Belajar Daring, Dampak Positif dan Negatifnya bagi Anak

Belajar daring sebenarnya bukanlah hal baru. Namun, belakangan pandemi Corona menyebabkan setiap siswa mau tak mau harus mengikut pembelajaran sekolah yang hanya bisa dilangsungkan lewat platform daring.

Tapi, pertanyaannya bagaimana belajar daring bisa memengaruhi siswa?

Untungnya, para pengembang telah menghadirkan banyak pilihan aplikasi panggilan video yang memungkinkan pertemuan guru-siswa secara virtual. Meski tak semaksimal bertatap muka, setidaknya kegiatan pendidikan masih tetap berjalan optimal. 

Banyak yang mengatakan bahwa panggilan video memerlukan konsentrasi lebih tinggi dibandingkan dengan pertemuan langsung tatap muka. Otomatis, ini akan membutuhkan energi lebih besar, sehingga pengguna aplikasi lebih mudah lelah untuk terus menerus berada dalam panggilan video, atau istilahnya Zoom Fatigue.

Selama interaksi tatap muka kita dapat membaca bahasa tubuh dan ekspresi wajah lawan bicara, kemudian memahami percakapan yang sedang berlangsung. Tapi selama panggilan video, aspek semacam ini nyaris hilang sama sekali.

Jika pun anak dapat memahami ekspresi dan bahasa tubuh, dia akan membutuhkan lebih banyak energi. Maka tak heran jika kemudian anak akan mengalami zoom fatigue yang mungkin mengurangi kemampuannya untuk belajar atau fokus pada waktu di luar belajar online.

Selain itu, panggilan video dan ceramah online dapat memengaruhi kesehatan mental. Berperan dalam pembelajaran, misalnya saat menjawab pertanyaan atau mengutarakan pandangan, dapat memicu perasaan tertekan karena anak merasa perhatian semua orang tertuju padanya melalui kamera.

Namun, dampak negatif dari pembelajaran online tidak berhenti pada pertemuan aplikasi pembelajaran video. Mungkin di tahun ajaran berikutnya Anda akan melihat lebih banyak siswa yang menderita migrain (karena ketegangan mata), akibat mereka lebih sering menatap gawai. Meskipun  demikian, ada pula siswa yang akan menganggap belajar daring dari rumah lebih mudah daripada harus berjalan jauh ke sekolah atau kampus.

Ilustrasi: belajar daring
Ilustrasi: belajar daring

Positif Negatif Belajar Online

Belajar daring memungkinkan pengaturan jadwal yang lebih fleksibel, membuat waktu lebih efisien, dan mencegah siswa menjadi gaptek. Para siswa dapat memilih ruangan paling nyaman semau mereka untuk dapat menerima pelajaran dengan baik. Selain itu, pembelajaran online memungkinkan siswa untuk mempelajari materi dengan kecepatan mereka sendiri tanpa harus mengikuti kecepatan pengajar.

Bukan hanya fisik, mereka yang memiliki masalah kesehatan mental juga dapat terpengaruh karena lebih sering berada di dalam ruangan. Seorang peneliti menemukan bahwa kaum muda dengan masalah kesehatan mental merasa lebih buruk selama penguncian ketika mereka harus tinggal di dalam rumah.

Seiring berjalannya waktu, anak akan merasa bosan harus terus menerus di rumah saja. Siswa harus bisa beradaptasi dengan pola pembelajaran baru, sehingga membutuhkan pendampingan orang tua. Jika tidak, kegagalan adaptasi dapat memicu munculnya stres.

Selain itu, banyak siswa menyalahgunakan waktu belajar atau tidak memanfaatkan pembelajaran online dengan baik. Banyak ditemukan kasus siswa yang malah membuka media sosial, sementara aplikasi panggilan video dibuka hanya untuk absen. Tentu saja itu akan merugikan diri sendiri.

Di sisi lain, lama berdiam di dalam ruangan dapat menyebabkan kekurangan vitamin D. Tubuh kita membutuhkan vitamin D untuk memperkuat tulang, gigi, dan sistem kekebalan tubuh. Sementara itu, paparan sinar UVB kita peroleh dari sinar matahari.

Kiat Mengurangi Dampak Negatif Pembelajaran Daring

Orang tua berperan penting dalam segala hal, termasuk pembelajaran online. Mau tak mau, orang tua juga harus berperan sebagai menjadi fasilitator belajar anak. Tidak selalu harus ikut mengerjakan tugas atau memberikan contekan ketika anak mendapat giliran menjawab pertanyaan. Tapi dengan memberikan jalan bagi anak untuk menemukan cara mengerjakan tugas semaksimal mungkin.

Jangan pula memberikan beban atau paksaan di luar kemampuan anak, karena itu akan membuatnya stres. Buatkan jadwal belajar berikut waktu-waktu istirahatnya, dan pastikan anak-anak mematuhinya. Selama istirahat, pastikan anak menghabiskan waktunya untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan. Ini bertujuan agar anak kembali rileks dan melepaskan ketegangannya.

Sebisa mungkin, sediakan area khusus untuk anak belajar daring yang paling nyaman buatnya. Sehingga anak dapat lebih mudah membangun fokus dan konsentrasi. Tetaplah tenang dan mulailah melakukan pembagian waktu pada diri sendiri, untuk mengurus rumah, bekerja, dan mendampingi anak belajar daring. Anda pun bisa berkonsultasi kepada guru atau berbagi pengalaman dengan wali siswa yang lain agar memperoleh kiat-kiat baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest