue, di antaranya seperti beberapa tips berikut.

Menjaga kesehatan tubuh

Pandemic fatigue bisa membuat imun menurun sehingga tubuh sangat rentan terserang penyakit. Oleh Karena itu jaga kesehatan tubuh dengan makan makanan bergizi, olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan tak lupa berjemur di pagi hari.

Menjalin komunikasi dengan orang terdekat

Meski interaksi sosial terbatas karena pandemi Covid-19 memaksa untuk menjaga jarak. Anda bisa berkomunikasi secara virtual kepada keluarga atau teman dekat untuk mengobati rindu, atau sekadar menanyakan kabar. Anda bisa bercerita untuk meluapkan keluh kesah yang dirasakan. Hal ini terbukti dapat menurunkan tingkat stres karena terlalu lama berdiam diri di rumah.

Melakukan terapi

Anda bisa melakukan terapi dengan meditasi. Selain itu juga bisa berlatih yoga dengan ikut serta dalam kelas virtual atau menonton youtube. Menurut penelitian, latihan yoga atau meditasi dapat menurunkan kecemasan dan stres akibat pandemi.

Fenomena Pandemic Fatigue, Apakah Anda juga Mengalami?
Lockdown (Gary Butterfield via unsplash)

Menghindari doomscrolling

Doomscrolling adalah kondisi ketika seseorang mencari berita negatif secara terus-menerus di media sosial atau yang lainnya. Hal ini biasanya dilakukan karena seseorang bosan berdiam diri di rumah. Dampaknya dapat meningkatkan kecemasan dan stres saat pandemi.

Untuk itu, Anda bisa membatasi waktu berselancar di internet dan mengalihkannya dengan kegiatan lain. Atau bila susah, mulailah mencari konten-konten positif. Kami dapat merekomendasikannya kalau Anda mau. Tanyakan via chat atau hubungi kami lewat laman kontak.

Melakukan aktivitas yang disenangi

Anda bisa melakukan kegiatan yang disenangi seperti mendengarkan musik, olahraga atau jalan-jalan di sekitar lingkungan tempat tinggal. Tentunya harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

Hobi yang selama ini terbengkalai bisa mulai dilanjutkan. Bermain game bukan masalah asalkan tidak mengganggu waktu-waktu produktif. Buka kotak perkakas Anda, ambil peralatan yang sekiranya cocok untuk membuat benda-benda fungsional, memperbaiki rumah, atau barang-barang kerajinan. Siapa tahu bisa menghasilkan pemasukan tambahan.

Itulah beberapa cara mengatasi pandemic fatigue. Tetap jaga kondisi fisik dan mental Anda selama pandemi. Jangan pernah bosan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan ketika terpaksa harus keluar rumah.

Referensi:
https://www.halodoc.com/artikel/segala-hal-tentang-pandemic-fatigue-yang-perlu-diketahui
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3645651/awas-anda-sudah-masuk-ke-fase-pandemic-fatigue
https://hot.liputan6.com/read/4411097/ciri-ciri-pandemic-fatigue-dan-cara-mengatasinya-agar-tak-terlena-virus-corona-covid-19
https://www.suara.com/health/2021/01/30/100206/pandemic-fatigue-begini-cara-menanganinya?page=all
https://www.popbela.com/career/working-life/niken-ari/apa-itu-pandemic-fatigue/4
https://www.sehatq.com/artikel/mengenal-pandemic-fatigue-dan-tanda-tanda-yang-muncul-saat-anda-mengalaminya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest