Beredar Fenomena Crossdresser Di Sosial Media, Inilah Motif Para Pelakunya

Akhir-akhir ini, sosial media dihebohkan dengan laki-laki yang suka memakai baju perempuan. Tidak hanya berpenampilan seperti perempuan, mereka juga nekat memasuki tempat terlarang seperti toilet wanita. Para pelaku ini ternyata memiliki sebuah komunitas yang diberi nama crossdresser. Menurut psikologis, perilaku ini dinilai sebagai bentuk gangguan kesehatan mental. Berikut ini salah satu motif dari para crossdresser.

1. Salah Pergaulan

Perilaku laki-laki yang menyukai berpenampilan seperti layaknya seorang perempuan, dapat disebabkan adanya salah pergaulan. Sebuah penelitian mengatakan bahwa, para crossdresser sebagian besar sudah menyukai berpenampilan perempuan semenjak mereka masih kecil. Keadaan ini diperkuat dengan kondisi lingkungan yang lebih mendukungnya untuk melakukan hal tersebut.

Dalam lingkungan sekolah atau bermain, ada anak laki-laki yang cenderung tertarik untuk memakai pakaian dan aksesoris perempuan. Bisa jadi karena saudaranya perempuan atau kebanyakan teman-temannya adalah perempuan. Kondisi ini kemudian mendorongnya untuk mengikuti penampilan orang-orang disekitarnya. Ditambah lagi, teman-temannya justru mendukungnya dan mengangap perilaku anak tersebut sebagai lelucon.

2. Akibat Trauma yang Pernah Dialami

Para pelaku crossdresser lebih suka tampil dan memakai busana layaknya lawan jenis. Kelainan ini bisa jadi disebabkan oleh trauma yang pernah dialaminya di masa lalu. Terjadinya pelecahan seksual pada seseorang, di masa kecil dapat membuat ia mengalami ketakutan dan kekecewaan. Kondisi ini bisa jadi mendorong seseorang untuk berpenampilan seperti lawan jenisnya.

Dengan menggunakan baju dan aksesoris yang selayaknya dipakai lawan jenis, mereka akan merasa lebih nyaman. Hal ini dapat dianggap sebagai salah satu bentuk perlindungan diri dari para pelaku pelecahan seksual. Namun, perilaku seorang crossdresser yang diabaikan bisa menyebabkan seseorang mengalami kelainan mental, dimana dirinya lebih menyukai kondisinya sebagai seorang perempuan.

Perilaku laki-laki yang lebih suka mengenakan tampilan perempuan dapat disebabkan karena salah pergaulan dan trauma yang pernah dialami di masa lalu. Selain itu, beberapa pelakunya juga mengatakan bahwa mereka menjadi crossdresser hanya karena mengikuti trend dan hiburan semata. Meskipun begitu, kondisi ini tidak bisa diabaikan karena dinilai sebagai salah satu bentuk gangguan mental.

Sumber :
detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest