Fase Psikologis Dalam Proses ‘New Normal’

Istilah ‘new normal’ digunakan untuk menggambarkan tatanan kehidupan yang baru dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kebiasaan baru ini diberlakukan dalam keadaan tertentu seperti saat pandemi melanda. New normal memang bersifat memaksa karena jika tidak dilakukan akan berdampak buruk kepada diri sendiri dan masyarakat sekitar. Namun tidak semua orang bisa menerima kebiasaan baru ini. Seseorang yang sulit beradaptasi dengan keadaan ini bisa terkena gangguan kesehatan mental seperti stres.

Ida ayu Saraswati, Psikolog Klinis Dian Selaras Layanan Psikologi Bali mengatakan bahwa mereka yang tidak terbiasa dengan kondisi baru dapat stres karena penolakan dari kondisi tersebut. Kehidupan new normal memungkinkan seseorang untuk menolak beradaptasi, sehingga stres muncul, dilansir dari merdeka.com.

Proses adaptasi agak sulit dilakukan karena terjadi perbedaan kebiasaan dari kehidupan sebelumnya. Pada awalnya akan terjadi penolakan terhadap kebiasaan-kebiasaan baru. Namun seiring berjalannya waktu seseorang berlahan-lahan dapat menerima kondisi tersebut.

Setiap orang memiliki waktu adaptasi yang berbeda-beda. Ada yang cepat maupun lambat. Hal ini tergantung dari cara berpikir dan kemampuan seseorang dalam menerima kebiasaan baru. 

Menurut Dokter Spesialis Kedokteran jiwa RS Pondok Indah Bintaro, dr Leonardi Guenawan SpKJ, ada beberapa fase psikologis yang dialami saat memulai perilaku hidup new normal saat pandemi terjadi. Berikut ini ulasannya.

1. Tahap Disrupsi

Dalam tahap ini seseorang akan meninggalkan kebiasaan lama dan mulai dengan kebiasaan yang baru. Tentunya akan terjadi perubahan dalam aktivitas sehari-hari serta seseorang akan merasa terkekang karena berkurangnya kebebasan. 

Banyak beredar informasi yang membuat pikiran tertekan. Dampaknya akan timbul kecemasan, ketakutan serta berubahnya pola makan dan tidur. Selain itu dampaknya dapat memperparah kondisi seseorang yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit kronis atau gangguan mental. 

2. Tahap Kebingungan dan Ketidakpastian

Dalam tahap ini seseorang akan merasakan ketidakpastian, Kehilangan Arah atau mungkin hilangnya penghasilan sehingga menimbulkan kelelahan mental.

Seseorang akan mengalami penurunan kualitas hidup Sehingga dapat merasa kehidupan menjadi lambat,  khawatir, dan tertekan. Dalam situasi ini akan mungkin terjadi peningkatan konsumsi alkohol, rokok, dan penyalahgunaan obat.

3. Tahap Penerimaan

Ini adalah Tahap terakhir setelah melalui beberapa tahap sebelumnya. Seseorang akan menerima kondisi apapun yang ada. Penerimaan ini membuat kebiasaan-kebiasaan baru akan terbentuk tanpa adanya keterpaksaan. Kemampuan adaptasi seseorang membuat ia dapat menerima kebiasaan-kebiasaan baru dan memandang hidup lebih realistis.

Sumber :
www.merdeka.com : https://www.merdeka.com/peristiwa/psikolog-sebut-proses-adaptasi-new-normal-bisa-pengaruhi-kesehatan-mental.html
www.cnnindonesia.com : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200513153011-284-502979/3-tahap-psikologis-untuk-beradaptasi-dengan-new-normal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest