6 Jenis Terapi Psikologi untuk Penderita Gangguan Kesehatan Mental

Terdapat berbagai jenis terapi psikologi yang umum dipraktikkan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental. Sebelumnya, kami pernah membahas empat jenis terapi psikologi pada artikel yang lalu.

Seperti diketahui, terapi merupakan sebuah proses penyembuhan yang tentunya tidak asing lagi bagi kebanyakan orang. Bukan hanya dilakukan pada kegiatan medis untuk mengatasi ganguan fisik, terapi psikologi juga diperlukan bagi orang-orang yang membutuhkan penanganan secara mental. Selain terapi interpersonal, terapi perilaku kognitif, hipnoterapi, dan terapi psikolanalitik/psikodinamik, masih ada 6 jenis terapi psikologi lain gangguan kesehatan mental, berikut uraiannya:

6 Jenis Terapi Psikologi

1.       Terapi Humanistik

Dalam terapi humanistik, akan digali mengenai sudut pandang seseorang dalam menghadapi berbagai pilihan dalam kehidupan. Filosofi dari pendekatan terapi psikologi humanistik berangkat dari anggapan bahwa diri sendirilah yang paling bisa memahami kebutuhan dan pengalaman yang dirasakan. Oleh karena itu dalam proses terapi ini, pasien akan menceritakan sudut pandangnya terkait suatu hal atau permasalahan yang sedang dialami.

Peran terapis di sini adalah membantu pasien agar lebih fokus pada tujuan hidup yang dimiliki serta menjadi diri sendiri. Pada proses terapi, akan terdapat pelajaran mengenai perkembangan dan penerimaan diri. Pasien akan dibantu untuk menumbuhkan rasa penerimaan diri terhadap masalah yang dihadapi. Proses ini dilakukan dengan afirmasi positif oleh terapis walaupun tidak setuju terhadap sudut pandang tertentu.

Pendekatan dari terapi psikologi humanistik ini cocok diterapkan pada pasien yang memiliki masalah, seperti kesulitan menghadapi suatu penyakit, depresi, trauma, rendahnya kepercayaan diri, problem dalam hubungan, kecanduan, dan pasien yang memiliki perasaan tidak bermanfaat dalam menjalani hidup.

2.       Terapi Perilaku

Terapi perilaku merupakan sebuah pendekatan yang menekankan pada bagaimana seseorang dapat mengubah perilaku negatifnya. Perawatan kesehatan mental yang satu ini lebih bersifat spesifik. Sebuah teori perilaku menyatakan bahwa tindakan seseorang dapat terjadi sebagai akibat dari masa lalunya. Dalam proses terapi yang akan dijalankan, perilaku negatif pasien akan divalidasi dan terapis membantu untuk menemukan cara agar dapat mengubahnya.

Terapi psikologi perilaku sendiri memiliki banyak jenis, tetapi kesemuanya sama-sama berfokus pada reaksi yang menyebabkan masalah atau pola pikir pasien. Contohnya, adalah terapi aversi yang ditujukan untuk mengenali hal tak nyaman yang menjadi pemicu tindakan negatif,  pelayanan desensitisasi sistematik yang ditujukan untuk mengenali pemicu rasa takut, dan berbagai jenis terapi lainnya.

3.       Terapi Gesalt

Terapi gesalt pada dasarnya berangkat dari bentuk psikoterapi yang dikembangkan oleh Fritz Perls dari sekolah Gesalt pada akhir tahun 1940an. Selain itu, terapi ini juga berdasarkan pada prinsip teori internasional yang menyatakan bahwa setiap individu merupakan satu kesatuan (jiwa, tubuh, dan pikiran). Kesatuan itu paling baik dipahami dalam situasi terkini yang sedang dialami oleh individu.

Kunci dari teori Gesalt itu sendiri adalah sebagai berikut:

  • Kesadaran yang terpusat pada diri individu
  • Tanggung jawab sosial
  • Rasa hormat
  • Eksperimen dan penemuan kreatif
  • Hubungan
  • Penekanan pada pengalaman

4.       Terapi Psikologi Melalui Seni

Terapi seni merupakan jenis terapi psikologi yang menyenangkan. Di mana media seni digunakan sebagai cara untuk mengekspresikan apa yang ada pada diri seseorang. Melalui seni, pasien akan mencoba untuk mengeksplorasi emosi dan pikiran-pikiran yang sedang dialami. Media seni ini dapat digunakan sebagai wadah berkomunikasi dengan dunia luar, sehingga menjadikan seseorang merasa terhubung dengan yang ada di sekelilingnya.

Cara ini tentunya akan sangat berguna bagi seseorang untuk menyatakan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan. Terapi seni ini dapat dipraktekkan pada beberapa kasus seperti orang-orang yang sulit mengekspresikan perasaannya dengan berbicara, anak dengan spektrum autis, penderita demensia, penderita penyakit kronis, orang yang memiliki gangguan mental, narapidana, atau anak yang mengalami kesulitan belajar.

5.       Terapi Psikologi Bermain

Sama halnya dengan terapi seni, jenis terapi psikologi satu ini melibatkan kesenangan dalam prakteknya. Terapi bermain biasanya akan dilakukan pada anak-anak dengan tujuan agar dapat membantu anak berkomunikasi menggunakan bahasanya sendiri. Melalui terapi ini, anak-anak akan belajar untuk memahami perasaan dan pengalaman yang mereka alami. Mereka akan bebas mengekspresikan apa yang dirasakan melalui media bermain tersebut.

6.       Terapi Group

Sesuai dengan namanya, terapi group atau terapi kelompok adalah terapi yang ditujukan untuk kelompok, bukan secara perorangan. Melalui terapi ini, seseorang dapat memperoleh dukungan yang berasal dari orang-orang yang memiliki pengalaman sama. Sangat besar kesempatan untuk menambah jaringan serta berbagi pengalaman baik bagi terapis atau antar anggota. Diharapkan melalui terapi ini seseorang dapat memahami diri dengan lebih baik lagi.

Itulah dia beberapa jenis terapi psikologi yang perlu untuk diketahui. Masing-masing pendekatan tersebut tentu dapat dilakukan sesuai dengan masalah yang sedang dialami individu. Terapis juga dapat mengkombinasikan berbagai jenis terapi untuk menemukan penanganan tepat bagi pasien. Semua jenis terapi psikologi tersebut memiliki metode tersendiri, tetapi untuk satu tujuan, yaitu membantu individu memiliki perubahan dalam hidup ke arah yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest