Ternyata Ada Dampak Psikologi Like Di Media Sosial

Sosial media merupakan aplikasi yang populer di dunia maya. Aplikasi ini digunakan untuk memperluas relasi sosial bahkan digunakan untuk mencari pendapatan. Ada beberapa bentuk konten yang bisa diunggah di media sosial. Bisa berupa teks, gambar, atau video. Fitur yang tidak asing lagi di media sosial adalah fitur Like. Fitur ini digunakan sebagai tanda penghargaan terhadap sesuatu yang diposting.

Belakangan ini beredar kabar jika jumlah like akan segera dihapus. Hal ini karena jumlah like tersebut dapat mempengaruhi kondisi mental seseorang. Memang jumlah like yang banyak dapat memberikan perasaan bahagia. Akan tetapi jika jumlah like sedikit maka akan mendatangkan tekanan dan stres kepada yang memposting.

Penelitian Seputar Fitur Like Media Sosial

Kebanyakan Like dari postingan pasti berasal dari teman dan keluarga dekat. Sebuah penelitian di UCLA Amerika Serikat menyebutkan jika seorang remaja lebih tertarik untuk memberikan Like terhadap konten yang sudah memiliki banyak Like meskipun remaja tersebut tidak mengenalnya, dilansir dari hellosehat. Dalam penelitian ini juga membuktikan jika semakin banyak Like, informasi yang diberikan semakin dipercaya.

Para ilmuan mencoba memberikan bermacam – macam gambar seperti foto bersama teman, serta gambar yang bersifat negatif seperti rokok dan alkohol. Hasilnya bukan jenis gambar yang diunggah tetapi jumlah Like yang mempengaruhi remaja memberikan Like atau tidak. Hal ini disebut efek konfirmasi, yaitu remaja merasa diterima oleh kelompoknya jika memberikan Like pada gambar yang mempunyai banyak like tanpa mempedulikan gambarnya.

Efek peer pressure juga turut mempengaruhi remaja memberikan Like. Peer pressure adalah adalah tekanan dari teman yang secara tidak langsung mempengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan, dalam hal ini adalah keputusan untuk memberikan Like atau tidak.

Dampak Fitur Like Bagi Kesehatan Mental

Jika seseorang mendapatkan banyak Like maka otak akan mengeluarkan hormon dopamin yaitu hormon yang membuat perasaan senang. Mendapat banyak Like juga membuat seseorang menjadi ketagihan karena ia merasa mendapat penghargaan dari hal tersebut. Namun disisi lain jika seseorang tersebut menghitung jumlah Likes yang didapat dan menurutnya tidak memuaskan maka bisa menurunkan kepercayaan dirinya. Hal ini berbahaya karena merasa penghargaan atas dirinya sangat rendah.

Selain itu ada dampak yang ditimbulkan dari konten yang diunggah di media sosial. Jika hal – hal yang dilihat berupa sesuatu yang positif maka itu sangat baik untuk perkembangan remaja di masa mendatang. Namun dengan pemikiran remaja yang masih labil juga akan sangat rentan terpengaruh dengan hal – hal negatif di media sosial.

Peran orang tua sangat berpengaruh pada interaksi remaja di dunia maya. Orang tua perlu mengawasi anaknya dalam menggunakan media sosial. Mulai dari status, gambar, atau video apa yang diunggah, dilihat dan disukai.

Sumber :
idntimes.com : https://bali.idntimes.com/science/experiment/shelly-salfatira/yang-terjadi-pada-otak-saat-post-di-media-sosial-dapat-like-regional-bali/full
hellosehat.com : https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/fitur-like-pada-media-sosial-berpengaruh-pada-psikologi-remaja/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest