Menggali Alasan di Balik Sifat Suka Menunda Pekerjaan [1]

Pekerjaan dan tugas menumpuk, Anda punya banyak waktu untuk mengerjakannya. Tapi, bukannya mulai bekerja, malah merasa bahwa meja kerja tidak rapi sehingga merapikannya dulu. Setelah bersih-bersih, Anda merasa lapar, jadi memutuskan untuk makan dulu. Karena sudah kenyang, beristirahat sambil menikmati berita di sosial media terlihat seperti sebuah keputusan tepat. Begitu terus dan tanpa terasa waktu telah habis dan Anda belum menyentuh pekerjaan sama sekali. Pernahmengalami hal ini?

Kita semua tahu bahwa menunda-nunda pekerjaan merupakan kebiasaan buruk dan merugikan. Tapi rasanya sulit sekali membuang kebiasaan tersebut meski kita sendiri sadar betul bahwa hal tersebut buruk untuk diri sendiri. Untuk bisa menghentikan kebiasaan buruk tersebut, maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali alasan mengapa kita melakukannya.

Menyelesaikan kewajiban tergantung pada bagaimana kita mengendalikan diri

Sering kali orang yang punya kebiasaan buruk ini langsung diberi label pemalas, padahal perilaku ini juga bisa dijelaskan dari sisi psikologis. Ketika seseorang memiliki kewajiban untuk melakukan sesuatu, mereka bergantung pada pengendalian diri untuk menyelesaikan kewajiban tersebut. Pengendalian diri ini didorong oleh motivasi untuk menyelesaikannya secara waktu.

Sayangnya, dalam beberapa kasus akan ada faktor demotivasi atau penurun motivasi, misalnya ketakutan berlebih akan mengalami kegagalan, sehingga efeknya sangat bertolak belakang daripada jika kita mendapatkan motivasi. Selain itu juga ada faktor penghambat yang berkontribusi seperti kelelahan mental atau target yang terlalu jauh di masa depan sehingga mengganggu pengendalian diri dan motivasi kita.

Ketika faktor demotivasi dan faktor penghambat lebih besar dari pengendalian diri dan motivasi, akhirnya yang terjadi adalah perilaku menunda-nunda pekerjaan tersebut.

Faktor yang membuat seseorang menunda-nunda pekerjaan

Sifat menunda-nunda pekerjaan bukanlah sesederhana kurangnya tekat pada diri seorang individu, bahkan situasinya sebenarnya lebih kompleks dari tidak adanya tekat dan motivasi. Terdapat berbagai masalah sekunder pada individu yang dikaitkan dengan faktor-faktor penyebab turunnya motivasi, misalnya tingkat stres yang tinggi, serta kesehatan fisik dan mental yang buruk.

Masalah-masalah sekunder tersebut menyebabkan kita gagal mengendalikan perilaku diri sendiri sehingga melakukan penundaan meski tahu benar bahwa melakukan hal tersebut tidak seharusnya dilakukan. Itulah mengapa perilaku menunda-nunda pekerjaan akhirnya muncul sebagai perbedaan besar antara niat dan kenyataan.

Meski demikian perlu diingat bahwa tetap ada pengecualian, yaitu kasus ketika seseorang menunda pekerjaan bukan karena masalah sekunder atau faktor yang disebut di atas, melainkan karena perilaku memberontak atau keinginan untuk mendapatkan kepuasan dari pekerjaan yang membosankan.

Lanjutkan membaca Menggali Alasan di Balik Sifat Suka Menunda Pekerjaan [2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest