Tips Mengatasi Microsleep, Gangguan Pemicu Kecelakaan

Pengertian microsleep

Microsleep adalah kondisi tidur mendadak dan singkat ketika melakukan aktivitas. Seseorang biasanya tidak menyadari dirinya mengalami hal tersebut karena tidak tahan dengan rasa lelah dan kantuk yang dialami.

Microsleep bisa dialami saat melakukan aktivitas yang monoton dan membosankan. Seperti saat membaca buku atau menonton televisi. Kondisi tersebut bisa berbahaya jika dialami saat berkendara karena bisa menjadi pemicu terjadinya kecelakaan.

Microsleep bisa terjadi dalam keadaan mata terbuka namun pandangan kosong. Selain itu, gejala lain yang terlihat ialah mengangguk-anggukan kepala dan sering mengedipkan mata.

Anda tidak akan mengingat peristiwa beberapa menit yang lalu. Namun setelah mengalami microsleep, anda akan merasa lebih segar meskipun tidur dalam waktu sekejap.

Penyebab microsleep

Pemicu utama microsleep adalah kurang tidur. Bagi anda yang memiliki kebiasaan begadang, maka resiko terkena microsleep semakin kecil. Namun jika Anda terbiasa memiliki jam tidur yang cukup, maka Akan semakin rentan terkena microsleeep, meskipun kurang tidur beberapa jam saja.

Bukan berarti orang yang terbiasa tidur malam bebas dari microsleep. Hal ini justru akan bisa menimbulkan penyakit lain yang berbahaya bagi kesehatan.

Berikut ini penyebab lain dari microsleep.

1. Gangguan tidur

Beberapa gangguan tidur yang dapat memicu microsleep diantaranya yaitu sleep apnea, narkolepsi, dan gangguan ritme sikardian.

2. Perubahan jam kerja

Beberapa profesi seperti tenaga medis, polisi, penjaga keamanan, terkadang mengharuskan bekerja pada malam hari. Hal ini menjadikan waktu istirahat digunakan untuk bekerja. Perubahan jam kerja inilah yang bisa menjadi penyebab microsleep.

3. Begadang

Tidur terlalu malam ini biasanya terpaksa dilakukan oleh mahasiswa yang menyelesaikan tugas. Selain itu para pekerja yang sering lembur saat menyelesaikan tugas kantor juga rentan terkena microsleep. Kemudian yang paling berbahaya ialah sopir yang melakukan perjalanan jauh sehingga harus begadang agar dapat sampai tepat waktu di lokasi tujuan.

Tanda mengalami microsleep

Seseorang tidak sadar saat mengalami microsleep. Berikut ini beberapa gejala yang terlihat. Terutama saat Anda kurang tidur dimalam sebelumnya.

  • Tatapan kosong
  • Sering menguap di pagi hari
  • Menundukkan kepala
  • Terbangun dengan kondisi kaget
  • Berkedip dengan perlahan dalam waktu lama
  • Tidak ingat kejadian beberapa menit yang lalu
  • Sulit konsentrasi dan memahami informasi

Dampak kesehatan akibat microsleep

Mengalami microsleep beberapa kali sebetulnya sangat wajar, Anda bisa mengatasinya dengan tidur untuk mengganti waktu tidur yang kurang. Tetapi jika microsleep dialami dalam jangka waktu lama, Anda perlu memeriksakan kondisi tersebut ke dokter.

Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, dikhawatirkan dapat terjadi hal yang tidak diinginkan saat beraktivitas sehari-hari. Misalnya akan rentan mengalami kecelakaan berkendara atau kecelakaan kerja.

Selain itu penderita microsleep dalam jangka waktu lama, dapat mengalami gangguan kesehatan serius. Seperti kesehatan mental terganggu, diabetes, obesitas, atau penyakit jantung.

Tips mencegah microsleep

Cara paling efektif mengatasi microsleep yaitu tidur yang cukup. Dengan begitu Anda akan bersemangat dan produktif dalam beraktivitas. Namun merujuk pada The Better Sleep Council, bila Anda dituntut untuk beraktivitas dan bekerja sehingga jam tidur berkurang, berikut ini tips yang bisa dilakukan untuk menangkal microsleep.

1. Mengkonsumsi minuman mengandung kafein

Minuman berkafein seperti kopi atau teh dapat mencegah rasa lelah dan kantuk. Tetapi Anda harus mengkonsumsinya di waktu yang tepat. Tak disarankan untuk mengkonsumsi minuman tersebut waktu malam hari menjelang tidur. Hal ini karena Anda akan kesulitan tidur dan justru merasa lelah keesokan harinya.

2. Melakukan Power nap

Power nap adalah tidur singkat yang dilakukan selama 15 hingga 20 menit. Jangan lebih dari waktu yang ditentukan. Jika tidur lebih dari 20 menit, maka Anda justru akan merasa lebih lelah dan mengantuk.

3. Mengobrol dengan orang lain

Berbicara dengan orang lain membuat otak anda terjaga untuk terus aktif. Apalagi jika topik yang dibahas sangat menarik. Anda akan terhindar dari rasa mengantuk.

4. Beristirahat sejenak

Jika Anda bekerja atau berkendara dalam jangka waktu lama, usahakan istirahat setiap 30 menit sekali. Hal ini bisa membuat Anda lebih produktif dan terhindar dari kejenuhan.

[Source]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *