Menggali Alasan di Balik Sifat Suka Menunda Pekerjaan [2]

Ada beberapa alasan psikologis mengapa seseorang menunda pekerjaan. Berikut beberapa diantaranya:

  • Target yang abstrak. Misalnya “ingin sehat” atau “mulai berolahraga” terasa lebih abstrak daripada “pergi ke gym hari Sabtu” atau“Jogging tiap Senin dan Rabu”. Target yang terlampau sulit dengan kemungkinan keberhasilan kecil juga membuat orang melihatnya sebagai target abstrak.
  • Kompensasi hasil yang jauh di masa depan. Mendapatkan nilai bagus di ujian akan terkesan tidak terasa seperti sesuatu yang mendesak atau bernilai jika ujian masih lama, namun ketika sudah satu minggu lagi, tiba-tiba ujian tersebut terasa sangat penting. Inilah mengapa banyak orang menunggu melakukan pekerjaan atau tugas semalam sebelum deadline tiba.
  • Tidak terhubung dengan diri masa depan. Kita merasa bahwa diri mereka yang sekarang ini tidak perlu mengkhawatirkan tentang diri di masa depan karena diri yang di masa depanlah yang akan mengerjakan tugas yang tertunda atau menanggung masalah akibat kelalaian mereka di masa lalu.
  • Fokus pada pilihan di masa depan. Beberapa orang menghindari segera mengerjakan tugas karena mereka berniat atau berharap mengejar sesuatu yang lebih menarik di masa depan. Contohnya, menunda niat untuk mulai berolahraga karena tidak ingin olahraga di rumah dan ingin bergabung dengan gym suatu saat nanti. Akhirnya tidak pernah mulai berolahraga karena selalu menunggu pilihan untuk bergabung dengan gym.
  • Optimisme tentang masa depan. Menunda pekerjaan juga terjadi karena kita terlalu optimis dengan kemampuan kita untuk bisa menyelesaikan tugas tersebut nantinya. Misalnya, kita menunda pekerjaan dengan deadline dua minggu lagi karena merasa masih ada banyak waktu untuk menyelesaikannya.
  • Ragu-ragu. Terkadang kita juga menunda pekerjaan karena tidak bisa membuat keputusan dengan cepat dan tepat. Misalnya, tidak segera mulai diet karena bingung rencana diet seperti apa yang akan diikuti, atau menuda menulis makalah penelitian karena bingung topik apa yang akan ditulis.
  • Kewalahan. Merasa kewalahan dengan pekerjaan yang harus dilakukan juga menjadi pemicu perilaku ini. Alasan perasaan kewalahan ini juga beragam, seperti satu tugas tunggal yang terasa besar, atau ada banyak tugas kecil yang menumpuk.
  • Kecemasan. Alasan lain seseorang menunda pekerjaan adalah karena mereka merasa cemas dengan pekerjaan tersebut. Parahnya, kadang kecemasan meningkat seiring dengan semakin mereka menunda pekerjaan tersebut, sehingga terjadilah siklus tidak sehat yang membuat mereka semakin menunda pekerjaan.
  • Keengganan mengerjakan tugas juga merupakan salah satu alasan mengapa orang menunda pekerjaan. Pada umumnya, perasaan ini muncul karena tugas tersebut tidak menarik atau merasa kesulitan, sehingga mereka ingin menghindarinya dan terjadilah perilaku menunda pekerjaan.
  • Perfeksionisme terkadang juga malah menjadi pemicu perilaku menunda pekerjaan. Misalnya ketika seseorang begitu takut membuat kesalahan hingga pada akhirnya malah tidak bertindak sama sekali, atau malah karena begitu khawatirnya pekerjaannya tidak sempurna, ia malah mengerjakan ulang tugas tersebut berulang kali dan bukannya segera mengirimkan hasilnya.
  • Takut dengan evaluasi buruk. Menunda pekerjaan terkadang juga terjadi karena mereka takut dievaluasi atau takut menerima feedback negatif dari orang lain. Pada banyak kasus, ketakutan ini bersifat berlebihan karena kemungkinan mendapatkan feedback tersebut rendah atau konsekuensinya sebenarnya tidak seberat yang mereka rasakan.

Lanjutkan membaca Menggali Alasan di Balik Sifat Suka Menunda Pekerjaan [3]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest