Waspada Perilaku Catfishing di Media Sosial

“Catfishing sangat sulit dideteksi dan merugikan korbannya. Perhatikan ulasan dibawah ini agar anda lebih mengenal dan tidak terjebak pada perilaku catfishing.”

 

Saat ini media sosial menjadi sarana untuk melakukan interaksi sosial. Disana Anda bisa mendapatkan teman baru atau mungkin pasangan. Beberapa orang menggunakan media sosial sebagai wadah untuk eksistensi diri.

Dibalik kemudahan berinteraksi dengan orang lain, ada yang menggunakannya dengan tujuan negatif. Salah satunya catfishing.

Pengertian catfishing

Istilah catfishing dikenal pertama kali dari film dokumenter yang menceritakan pengalaman seseorang tentang penipuan secara online.

Catfishing adalah penamaan yang ditujukan kepada seseorang yang menggunakan data palsu untuk membuat identitas baru di media sosial atau aplikasi lainnya guna melakukan penipuan dengan cara berpura-pura tertarik dengan seseorang. Data tersebut diperoleh dengan mencuri foto dan informasi pribadi orang lain. Pemilik asli tidak mengetahui karena data diambil tanpa izin oleh pelaku.

Pada awalnya pelaku catfishing melakukan pendekatan dengan korbannya. Salah satunya dengan teknik love bombing. Saat korban memberikan respon yang baik, pelaku akan melakukan aksinya. Pelaku akan mencari kelemahan korban sehingga korban merasa berempati, jatuh cinta atau mempertaruhkan apapun demi pelaku. Misalnya memberikan uang atau mengirimkan gambar vulgar.

Penyebab seseorang melakukan catfishing

Seseorang melakukan catfishing memiliki penyebab berbeda-beda. Berikut ini penyebab seseorang melakukan catfishing.

1. Kurang percaya diri

Seseorang mungkin menganggap dirinya kurang menarik. Mungkin merasa dirinya tidak tampan atau cantik. Oleh karena itu ia menggunakan identitas palsu agar dirinya lebih berharga dan disukai lawan jenis.

2. Melakukan kejahatan

Pelaku melakukan catfishing dengan tujuan tidak baik. Misalnya berniat menipu untuk mengambil harta korban atau tujuan lain sesuai sasaran yang diinginkan.

3. Gangguan mental

Gangguan mental tertentu dapat menyebabkan seseorang melakukan catfishing. Seseorang bisa merasa cemas, takut, bahkan depresi dengan identitas sebenarnya karena takut dihina atau dibully di media sosial. Ia menggunakan identitas palsu agar lebih tenang dalam berkomunikasi dengan orang lain.

4. Balas dendam

Dikutip dari The Cybersmile Foundation, seseorang melakukan catfishing untuk balas dendam. Seseorang membuat beberapa akun di media sosial atau aplikasi kencan online menggunakan data pribadi korban. Tujuannya untuk merusak nama baik atau mempermalukannya dengan cara menyebarkan hal-hal yang sifatnya privasi, rahasia, atau aib korban.

Jangan Lewatkan:  Yuk Cari Tahu 3 Jenis Orang Narsis yang Harus Dihindari

Tanda seseorang melakukan catfishing

Sangat sulit mengetahui tanda seseorang melakukan catfishing. Biasanya hal ini dilakukan sesuai situasi dan tujuan pelaku. Namun secara umum Anda bisa mengetahui beberapa cirinya sebagai berikut.

1. Foto profil tetap

Pelaku kemungkinan akan memiliki banyak akun di beberapa aplikasi kencan online atau media sosial. Selain itu juga foto curian yang ia dapat terbatas jumlahnya sehingga foto profilnya tidak berubah dalam waktu yang lama.

2. Memiliki sedikit teman di media sosial

Anda harus hati-hati jika akun hanya memiliki sedikit teman. Hal itu mengindikasikan jika akun tersebut dibuat dengan asal-asalan dan 

3. Menghindari melakukan video call

Pelaku pasti akan menolak untuk video call karena takut identitas aslinya terbongkar. Ia akan memiliki banyak alibi melakukan video call, misalnya sedang dalam keadaan sibuk atau dalam situasi tidak bisa mengangkat video call. Ia hanya akan mengajak berkomunikasi melalui pesan teks atau gambar.

4. Tidak tertarik membicarakan dirinya atau justru berlebihan menggambarkan dirinya

Anda mungkin menyadari jika informasi yang diberikan pelaku saat berkenalan terdengar aneh dan tidak jelas. Terkesan ada yang ditutupi dari dirinya.

Atau mungkin justru sebaliknya, ia akan menceritakan dan memamerkan kekayaannya. Ia juga menceritakan tentang keluarga, teman dan pekerjaanya yang sebenarnya semua hanya sebuah kebohongan.

Jangan Lewatkan:  Ini Cara Detoks Media Sosial agar Tetap 'Waras'

5. Bersikap romantis

Seseorang pasti akan senang jika mendapat kasih sayang dan perhatian dari orang lain. Namun anda patut waspada apabila mendapatkan perlakuan tersebut dari orang yang baru dikenal secara online. Pelaku catfishing sengaja memberikan perlakuan romantis atau love bombing untuk menjebak korban. Bahkan bisa membuat korbannya menjalin hubungan serius walaupun belum pernah bertemu.

Mengapa orang mudah percaya?

Fenomena catfishing sebenarnya sudah tidak asing di masyarakat. Tetapi masih saja ada yang terjerat kedalamnya. Bahkan banyak yang dirugikan secara materil. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Seseorang yang memiliki emosi kuat dengan orang lain akan menjadi mudah percaya dengan orang tersebut. Terlebih jika mereka merasakan ketertarikan satu sama lain.

Seorang psikolog bernama Edward Thorndike mengatakan kondisi itu disebut dengan halo effect. Saat seseorang tertarik pada kesan pertama, maka seseorang akan selalu memandang baik meskipun orang yang disukai melakukan hal buruk.

Dalam kasus catfishing, pelaku akan memberikan kesan pertama yang kuat. Korban akan terkena halo effect sehingga ia mudah terperdaya.

Korban kebanyakan adalah perempuan. Hal itu karena perempuan dianggap makhluk yang lemah dan lebih mengutamakan perasaan dibandingkan logika sehingga mudah terperdaya.

Cara menghadapi catfishing

Anda mungkin kesulitan mengenali apakah seseorang serius atau hanya berpura-pura dalam menjalin hubungan atau pertemanan di dunia maya. Apalagi komunikasi yang dilakukan tanpa bertemu langsung. Namun ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya catfishing.

1. Berani menolak permintaan pelaku

Saat Anda sudah mulai akrab dengan pelaku, jangan mudah terpancing iming-iming pelaku dan menuruti permintaannya yang dirasa tidak etis. Misalnya saat ia meminta foto vulgar Anda. Pasti pelaku memiliki niat jahat dengan memanfaatkan foto yang Anda berikan. Hal itu bisa digunakan untuk memeras dan melakukan teror. Ia akan mengancam untuk menyebarkannya jika Anda tidak menuruti keinginan pelaku.

Jangan Lewatkan:  Kenali Kleptomania, Gangguan Perilaku Mencuri Barang

2. Berhati-hati memberikan informasi pribadi

Jangan memberikan informasi pribadi Anda kepada orang yang baru dikenal di aplikasi kencan online atau media sosial. Misalnya seperti KTP, alamat rumah, atau no. rekening. Informasi tersebut bisa digunakan pelaku untuk berbuat kejahatan seperti menipu kerabat atau mencuri uang Anda. Selain itu jangan mengirim gambar, video atau pesan yang sifatnya vulgar agar tidak disalahgunakan pelaku.

3. Banyak bertanya

Jangan ragu untuk banyak bertanya tentang informasi pribadi seseorang. Jika jawaban yang diucapkan tidak konsisten atau berubah-ubah, maka Anda patut curiga. Saat Anda mulai merasakan berbagai kejanggalan, segera berhenti berinteraksi dengannya sebelum terjebak aksi catfishing.

4. Berbicara dengan orang dekat

Anda bisa bercerita dengan orang terdekat tentang kenalan baru Anda di media sosial atau aplikasi kencan. Pikiran Anda akan lebih terbuka karena mendapatkan saran dan bisa keluar dari jebakan kejahatan yang mungkin tidak Anda sadari.

5. Jangan mudah percaya

Jangan mudah percaya dengan kata-kata seseorang yang baru dikenal. Pelaku akan menipu Anda dengan pendekatan tertentu. Misalnya ia bercerita sesuatu hal yang membuat meluluhkan hati sehingga Anda merasa simpati terhadapnya. Akhirnya pelaku tak segan meminta uang kepada Anda. Anda harus hati-hati dengan modus semacam ini.

Anda bisa mengubah pengaturan profil menjadi privat atau pribadi untuk mencegah pelaku catfishing mengetahui kehidupan Anda.

Teknologi saat ini bisa membuat Anda mendapat teman baru atau pasangan secara instan. Namun tetaplah waspada terhadap orang-orang yang baru dikenal agar meminimalisir kejahatan catfishing.

 

Sumber :

https://www.alodokter.com/kenali-ciri-ciri-catfishing-saat-online-dating-dan-cara-menghadapinya
https://www.sehatq.com/artikel/catfishing-dalam-aplikasi-kencan-online-bagaimana-cara-menghindarinya
https://hellosehat.com/mental/hubungan-harmonis/fenomena-catfishing/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest