Menggali Alasan di Balik Sifat Suka Menunda Pekerjaan [3]

  • Takut kegagalan. Takut gagal juga menjadi salah satu alasan mengapa mereka tidak menyelesaikan tugas yang harusnya mereka selesaian. Ketakutan ini bisa mendorong perilaku menunda pekerjaan dengan berbagai cara, misalnya dengan membuat mereka menghindari menyelesaikan suatu pekerjaan atau bahkan dengan tidak memulai tugas tersebut sama sekali.
  • Self-handicapping. Terkadang perilaku menunda pekerjaan ini sengaja dilakukan untuk membuat penghambat bagi diri sendiri, sehingga jika mereka mengalami kegagalan, mereka dapat mengaitkannya dengan perilaku menunda pekerjaan dan bukan karena kurangnya kemampuan atau keahlian mereka. Perilaku ini disebut dengan self-handicapping. Contoh, seorang pelajar memilih untuk bersantai daripada belajar untuk ujian karena ia lebih suka tahu bahwa ia gagal ujian karena bersantai dan menunda-nunda belajar, dan bukan karena mereka tidak mengerti materi ujian tersebut.
  • Sabotase pribadi. Perilaku menunda-nunda terkadang juga muncul karena adanya kecenderungan perilaku mengalahkan diri sendiri, atau secara aktif menyabotase kemajuan mereka sendiri. Misalnya, menunda melamar pekerjaan meskipun mereka tahu hal tersebut merupakan kesempatan baik baginya untuk bisa memiliki karir yang lebih baik karena merasa mereka tidak layak mendapatkan tempat yang lebih baik.
  • Self-efficacy yang rendah. Self-efficacy adalah keyakinan seseorang akan kemampuannya untuk berhasil mencapai tujuannya. Memiliki self-efficacy rendah dapat membuat seseorang menunda-nunda pekerjaan. Misalnya ketika seseorang merasa mendapatkan tugas yang tidak bisa mereka atasi, mereka akan menunda tugas tersebut karena merasa nantinya juga akan gagal.
  • Merasa kekurangan kendali. Merasa tidak mampu mengendalikan hasil suatu kejadian dalam hidup juga menjadi alasan mengapa perilaku ini muncul. Misalnya ketika seseorang menunda mengerjakan tugas di kantor jika ia merasa atasan akan mengkritiknya tidak peduli seberapa besar usaha yang sudah dikerahkannya.
  • ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder juga dapat memicu perilaku menunda-nunda pekerjaan. Misalnya, dalam beberapa kasus ADHD membuat seseorang sulit berkonsentrasi mengerjakan satu tugas dalam waktu lama, sehingga mereka sering melompat-lompat dari satu tugas ke tugas lainnya tanpa menyelesaikan satupun diantaranya.
  • Depresi. Beberapa orang memiliki perilaku buruk ini karena sebenarnya mereka memiliki depresi yang mendasarinya. Hal ini karena depresi tersebut menimbulkan beberapa kondisi seperti kelelahan ekstrim, sulit konsenstrasi, dan berkurangnya minat melakukan aktifitas.
  • Kekurangan motivasi. Alasan lain seseorang menunda-nunda pekerjaan adalah karena mereka tidak cukup memiliki motivasi untuk mengerjakan tugas yang diberikan atau merasa hasil yang didapatkan tidak akan terlalu berarti atau penting bagi mereka. Misalnya, seorang pelajar menunda belajar untuk ujian mata pelajaran yang tidak relevan dengan jurusannya karena ia tidak peduli jika dapat nilai buruk.
  • Kekurangan energi. Umumnya, seseorang yang kekurangan energi akan lebih cenderung menunda pekerjaan, baik itu kekurangan energi fisik maupun mental.
  • Mementingkan mood jangka pendek. Beberapa orang cenderung menunda pekerjaan karena mereka mementingkan perasaan mereka saat itu dan lebih memilih melakukan sesuatu yang membuat mereka merasa lebih baik sekarang, meskipun artinya itu akan memengaruhi target jangka panjang mereka. Misalnya, daripada segera mengerjakan tugas malah lebih memilih bermain game dulu atau menikmati media sosial.

Daftar di atas hanyalah sebagian dari penyebab mengapa seseorang menunda-nunda pekerjaan, meski tidak menutup kemungkinan bahwa sifat malas memang salah satunya. Oleh karena itu, untuk bisa menghentikan kebiasaan buruk yang merugikan ini, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengenali apa penyebab perilaku suka menunda pekerjaan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest