5 Orang Psikopat Cerdas & Sadis yang Pernah Gegerkan Publik

psikopat, sosiopat, gangguan jiwa, gangguan mental, kesehatan mental,

Banyak film mengangkat tema tentang psikopat. Tapi seperti apa kondisi mereka di dunia nyata? Sebuah jurnal ilmiah terbitan laman NCBI berjudul Forensic Psychiatry and Psychology rilisan tahun 2014 pernah menuliskan tentang fenomena psikopat ini.

Jurnal tersebut mengungkap bahwa kondisi psikopat umumnya dapat dikorelasikan dengan kemampuan seseorang memahami suatu hal. Atau dengan kata lain, bisa dikatakan bahwa pada dasarnya kecerdasan seorang psikopat relatif setara, atau bahkan lebih baik daripada orang-orang normal. Sebagai bukti dari teori tersebut, berikut lima kisah psikopat yang bisa menandakan tingginya kecerdasan mereka.

1. Pembunuh Zodiak/Zodiac Killer

dok: the times

Pada akhir tahun ’60-an, publik Amerika Serikat sempat heboh dengan aksi pembunuhan berantai yang kerap mengorbankan sepasang kekasih, meski ada pula korban perseorangan. Total terjadi lima pembunuhan, sementara pelakunya belum bisa dipastikan secara tepat, masih misterius sampai saat ini.

Pihak berwajib mencurigai warga bernama Arthur Leigh Allen. Namun nyatanya banyak saksi mengungkapkan kalau ciri pelaku selalu berubah. Maka dari itu pihak kepolisian berspekulasi bahwa pembunuhan berantai itu dilakukan oleh lebih dari satu orang.

Si pembunuh ini kerap mengirim surat kaleng ke kantor polisi dan media. Isinya merupakan pengakuan bahwa dirinyalah sosok pembunuh berantai itu, disertai berbagai simbol dan teka-teki yang ia ingin agar penyelidik bisa memecahkannya. Bahkan dia juga mengaku bahwa jumlah pembunuhan yang ia lakukan jauh lebih banyak dibanding yang tercatat.

2. Thomas Neill Cream/Lambeth Poisoner

dok: new york times

Fenomena psikopat berikutnya adalah sosok cerdas bernama Thomas Cream. Dia seorang dokter lulusan Universitas McGill Montreal, anak keluarga berada, serta berkedudukan terpandang di daerah tempat tinggalnya, Quebec, Kanada.

Thomas Cream awalnya membuka praktik aborsi ilegal. Sempat menghilangkan nyawa seorang pasien menggunakan obat bius dosis amat tinggi yang ditemukan dalam tubuhnya. Meski demikian, sidang memutuskan Thomas tidak bersalah atas pembunuhan tersebut.

Pembunuhan pasien aborsi terjadi untuk kedua kalinya, dan lagi-lagi Thomas Cream tidak terbukti bersalah. Baru pada saat Thomas membunuh Daniel Stott, dia terbukti bersalah lalu divonis hukuman seumur hidup. Hukuman itupun ia lakoni hingga berhasil bebas bersyarat karena berperilaku baik.

Keluar dari penjara, ia pulang ke kampung halamannya, Inggris. Di sana dia malah kembali melakukan sejumlah pembunuhan sadis sampai kemudian tertangkap dan dihukum mati. Ia pun sempat meniru metode pembunuhan, bahkan mengaku sebagai Jack the Ripper, legenda pembunuh berantai sadis yang misterius itu.

3. Countess Hongaria: Elizabeth Bathory

dok: pikiran rakyat

Seorang bangsawan Hongaria yang disebut-sebut memiliki gangguan kesehatan mental. Dikatakan bahwa Elizabeth Bathory sukar mengendalikan emosi, amarahnya bisa meledak kapan saja, meski tidak ada penyebab yang jelas.

Lahir pada 1560, pemandangan sadis seringkali dilihatnya sehari-hari. Anak buah ayahnya kerap melakukan penyiksaan terhadap pelaku kriminal, seperti pencuri. Maka dari itu, psikolog menilai bahwa kelainan mental yang diderita Elizabeth Bathory merupakan bawaan genetik yang didukung  pengaruh lingkungan.

Selain psikopat, Elizabeth juga dikatakan sebagai sosiopat sejati. Putri bangsawan yang terpandang dan kebal hukum, semua orang terpaksa harus memaklumi apa saja yang ia lakukan. Ia diketahui kerap menyiksa gadis-gadis muda dengan cara-cara tak wajar, seperti menelanjangi korban pada suhu beku, lalu menyiramnya sampai korban meninggal pelan-pelan.

Konon, jumlah pembunuhan yang dilakukan Elizabeth Bathory mencapai 650 kasus, bahkan ia sendiri membukukannya dalam catatan. Apalagi tidak ada pengadilan yang sanggup menghukum putri yang juga disinyalir sebagai seorang biseksual. Ia dianggap mengidap gangguan jiwa, sehingga selalu bebas dari hukuman. Elizabeth Bathory tewas di kamarnya pada 1614, rumornya juga akibat pembunuhan.

4. Leonarda Cianciulli si Pembuat Sabun Correggio

dok: wild society podcast

Hanya orang cerdas yang punya ide untuk menggunakan darah sebagai bahan adonan kue, meski itu sama sekali tidak lumrah. Leonarda Cianciulli memang seorang psikopat sadis yang kerap kali melakukannya, membuat kue dari darah korban-korbannya. Bahkan ia membagikan kue bikinannya tersebut kepada orang-orang sekitarnya, selain ikut menikmatinya sendiri. Lantas dikemanakan tubuh-tubuh korban? Cianciulli menghaluskan dan memakainya sebagai bahan baku sabun mandi.

Wanita kelahiran Avellino, Italia adalah ibu dari 14 orang anak, tiga kali mengalami keguguran dari 17 kehamilan. Sementara perjalanan hidupnya juga diwarnai sejumlah peristiwa duka, yakni meninggalnya 10 orang putra putrinya. Oleh karena itulah, ia kemudian mulai bertingkah aneh dengan terlalu memercayai ilmu gaib. Ia mengira anaknya yang tersisa perlu perlindungan lebih, yaitu lewat menumbalkan nyawa orang lain.

Hanya dalam waktu kira-kira setahun saja, Leonarda Cianciulli membunuh 3 orang wanita. Ia pun nyata mengakui kalau motifnya adalah menjadikan korban tumbal buat melindungi anak-anaknya dari roh jahat. Bukan hanya dibunuh, ia juga memutilasi dan memanfaatkan organ tubuh korban untuk sesuatu yang tidak terbayangkan.

5. Theodore Robert Cowell a.k.a. Ted Bundy

dok: dailysia.com

Theodore Robert Cowell lebih populer dengan nama Ted Bundy. Psikopat satu ini pernah membikin masyarakat AS heboh pada sekitar tahun ’70 – ’80-an. Banyak orang mengira bahwa Ted Bundy adalah pria normal berpendidikan dengan tutur kata yang baik. Sosoknya tampan, berkharisma, sekaligus cukup cerdas sehingga banyak perempuan mudah menyukainya.

Namun siapa sangka? Ted Bundy terbukti telah melakukan penculikan, pemerkosaan, dan pembunuhan terhadap puluhan wanita di Amerika Serikat. Bahkan pihak kepolisian setempat cukup yakin bahwa jumlah kasus terungkap belum apa-apa dibanding angka pasti pembunuhan oleh Ted Bundy. Ada yang mengatakan bahwa jumlah korban mencapai ratusan. Sedang Ted sendiri mengaku telah menghabisi nyawa 28 korban.

Beruntung Ted Bundy berhasil ditangkap dan diadili. Pengadilan pun memvonisnya dengan hukuman mati. Pada akhirnya, psikopat satu ini harus menjalani hukuman di kursi listrik hingga mati. Peristiwa itu terjadi pada 1989 di Florida, Amerika Serikat.

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *