Kenapa Orang Bisa Live Streaming Bunuh Diri ?

Belakangan ini banyak fenomena orang melakukan bunuh diri. Kejadian ini tidak biasa karena mereka melakukan percobaan bunuh diri dengan disiarkan secara langsung melalui media sosial. Bahkan ada yang melakukannya untuk sekedar prank. Dengan melakukan siaran langsung bunuh diri di media sosial maka dapat dilihat oleh ratusan atau ribuan orang yang menjadi pengikut atau temannya. Hal ini tentu membuat panik dan cemas bagi yang melihatnya.

Beberapa memang ada yang masih sempat dicegah karena kepekaan dan kesigapan temannya. Namun banyak juga yang tidak bisa berbuat apa – apa dan akhirnya korban meninggal karena terpisahnya jarak. Ketika melihat orang meninggal tepat didepan mata tentu dapat mengganggu kejiwaan bagi penontonnya. Mereka dapat merasa sedih dan trauma akan hal itu.

Fenomena ini semakin berbahaya karena bayak orang yang mulai ikut – ikutan melakukannya. Bukan hanya di Indonesia, hal ini juga terjadi di banyak negara. Dokter Sandeep Vohra dari India mengatakan banhwa kemungkinan orang yang melakukan bunuh diri secara live streaming karena ia membutuhkan bantuan. Sebelum melakukannya biasanya orang itu akan bercerita tentang masalah yang sedang dihadapi, dikutip dari detik.com.

“Pada tindakan bunuh diri live streaming, seseorang cenderung membenarkan tindakannya kepada masyarakat mengapa ia bunuh diri.”, kata dokter Sandeep Vohra. Dengan cara ini, seseorang menunjukkan kepada penonton bahwa hal yang membuatnya bunuh diri harus bertanggung jawab dan dihukum atau setidaknya penonton mengerti alasan ia melakukan bunuh diri.

Dikutip dari detik.com, dr. Andri, SpKJ, FAPM seorang ahli kejiwaan dari RS Omni Alam sutra mengatakan bahwa orang – orang jangan ikut menyebarkan siaran langsung bunuh diri di media sosial karena dapat mempengaruhi psikis orang yang melihatnya. Apalagi jika psikis mereka tidak dalam kondisi sehat.

Penyebab utama seseorang bunuh diri biasanya karena depresi. ia butuh bercerita dan mendapat dukungan dari orang terdekat seperti teman atau keluarga. Dengan teknologi saat ini, banyak orang mencari dukungan, jawaban dan pembenaran kepada para pengikutnya di media sosial. Namun jika tidak sesuai ekspektasinya, ia akan kecewa dan stres. Sebenarnya yang perlu diperhatikan adalah banyak terjadi kesalahpahaman dalam penggunaannya karena sinyal yang buruk atau pembatasan jumlah karakter pada suatu media sosial.

Dokter Sandeep menyarankan jika melihat siaran langsung bunuh diri, anda bisa mengingatkan korban  tentang orang yang dicintainya atau dengan memberikan pesan – pesan positif agar ia dapat merasakan dukungan dari teman atau pengikutnya.

Sumber :
detik.com : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4816796/fenomena-live-streaming-bunuh-diri-kenapa-makin-populer?_ga=2.67615255.789488771.1575213561-1088903966.1557650888
www.hipwee.com : https://www.hipwee.com/feature/tragis-depresi-ditinggal-istri-dan-anak-pria-ini-nekat-siarkan-langsung-aksi-bunuh-dirinya-lewat-facebook/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest