Cara Membaca Perilaku Orang Lain agar Tak Salah Bertindak dalam Pergaulan

Membaca perilaku orang lain bukanlah tindakan buruk. Asalkan tanpa disertai dengan prasangka negatif, apalagi kecurigaan yang berlebihan. Metode ini dapat membuat Anda lebih memahami orang lain, memperlancar komunikasi, hingga menjadikan Anda lebih luwes dalam bersosialisasi.

Tidak bisa dimungkiri bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain. Setiap hari tidak pernah terlewatkan bertemu seseorang, entah itu keluarga di rumah, rekan kerja, atau siapa saja di luar sana.

Berinteraksi dengan orang lain harus cerdas mengenal situasi, agar komunikasi terjalin dengan baik dan terus berlanjut. Untuk memudahkan komunikasi dengan seseorang, alangkah baiknya jika kita memiliki kemampuan memahami apa yang mereka rasakan dan pikirkan.

Metode Praktis Membaca Perilaku Orang Lain

Banyak yang mengira bahwa untuk bisa membaca pikiran orang lain harus berbekal ilmu magis atau melalui disiplin ilmu khusus yang perlu waktu lama untuk mempelajarinya.  Meski memang butuh waktu, perkembangan teknologi memudahkan kita dalam mengakses ilmu yang dibagikan oleh para ahli psikologi untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Bahasa nonverbal bisa digunakan untuk membaca pikiran orang lain. Pada kenyataannya, bahasa nonverbal atau bahasa tubuh lebih mudah mengungkap perasaan orang lain dibandingkan dengan bahasa verbal. Inilah yang perlu kita pahami sebab masih banyak orang yang tidak bisa membaca bahasa tubuh orang lain.

Berikut ini tiga teknik dalam seni membaca perilaku orang lain:

1. Mengamati Isyarat Bahasa Tubuh

Penelitian telah menunjukkan bahwa ada tiga elemen dalam komunikasi langsung yaitu verbal atau kata-kata, intonasi suara, dan bahasa tubuh. Dari ketiga elemen tersebut, yang paling menentukan pikiran sebenarnya dari seorang pembicara adalah bahasa tubuh. Kata-kata hanya memberikan persepsi sebanyak 7 %, intonasi suara 30 %, sedang bahasa tubuh 55 %. Seseorang hanya membutuhkan 7 detik mengamati untuk bisa menyimpulkan lawan bicara secara visual.

Melihat Penampilan

Penampilan menjadi hal utama dalam membaca orang lain; apakah ia mengenakan jeans dengan atasan t-shirt yang menunjukkan kesederhanaan? Atau dengan gamis dan jilbab hitam legam atau berliontin salib yang keduanya menunjukkan nilai-nilai spiritual. Atau dengan pakaian mini ketat, memperlihatkan belahan dada yang terkesan menggoda.

Membaca Perilaku dari Postur Tubuh

Membaca perilaku orang lain juga sangat mudah diketahui dari posturnya. Perhatikan apakah ia berjalan dengan dada membusung yang memberi kesan keangkuhan, atau meringkuk pertanda kurang percaya diri, juga dengan pandangan yang selalu menunduk.

Mencermati Gerakan Fisik

Ada banyak gerakan fisik lawan bicara yang bisa mengisayaratkan perasaannya pada saat itu.

  • Melipat kedua tangan, pose ini menunjukkan kebosanan terhadap situasi dan kondisi yang sedang terjadi
  • Menyembunyikan tangan, baik itu di atas pangkuan, di dalam saku atau meletakkannya di belakang, menunjukkan bahwa orang itu sedang menyembunyikan sesuatu.
  • Menggigit bibir, tindakan ini menunjukkan bahwa orang itu sedang berada dalam tekanan dan mencoba menenangkan diri.
  • Ekspresi Wajah

Emosi selalu tergambar pada wajah seseorang melalui berbagai bentuk ekspresi. Misalnya, bibir mengerucut menandakan kemarahan, penghinaan atau tidak suka pada sesuatu. Menguap merupakan isyarat bahwa seseorang bosan dengan topik obrolan atau kepada lawan bicara. Mengangkat salah satu alis juga mengindikasikan bahwa seseorang meragukan atau tidak yakin terhadap argumen orang lain.

Cara Membaca Perilaku Orang Lain agar Tak Salah dalam Pergaulan

2. Membaca Perilaku dengan Intuisi

Intuisi merupakan kemampuan dalam memahami sesuatu, tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas yang datangnya tiba-tiba di luar kesadaran. Salah satu bentuk intuisi, yakni ketika pertama kali berjumpa dengan seseorang, secara naluriah bisa merasakan apakah orang tersebut dapat dipercaya atau tidak. Apakah setelah pertemuan pertama tadi memberikan kesan nyaman, daya tarik yang menjadikan Anda ingin bertemu lagi.

3. Melalui Energi Emosional

Merasakan Kehadiran Seseorang

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah perasaan yang muncul ketika atau setelah Anda berbicara dengan seseorang tersebut. Apakah keramahannya membuat nyaman, atau justru menjadikan Anda malas dan tidak tertarik sama sekali?

Perhatikan Tatapan Matanya

Pepatah mengatakan, “Mata adalah jendela hati.” Hal itu bisa jadi memang benar adanya. Jadi, sempatkan untuk memperhatikan mata lawan bicara Anda. Apakah ia sedang marah atau tatapannya sendu, yang berarti sedang membutuhkan teman dan perhatian?

Merasakan Melalui Sentuhan

Emosi seseorang juga dapat dirasakan melalui kontak fisik. Coba rasakan sentuhan mereka, entah itu melalui pelukan atau jabat tangan. Apakah pelukannya hangat yang menandakan bahwa ia nyaman dengan Anda? Atau telapak tangannya lembab yang mengindikasikan bahwa orang tersebut sedang gugup bahkan cemas.

Demikianlah tiga teknik membaca perilaku orang lain agar tidak salah dalam bertindak. Ilmu ini penting untuk  menjalin interaksi yang baik dalam kehidupan sosial. Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest