Terapi Anjing untuk Membantu Perbaiki Kesehatan Mental

ilustrasi: terapi anjing untuk lansia

Terapi anjing. Apakah Anda familiar dengan istilah ini? Ini berkaitan dengan hewan peliharaan yang dimanfaatkan oleh orang-orang berkebutuhan khusus, tetapi bukan dalam artian disabilitas.

Ternyata terapi anjing dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan seorang pasien. Karena hewan peliharaan bisa menjadi sebuah jembatan komunikasi yang berharga antara terapis dan pasien.

Menurut Boris Levinson, psikolog yang melakukan berbagai penelitian untuk mengetahui fungsi dari terapi hewan peliharaan, “Ini bukan hanya bentuk terapi yang menyenangkan, tetapi juga memberikan banyak manfaat fisik, psikologis, dan sosial.”

Orang-orang yang memiliki anjing di rumah mereka akan langsung tahu bahwa selalu ada ‘teman’ bagi mereka di saat-saat baik atau buruk. Teman mereka itu akan selalu ada di sana untuk menemani. Itu sebabnya, dapat dikatakan bahwa anjing bisa menjadi terapis alami dalam beberapa cara.

Manfaat Terapi Anjing untuk Kesehatan Mental

Terapi Anjing selama ini telah digunakan dalam banyak hal, termasuk untuk membantu meningkatkan kualitas hidup orang tua. Anjing-anjing ini biasanya dibawa ke suatu tempat tinggal untuk orang tua atau panti jompo . Fungsinya, sebagai alat untuk membantu meningkatkan gairah hidup mereka yang tinggal di sana, dan berbagai kegunaan lainnya.

Jika orang tua tinggal di rumah, memiliki hewan peliharaan juga sangat bermanfaat bagi mereka. Hewan telah terbukti menurunkan tingkat stres dan meningkatkan emosi secara positif.

Perbaikan pada tingkat psikologis ini menghasilkan suatu sistem kekebalan yang lebih baik, sehingga menurunkan risiko penularan dan makin parahnya penyakit yang diderita. Ini tidak hanya berlaku buat orang tua, tetapi relatif berhasil pada semua rentang usia.

Bagi para lansia, anjing-anjing ini tidak hanya membantu mereka memperbaiki suasana hati, tetapi juga untuk meningkatkan ingatan mereka. Anjing membantu mereka menjalankan tugas, sekaligus menjadi pengingat yang baik.

Selain itu, anjing yang digunakan memang hewan peliharaan yang butuh perawatan. Pemiliknya, yakni para orang tua itu sebaiknya berkontribusi dalam merawat anjing-anjingnya, sehingga mereka dapat merasa lebih berfungsi sebagai manusia.

Hal itu bisa menjembatani perbaikan dalam hal penurunan harga diri dan perasaan tidak berguna, serta mengurangi kepasifan mereka. Mereka menjadi lebih aktif dan terutama proaktif.

Lansia yang mempunyai motivasi, seperti merawat hewan peliharaan cenderung memunyai kesehatan mental dan fisik yang lebih baik.

Di panti jompo, manfaatnya tidak seluas hewan peliharaan yang hanya berkunjung ke tempat tinggal pada hari-hari tertentu. Namun demikian, ini akan membantu mereka keluar dari rutinitas sehari-hari yang mungkin monoton dan membosankan. Harapannya anjing-anjing akan memberi aktivitas baru, sehingga gairah hidup mereka makin meningkat.

Anjing yang dijadikan sebagai anjing terapi, mempunyai sifat yang cukup ramah, hangat, dan sangat bersahabat. Para pemilik anjing terapi ini, menjadikan hewan peliharaannya sebagai relawan dengan pergi ke tempat-tempat tertentu, seperti rumah sakit, sekolah, atau panti jompo. Anjing terapi juga bisa tinggal di ruang perawatan rumah sakit selama 10-15 menit.

Service Dog

Tak sedikit orang menyamakan anjing terapi dengan anjing pelayan. Namun ternyata kedua jenis anjing ini memiliki tugas berbeda. Service dog adalah jenis anjing yang dilatih untuk membantu orang dengan disabilitas, seperti orang buta dalam melakukan sesuatu.

Pemilik dan anjingnya bekerja sebagai sebuah tim. Anjing penjaga dapat membantu penyandang disabilitas dalam hal keamanan dan kemandirian saat melakukan sesuatu. Anjing penjaga juga tidak boleh disentuh oleh sembarang orang, karena hal ini dapat mencegah mereka melakukan pekerjaan dengan benar. Sebaliknya, anjing terapi diperbolehkan untuk disentuh, dicium, dipeluk, dan dimainkan.

Terapi hewan, dalam hal ini anjing dapat meredakan nyeri, gangguan kecemasan, depresi, dan kelelahan pada penderita gangguan kesehatan, seperti kanker, demensia, dan mereka yang sudah lama tinggal di panti jompo. Tak cuma si majikan yang merasakan manfaat dari terapi anjing ini, tetapi juga anggota keluarga dan orang-orang terdekatnya. [Source]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *