Suka Situs Judi Online? Awas Terserang Gambling Disorder!

Ilustrasi judi

Judi online kini memang tengah marak terjadi di Indonesia. Bermula dari rasa bosan karena tidak ada kegiatan dan iming-iming hadiah uang yang besar, beberapa orang tergiur dengan permainan ini. Kemudahan akses hanya dengan ponsel dan bermodalkan uang yang tidak banyak, mereka sudah bisa mengadu peruntungan di permainan ini.

Meskipun awalnya hanya mencoba-coba, tidak sedikit orang yang akhirnya kecanduan judi online. Di tingkat yang lebih parah, pecandu judi bisa mengalami compulsive gambling atau gambling disorder. Jika dibiarkan, gangguan ini tidak hanya bisa merusak hidup pecandu itu sendiri, tapi juga orang-orang di sekitarnya.

Pengertian Gambling Disorder

Seseorang dengan gambling disorder akan mengalami dorongan yang sangat kuat dan bahkan tidak terkendali untuk terus berjudi meskipun sudah sangat merugikan atau merusak hidupnya. Mereka bahkan rela mengambil risiko apapun hanya dengan sedikit harapan untuk bisa menang judi dengan nilai yang besar.

Kegiatan berjudi bisa merangsang sistem otak yang memberikan rasa senang saat memperoleh penghargaan dan kemenangan. Mengonsumsi alkohol maupun obat-obatan terlarang juga memberikan sensasi yang sama, dan hal inilah yang kemudian dapat memicu kecanduan.

Gambling disorder merupakan masalah serius yang dapat menghancurkan kehidupan banyyak orang. Pasalnya, mereka yang kecanduan berjudi sering kali tidak akan bisa berhenti bertaruh, menghabiskan tabungan mereka, bahkan rela berhutang untuk terus berjudi. Bahkan bisa saja mereka menyembunyikan kebiasaan ini agar tetap bisa terus melakukannya dan melakukan tindakan kriminal seperti mencuri atau menipu demi memuaskan hasratnya untuk berjudi.

Masalah ini memerlukan bantuan perawatan profesional. Meskipun merawat kecanduan judi bisa sangat sulit dan menantang, namun dengan terapi dan perawatan yang tepat masalah ini bisa diatasi.

Penyebab dan Faktor Risiko Gambling Disorder

Penyebab pasti masalah ini sebenarnya masih belum diketahui. Sama seperti masalah mental lainnya, gangguan ketagihan berjudi juga bisa terjadi karena gabungan dari faktor biologi, genetik, dan lingkungan.

Tidak semua orang yang suka bermain kartu maupun bertaruh nantinya akan kecanduan judi. Tapi, ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih mudah terjerumus dalam masalah gambling disorder. Berikut ini beberapa diantaranya:

1. Memiliki riwayat masalah kesehatan mental

Seseorang dengan masalah kecanduan judi online biasanya juga memiliki masalah penyalahgunaan alkohol maupun obat-obat terlarang, memiliki gangguan kepribadian, depresi, hingga kecemasan. Gambling disorder sering kali juga terkait dengan masalah bipolar, OCD, dan ADHD.

2. Faktor usia

Masalah kecanduan judi lebih umum terjadi pada orang berusia muda hingga paruh baya. Jika sudah terpapar judi sejak usia anak-anak atau remaja, risiko munculnya gambling disorder di usia dewasa juga akan semakin besar.

 3. Jenis kelamin

Masalah kecanduan judi ini lebih umum terjadi pada pria. Wanita yang suka berjudi umumnya baru memulai kebiasaan ini di usia lebih dewasa dan bisa lebih cepat kecanduan. Meski demikian, perbedaan ini sudah semakin samar karena pola kegemaran bermain judi antara pria dan wanita kini menjadi semakin mirip.

4. Pengaruh keluarga atau teman

Seseorang dengan teman dekat atau anggota keluarga yang punya masalah kecanduan judi akan lebih mudah terpengaruh untuk mengikuti kebiasaan buruk ini. Bahkan tidak jarang mereka juga turut menjadi kecanduan.

5.  Memiliki karakteristik pribadi tertentu

Ada beberapa karakteristik kepribadian tertentu yang bisa meningkatkan faktor risiko kecanduan judi. Beberapa diantaranya termasuk kompetitif, gila kerja, impulsif, mudah bosan dan tidak bisa tenang.

Gejala Kecanduan Judi Online yang Patut Diwaspadai

Seperti yang sudah disebutkan di atas, seseorang yang suka main kartu maupun bertaruh belum tentu menderita kecanduan judi atau mengalami gambling disorder. Tapi jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, maka Anda harus sudah waspada dan meminta bantuan profesional.

  • Selalu memikirkan judi dan tidak bisa memikirkan hal lain. Misalnya selalu memikirkan rencana judi dan cara mendapatkan uang untuk berjudi.
  • Selalu merasa harus berjudi atau masuk ke situs judi online. Awalnya mungkin hanya akan mengeluarkan sedikit uang untuk bertaruh, tapi lama-lama menggunakan uang yang banyak agar bisa merasakan kepuasan yang sama.
  • Tidak pernah berhasil saat berusaha berhenti atau bahkan sebatas mengurangi berjudi.
  • Menjadi emosi atau mudah marah ketika mengurangi kebiasaan berjudi.
  • Menggunakan kegiatan judi sebagai pelarian dari masalah, rasa tidak berdaya, rasa bersalah, cemas, atau depresi.
  • Berusaha mendapatkan kembali uang yang hilang karena berjudi dengan berjudi lebih banyak lagi.
  • Merahasiakan seberapa parah kebiasaan berjudi mereka.
  • Tidak peduli kehilangan hubungan penting (keluarga atau pasangan), pekerjaan, sekolah, mauapun kesempatan bekerja karena berjudi.
  • Meminta bantuan finansial kepada orang lain karena kehilangan uang untuk berjudi.

Seseorang yang berjudi hanya sekadar iseng atau bersifat kasual saja umumnya selalu membuat batas seberapa banyak mereka rela kehilangan uang. Jika sudah berada di batas tersebut, mereka tidak akan kesulitan untuk langsung berhenti.

Sebaliknya, seseorang yang sudah kecanduan judi akan merasa harus terus bermain demi mendapatkan kembali uang mereka. Pola berulang inilah yang pada akhirnya akan menghancurkan hidup mereka.

Jika kebiasaan judi ini tidak dihentikan, maka akan timbul masalah baru yang dapat menghancurkan kehidupan penderitanya. Misalnya masalah dengan pasangan, masalah keuangan seperti mengalami kebangkrutan, masalah hukum, kinerja yang buruk di kantor dan berujung pemecatan, kesehatan buruk, hingga bunuh diri.

Karena dampaknya yang begitu buruk dan membahayakan, maka sebisa mungkin hindari kebiasaan judi online dan berbagai jenis judi lainnya.

Teylita Andriyarini

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *