Tips Sederhana Hadapi Orang yang Ingin Selalu Benar Sendiri

selalu benar sendiri, selalu menang sendiri, konflik, argumen, perilaku, kepribadian, kebiasaan, sosial, pergaulan, hubungan, asmara

Mendebat seseorang yang ingin selalu benar sendiri bukanlah sesuatu yang bijak. Anda mungkin tidak akan punya momen untuk berdiskusi demi menyelesaikan masalah, atau menemukan solusi terbaik bagi semua pihak. Maka dari itu, hindarilah beradu pendapat apalagi terlibat konflik dengan individu yang cenderung selalu merasa benar, bahkan memaksakan kebenarannya kepada orang lain. Sebagai gantinya, hadapi mereka dengan beberapa kiat berikut.

1. Jangan diambil hati

Bagi sebagian orang, perdebatan dianggap sebagai kompetisi untuk menentukan siapa yang punya pendapat terbaik atau terlihat pintar. Kalau demikian, biasanya akan ada salah seorang yang jengkel dan sakit hati karena merasa diserang.

Ketika berdiskusi dengan orang yang selalu ingin benar sendiri, tak jarang opini atau ucapan Anda senantiasa dipatahkan. Bahkan meski memakai argumen tidak logis, ia akan berusaha untuk mencari kelemahan dan kesalahan dalam perkataan Anda.

Sabar adalah kunci. Usahakan untuk tidak menelan seluruh ucapannya mentah-mentah. Pahami bahwa masalah utamanya bukan ada pada Anda, melainkan wataknya yang memang ingin selalu menang sendiri.

Malah kalau bisa, sebaiknya jangan pikirkan sama sekali ucapannya, apalagi overthinking karenanya. Tidak jarang, mereka sendiri cuma asal bicara demi membuat diri terlihat benar, padahal mungkin justru sebaliknya.

2. Hindari konflik

Orang yang sudah dewasa pasti malas terlibat, apalagi menciptakan konflik yang tidak penting. Terlebih lagi, kalau Anda tahu benar seperti apa karakter lawan bicara Anda. Selain buang-buang waktu, berkonflik dengan orang yang ingin menang sendiri hanya menghasilkan kelelahan fisik dan emosional, karena energi Anda akan terkuras.

Jadi, cobalah belajar mengetahui saat yang tepat untuk mempertahankan pendapat atau mengalah. Ketika situasi makin panas, atau emosi Anda mulai memuncak, segeralah menyadarinya. Lalu sebaiknya Anda diam dan menjauh dari adu argumen yang sepertinya tak berujung itu, karena mungkin itulah pilihan yang terbaik.

Menghindar dari debat tidak sama dengan lari dari masalah. Lagipula tidak perlu sampai berdebat panjang kalau cuma sekadar untuk mempertahankan prinsip dan pendapat.

dok: liveabout

3. Stop cari-cari kesalahan

Biasanya kedekatan hubungan dapat memengaruhi karakter seseorang. Artinya jika Anda dekat dengan seseorang, tanpa sadar Anda akan meniru sikap atau kebiasaannya.

Kalau orang tersebut berkarakter positif, maka beruntunglah Anda. Tapi kalau ternyata dia adalah orang yang selalu merasa dirinya benar, bahkan sering menyalahkan orang lain, maka Anda perlu bertahan sekuat mungkin.

Tapi, perlu diingat. Mungkin pada suatu waktu Anda terlibat adu argumen dengan individu yang berbeda. Lalu ngotot mempertahankan pendapat sambil melempar kesalahan pada orang lain. Usai perdebatan, ternyata Anda menyadari kalau ternyata karakter si mau menang sendiri sudah memengaruhi Anda. Lantas Anda menyalahkan dia, karena telah menularkan pengaruh tersebut.

Nah, di sinilah bahayanya. Ternyata diam-diam Anda juga punya kecenderungan ingin selalu menang sendiri. Berhati-hatilah, ini berarti Anda perlu waktu untuk introspeksi. Melempar kesalahan kepada orang lain tidaklah menyelesaikan masalah.

4. Buatlah batasan

Dalam hubungan apa saja, ketegasan amatlah penting. Khususnya ketegasan dalam menentukan sikap dan batasan-batasan buat orang lain, agar Anda punya ruang pribadi yang tidak tersentuh oleh siapa pun.

Apalagi jika Anda menghadapi orang yang ingin selalu benar sendiri. Karakter mereka umumnya egois, tidak memedulikan kepentingan orang lain, sehingga mungkin Anda bakal kewalahan saat bersama mereka dalam waktu yang lama.

Batasan-batasan yang telah Anda tetapkan penting untuk memberikan sinyal kepada mereka bahwa Anda pun pantas dihargai. Jadi, Anda tidak perlu harus selalu mengalah dan menuruti permintaan-permintaan mereka.

5. Teguh memegang prinsip

Jangan sekali-kali kehilangan fokus saat berdebat dengan si benar sendiri. Kalau dia mengalihkan topik pembicaraan atau membuat proyeksi-proyeksi yang aneh dan tidak logis, segera sadarilah agar Anda terhindar dari arus menjebak tersebut.

Ada kebiasaan orang yang gemar mengungkit kejadian lama, meski mungkin tidak relevan, untuk mencari-cari kesalahan lawan bicaranya. Si mau benar sendiri ini bermaksud menjadikan kesalahan tersebut sebagai senjata untuk membalikkan pendapat Anda. Jadi, jangan biarkan.

Maka tantangannya adalah konsentrasi dan ketegasan Anda. Konsentrasi membuat Anda tidak kehilangan arah pembicaraan. Sedang ketegasan dibutuhkan untuk meluruskan kembali penyimpangan topik, dengan menegur atau melakukan apa pun yang memungkinkan.

Memang biasanya mereka ini menjengkelkan. Tapi setiap lingkaran pergaulan sepertinya memiliki orang-orang yang ingin selalu benar sendiri. Jadi, Anda tidak bisa menghindar dari mereka. Oleh karena itulah, kiat-kiat di atas sengaja kami sampaikan. [Source]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *