Ambivert, Gabungan Dua Kepribadian Sekaligus

Istilah ekstrovert dan introvert mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Ekstrovert merupakan pribadi yang gemar bergaul dan bersosialisasi, sedang introvert lebih suka menyendiri juga tidak banyak bicara. Namun ternyata ada satu jenis kepribadian lagi di antara ekstrovert dan introvert, yaitu disebut dengan ambivert. Seseorang dengan personalitas macam ini memiliki karakteristik introvert dan ekstrovert sekaligus.

Mudah Bergaul, Tetapi Juga Butuh Waktu Sendiri

Jika introvert lebih nyaman dalam kesendirian dan orang ekstrovert lebih suka bersosialisasi, maka para ambivert bisa merasakan kenyaman dalam dua situasi berbeda. Mereka menikmati saat bersama orang lain, tetapi juga merasa nyaman saat menyendiri. Atau dengan kata lain, tipe kepribadian ini memiliki caranya tertentu dalam menyikapi kondisi. Ketika mulai bosan menghabiskan waktu dengan orang lain, mereka akan menyisihkan waktu untuk menyendiri.

Dalam dunia kerja, seorang ambivert begitu fleksibel. Mereka dapat mengerjakan proyek yang membutuhkan kerja sama tim. Di sisi lain, mereka juga bisa menyelesaikan tugas individu. Mereka cenderung menonjolkan sisi ekstrovertnya saat bekerja sama. Sedang sisi introvert yang perfeksionis dan penuh perhatian pada detail, biasanya muncul saat mereka bekerja sendirian. Orang berkepribadian ambivert, biasanya lebih mudah disukai di lingkungan tempat mereka berada.

Seorang Pendengar Sekaligus Pembicara yang Baik

Seseorang ambivert suka mendengarkan lawan bicaranya. Sekaligus secara tepat dapat menentukan kapan harus berbicara dan mengeluarkan pendapat kala dibutuhkan. Orang ambivert cenderung akan menyimak terlebih dulu sebuah topik pembicaraan. Sementara itu otaknya bekerja mencerna topik tersebut, memikirkan pendapat-pendapatnya sendiri. Dan ketika tiba waktu mereka berbicara, itu akan berjalan lebih mudah dan tanpa beban. Penjelasan mereka pun umumnya lebih gamblang sehingga mudah diterima.  

Pribadi introvert cenderung menjadi tempat curhat bagi teman-temannya. Sementara orang ekstrovert lebih suka memberikan solusi ketika temannya menghadapi masalah. Sedang para ambivert dapat melakukan keduanya dengan baik. Mereka mendengarkan masalah secara keseluruhan, mengajukan beberapa pertanyaan, baru kemudian berusaha memberikan solusi kepada lawan bicara.

Ambivert memiliki kualitas seimbang antara ekstrovert dan introvert. Mereka mudah menyesuaikan dengan berbagai jenis kondisi. Hanya saja meski dalam hal itu mereka lebih baik, suasana hati seorang ambivert cenderung sering berubah. Mood merupakan kunci performa hidup mereka. Mereka bisa saja merasa tak nyaman saat berada di keramaian dan mendadak jadi pendiam ketika moodnya buruk.

Sumber: https://hellosehat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest