Sering Cemas & Gelisah? Mungkin Anda Mengalami Anxiety Disorder

Bukan cemas biasa. Mungkin Anda pernah mengalami gelisah berlebihan, dan itu terjadi secara tiba-tiba. Anda terlalu mengkhawatirkan banyak hal, meskipun itu tidak realistis. Membayangkan keburukan akan terjadi dalam kehidupan tanpa sanggup mengendalikannya.

Ya, jika menceritakannya kepada seseorang yang salah, Anda mungkin akan menerima penolakan. Lalu diberi penilaian bahwa Anda kurang piknik, kurang bersyukur, kurang mendekat kepada Tuhan, dan sebagainya. Tidak mengapa, terima saja dengan lapang dada, karena itu bisa jadi salah satu solusinya.

Tapi bagaimanapun juga, pahamilah bahwa mungkin Anda sedang mengalami gangguan Generalized Anxiety Disorder (GAD). Atau di sini dikenal dengan sebutan gangguan kecemasan berlebihan. Ini merupakan penyakit gangguan emosi yang juga berkaitan dengan depresi.

Ciri-ciri & Gejala Anxiety Disorder

Jangan dianggap remeh, gangguan emosional GAD sama seriusnya dengan diabetes atau penyakit jantung. Tanpa pengobatan dan penanganan yang tepat, kemungkinan kondisi ini dapat menimbulkan depresi. Dan seperti kita tahu, penderita depresi akut memiliki kecenderungan dan risiko bunuh diri.

Kalau orang normal biasanya hanya menggelisahkan hal-hal biasa, berbeda dengan penderita GAD. Hampir semua peristiwa dalam kehidupannya membuat gelisah. Ini karena dirinya selalu berpikiran negatif dan takut akan terjadi sesuatu yang buruk tanpa disadarinya. Bahkan meski sebenarnya itu tidak realistis.

Selebihnya, berikut ciri-ciri umum yang muncul pada penderita GAD:

  • Sulit merasa rileks dan santai
  • Sulit konsentrasi
  • Mudah kaget dan gelisah tanpa sebab jelas
  • Sulit tidur, atau malah terlalu banyak tidur
  • Mudah lelah
  • Cenderung berpikiran negatif terhadap segala hal
  • Mudah marah akibat tidak mampu mengontrol emosi
  • Sering tiba-tiba sesak napas
  • Mudah deg-degan dan tremor
  • Sulit menelan
  • Sering berkeringat dingin
  • Sakit kepala, sakit perut, nyeri otot tanpa sebab pasti
  • Intensitas buang air kecil tinggi pada suatu kesempatan

GAD timbul tanpa adanya satu penyebab mutlak. Namun gangguan kecemasan ini bisa muncul karena beberapa faktor risiko yang umum terjadi. Seperti faktor genetik, trauma, stres jangka panjang, ketidakseimbangan hormon atau kadar zat kimia dalam tubuh, sejarah keluarga, dan sebagainya.

Wanita berpotensi lebih besar untuk mengalami gangguan kecemasan daripada pria. Pertama-tama muncul pada rentang antara masa remaja hingga menginjak usia 30-an.

Penanganan medis bagi penderita GAD umumnya mengombinasikan metode psikoterapi dan obat-obatan berjenis anti depresan. Kebanyakan juga disertai dengan cara-cara alternatif, seperti meditasi, metode olah pikir (mindfullness), yoga, dan sebagainya.

Salah satu jenis terapi yang diberikan adalah CBT (Cognitive Behavorial Therapy). Metode ini mendorong pasien untuk memahami hubungan antara pikiran, perasaan, dan tingkah lakunya sendiri. Ketika pasien telah mengerti hubungan antara ketiga aspek tersebut, diharapkan dirinya dapat mengenali penyebab kecemasan berlebih yang dialaminya.

Sumber:
https://www21.ha.org.hk/smartpatient/EM/MediaLibraries/EM/EMMedia/Generalized-Anxiety-Disorder_Bahasa-Indonesia.pdf?ext=.pdf
https://www.anxiety.org/generalized-anxiety-disorder-gad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest