Borderline Personality Disorder, Gangguan Mental yang Sering Dialami Remaja

Pada masa remaja atau beranjak dewasa, tak sedikit individu yang mengeluhkan masalah-masalah mental yang dialami. Contoh yang paling sering adalah perubahan mood, pola pikir, dan persepsi yang cenderung tidak stabil. Perlu diketahui bahwa gejala-gejala tersebut dapat termasuk kedalam gangguan kepribadian yang dinamakan Borderline Personality Disorder atau BPD. Untuk memahaminya secara lebih lanjut mari simak beberapa informasi berikut.

1. Pengertian

Borderline Personality Disorder merupakan gangguan kepribadian yang biasanya ditemukan pada usia remaja atau beranjak dewasa. Ditandai dengan citra diri dan mood yang berubah-ubah, serta perilakunya yang impulsif. Penderita akan memiliki cara berpikir, cara pandang, dan kondisi emosional yang berbeda dengan orang pada umumnya. Hal inilah yang menjadikannya kesulitan dalam menjalani kehidupan terutama saat menjalin interaksi dengan orang lain.

2. Penyebab

Sampai saat ini penyebab dari Borderline Personality Disorder belum dapat diketahui secara pasti. Namun terdapat beberapa faktor yang diperkirakan dapat memicu timbulnya gangguan kepribadian ini, berikut diantaranya:

  • Genetik atau keturunan

Sebuah penelitian menyatakan bahwa kepribadian seseorang dapat diturunkan secara genetik. Sehingga kemungkinan gangguan kepribadian juga dapat berasal dari pengaruh genetik.

  • Lingkungan

Tidak dapat dipungkiri, kondisi lingkungan seseorang dapat mempengaruhi kepribadiannya. Begitupula dengan pengalaman-pengalaman yang dimiliki. Berbagai pengalaman negatif yang dialami individu diketahui dapat memunculkan gangguan kepribadian. Contohnya pelecehan seksual, kekerasan, dan kecelakaan.

  • Ciri kepribadian individu

Seseorang yang memiliki ciri kepribadian yang impulsif dan agresif diketahui dapat memiliki resiko munculnya gangguan kepribadian BPD.

  • Kelainan pada saraf atau otak

Beberapa kondisi seperti perubahan struktur pada otak, zat kimia atau neurotransmitter, akan memengaruhi emosi dan perilaku impulsif individu.

3. Gejala

Penderita Borderline Personality Disorder dapat memiliki gejala-gejala dari ringan hingga berat. Beberapa gejala diuraikan sebagai berikut:

  • Gangguan pola pikir

Biasanya, penderita tiba-tiba berpikir bahwa dirinya adalah yang terburuk, tidak pantas, dan takut diabaikan. Pemikiran seperti ini dapat mengarahkan pada keinginan-keinginan melakukan perbuatan yang ekstrim.

  • Hubungan yang intens namun tidak stabil 

Penderita memiliki kecenderungan untuk menjalin hubungan secara intens, namun tiba-tiba dapat menganggap bahwa orang yang bersangakutan tidak peduli dan kejam. Hal inilah yang menjadikan hubungan tidak stabil.

  • Suasana hati yang labil 

Perubahan mood digambarkan seperti tiba-tiba merasa kosong atau hampa, amarah yang meledak-ledak, dan suasana hati yang kacau. Kondisi seperti ini biasanya berlangsung selama beberapa jam.

  • Perilaku impulsif

Penderita biasanya akan melakukan tindakan-tindakan ceroboh tak bertanggung jawab seperti penggunaan alkohol, melukai diri sendiri, seks bebas, dan lain sebagainya.

Itulah dia beberapa informasi terkait Borderline Personality Disorder yang perlu untuk dipahami. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat diketahui bahwa BPD merupakan sebuah gangguan kepribadian yang memerlukan perhatian dan penanganan yang khusus karena dapat berdampak pada kondisi penderita yang semakin memburuk. Semoga informasi ini dapat bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest